Remember the Time

A piece of paper to write everything I like.

Tuesday, December 25, 2007

Supernatural & Sinetron

Tulisan ini adalah loose sekuel dari psoting ”Sinetron”. Kali ini saya ingin membandingkan antara sinetron Indonesia dan sinetron Amerika. Untuk sinetron Amerika saya memakai film berjudul Supernatural yang ditayangkan setiap hari Senin sampai Jumat di Trans 7. Untuk sinetron Indonesia saya tidak mengambil contoh film tertentu, tapi saya akan membatasi pada kisah yang berkisah tentang keluarga bukan action, misteri, atau legenda.

Sekilas tentang Supernatural. Film ini menceritakan tentang 2 saudara yaitu Dean dan Sam Winchester yang berkeliling Amerika untuk menyelidiki dan membasmi demon dan makhluk-makhluk halus.

Saya sengaja memakai Supernatural sebagai perbandingan karena isi ceritanya yang bersifat fiksi. Hal ini saya anggap setara dengan sinetron Indonesia yang memang ceritanya juga cenderung ke arah fiksi. Mengapa saya katakan cenderung ke arah fiksi ? Hal itu dikarenakan sinetron Indonesia memakai tokoh manusia yang normal, tidak punya kekuatan super dan umumnya tidak ada makhluk-makhluk gaib. Hal ini sangat kontras dengan isi ceritanya yang sangat-sangat fiksi (baca: tidak masuk akal). Bagi penonton yang kritis bisa saja timbul pertanyaan apa orang jahat itu selalu suka marah sambil melotot dan berteriak, selalu ingin menyakiti tokoh protagonis yang jumlahnya hanya beberapa, selalu ingin merebut kekayaan orang lain, dsb ? Sebagai perbandingan tokoh antagonis di Supernatural biasanya adalah demon, setan, atau makhluk-makhluk gaib. Tentu kita tidak perlu mencari penjelasan logis mengapa setan ingin mengambil roh manusia, makhluk jahat pasti ingin roh manusia untuk tujuan-tujuan jahat, tetapi jika ada tokoh yang melakukan berbagai tindakan jahat hanya untuk menguasai harta 1 orang. Tentu sangat aneh. Padahal ada banyak cara positif maupun negatif untuk mendapatkan banyak uang, tetapi tokoh antagonis cuma sibuk mencari cara merebut harta dari satu orang saja. Contoh lain, makhluk jahat misalnya rakhsasa yang gemar membunuh orang, tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Kalaupun penonton sangat penasaran cari saja lewat google pasti akan banyak cerita mitos atau legenda yang menceritakan tentang makhluk itu. Sedangkan jika kita melihat sinetron Indonesia, karakter A yang digambarkan sebagai siswa SD sudah bisa membuat rencana jahat untuk mencelakai orang lain dan yang lebih tidak masuk akal lagi rencananya berhasil.

Inti dari tulisan ini adalah semua sinetron isinya tidak ada yang masuk akal baik dari Indonesia maupun luar negeri. Dan kadang-kadang juga berisi hal-hal yang tidak nyata, tetapi seakan-akan nyata. Sebaiknya kita semua lebih bijak untuk menanggapi isi sinetron itu sendiri agar tidak terpengaruh dengan khayalan yang diceritakan di dalamnya.

Sinetron

Sinetron, acara hiburan yang disukai oleh hampir sebagian besar rakyat Indonesia. Hampir semua stasiun televisi nasional Indonesia menayangkan acara ini kecuali Metro TV. Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang isi sinetron dan sikap bangsa Indonesia.

PERINGATAN !!!! Ini adalah tulisan yang berisi kritik. Bisa menyebabkan sakit hati PARAH !!!!. Bagi yang tidak suka atau bosan membacanya silakan berhenti sampai di sini.
YOU HAVE BEEN WARNED !!!



Dalam tulisan ini, saya memakai 1 contoh jalan cerita yang sering digunakan di sinetron dan akan menggunakannya sebagai pebandingan dengan sikap atau pandangan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Isitilah [S] = isi sinetron, [RI] = gambaran rakyat Indonesia.

[S] Tokoh utama atau protagonis selalu orang baik dalam berbagai tindakannya. Alternatif lain, tokoh protagonis adalah keturunan dari orang kaya yang punya banyak warisan.
[RI] Tokoh ini adalah gambaran bangsa Indonesia terhadap dirinya sendiri dan juga tanah airnya. Dari dulu kita selalu diajarkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai sumber daya alam, tanah yang subur, letak yang strategis (antara 2 benua dan 2 samudra). Indonesia juga merupakan negara yang memakai budaya timur dimana kesopanan dalam hidup bermasyarakat selalu dijunjung tinggi.

[S] Tokoh utama selalu menderita.
[RI] Indonesia memang bisa dikatakan negara yang kaya dengan berbagai sumber daya alamnya, namun karena kita semua belum tahu cara mengatur dan menggolahnya. Akibatnya di negara ini angka kemiskinan dan penggangguran masih tinggi.

[S] Tokoh utama menderita karena ditindas oleh orang lain.
[RI] Di negara ini, banyak orang yang beranggapan bahwa pihak-pihak asing memanfaatkan sumber daya alam Indonesia untuk kepentingannya sendiri. Akibatnya rakyat Indonesia sendiri tidak kebagian karena sudah habis dijarah oleh pihak-pihak asing.

[S] Tokoh utama ditindas tapi tidak berani melawan karena takut.
[RI] Indonesia sendiri tidak berani atau tidak sanggup melawan pengaruh pihak-pihak asing tersebut karena kita semua memang tidak memiliki kekuatan untuk melawannya. Kita tahu bahwa tambang-tambang di Indonesia justru diambil hasilnya oleh perusahaan asing. Kita tidak suka akan hal itu, namun kita sendiri belum tentu lebih mampu menggolahnya. Ilmu kita terbatas, birokrasi carut marut, teknologi penggolahan belum ada. Karena hal-hal tersebut, sumber daya alam Indonesia sengaja dijual ke pihak asing sehingga paling tidak kita bisa mendapatkan uang dari pihak penggelola tersebut.

[S] Tokoh antagonis (bisa anak-anak, remaja, atau orang dewasa) digambarkan kejam, tidak tahu norma-norma kesopanan, kasar, suka melihat tokoh protagonis menderita, kadang-kadang juga berparas cantik atau ganteng.
[RI] Indonesia melihat pihak-pihak asing tersebut berasal dari negara-negara yang lebih maju daripada Indonesia baik yang besar (USA, Australia) maupun yang tidak terlalu besar (Singapura, Malaysia). Mereka tidak peduli terhadap nasib Indonesia karena apa yang dipikirkannya hanyalah bagaimana mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari negara kita ini.

[S] Tokoh protagonis mendapatkan berbagai bentuk pertolongan yang tidak disangka-sangka dari pihak lain. Mereka bisa berupa manusia maupun bukan (ibu peri, jin baik, dsb). Kadang-kadang pertolongan itu bersifat instan karena hasil dari sihir. Atau alternatif lain, tokoh protagonis dicintai oleh orang lain yang baik, siap berkorban bagi dirinya, kadang-kadang juga kaya.
[RI] Dalam kondisi seperti saat ini, Indonesia memimpikan semua sektor kehidupan bisa berubah menjadi baik dalam sekejap. Caranya adalah presiden atau pemimpin yang bisa menuntaskan berbagai masalah dengan cepat dan bisa menyenangkan semua pihak. Jika tidak begitu, mungkin saja diharapkan ada pihak-pihak luar yang dengan suka rela mau memberikan sesuatu (baca: uang) sehingga segala macam kesulitan yang ada sekarang bisa diselesaikan dengan segera.

[S] Tokoh antagonis mendapatkan ganjaran setimpal atas perbuatannya misalnya sakit, kecelakaan, meninggal, dsb. Alternatif lain, tokoh antagonis langsung menyadari kesalahannya, meminta maaf, dan berubah menjadi baik.
[RI] Indonesia ingin agar pihak-pihak yang dianggap merugikan enyah dari negeri ini dan tidak pernah lagi mencoba untuk melakukan tindakannya lagi. Selain itu jika memungkinkan juga membayar semua kerugian yang telah dialami oleh negeri ini.

[S] Tokoh protagonis kadang-kadang akan memaafkan tokoh antagonis. Alternatif lain, tokoh progonis memberikan hukuman yang setimpal misalnya dilaporkan dan ditangkap polisi.
[RI] Kita sering menganggap bahwa bangsa ini adalah bangsa yang pemaaf. Seandainya memberikan hukuman maka sesuai dengan jalur hukum yang berlaku. Apakah kenyataannya begitu ?

[S] Tokoh antagonis ’kalah’ sehingga tokoh protagonis hidupnya menjadi bahagia.
[RI] Indonesia yang merasa dirinya baik akan kembali menjadi baik jika penganggu dari luar tersebut berhasil dienyahkan.

[S] Sengaja mengulur-ulur jalan cerita sinetron yang laris.
[RI] Menggambarkan bahwa bangsa kita ini cepat puas dengan apa yang telah dicapainya. Jika sudah merasa nyaman berada dalam satu kondisi, kita malas mencari hal lain yang berpotensi memajukan diri kita.

Dari semua hal di atas, saya juga menduga bahwa sinetron sangat digemari di Indonesia bukan karena masyarakat yang butuh hiburan, ceritanya yang bagus, atau pemainnya yang sedap dipandang, namun disebabkan karena isinya yang nyambung dengan paradigma rakyat kita. Bukankah lebih mudah bagi masyarakat untuk menyerap sesuatu yang sudah sesuai atau tidak bertentangan dengan paradigmanya. Paradigma sendiri belum tentu benar, sedangkan sinetron justru menggunakan paradigma ini sebagai ini sebagai menu utamanya. Akibatnya terjadi lingkaran setan yang terus menerus membuat bangsa kita mempercayai dan mengikuti paradigmanya yang salah. Jika hal ini dibiarkan terus bukankah akan menjadi penghabat kemajuan negara kita ini. Akhir kata saya ingin menyampaikan pesan,

JANGAN TONTON TAYANGAN YANG TIDAK BERMUTU KARENA AKAN MERUSAK ANDA DAN MASA DEPAN BANGSA INI.

Hellgate:London Review

Setelah beberapa kali memasukkan game Hellgate London dalam tulisan saya, tentu tidak lengkap rasanya jika saya tidak memberikan review game ini. Saat ini saya telah menawatkan level normal dari game ini. Jadi sedikit banyak saya sudah mengetahui beberapa hal dalam game ini.

Hal pertama yang akan saya bahas adalah area dalam game ini. Hellgate mengatakan bahwa hampir semua area dirandom sehingga player tidak akan menjumpai area yang sama persis ketika dia memasuki untuk kedua kalinya. Ide ini memang hebat dan Hellgate menepati janjinya, namun jika kita bermain lebih dari 7 jam, maka tampaklah bahwa seluruh area tidak lebih dari 8 macam. Dan begitu kita memasuki salah satu macam area maka kita langsung bisa tahu seperti apa bentuk area tersebut. Misalnya area yang disebut dank sewers. Kita pasti akan tahu kalau area tersebut berupa lorong-lorong yang tidak terlalu lebar dengan tangga melingkar ke bewah di bagian tengah. Jika tidak ada tangga maka pasti ada jalan panjang dengan genangan air di bagian tengahnya. Apapun nama areanya, jika kita menemui kata dank sewers ketika loading maka bisa dipastikan begitulah bentuk areanya. Singkat kata, area dalam Hellgate memang random, tetapi sangat monoton.

Hal kedua adalah class. Ada 6 kelas yang bisa dimainkan. Jika anda adalah penggemar berat game Diablo 2, ke-6 kelas di Hellgate bisa disamakan dengan Paladin (Guardian), Barbarian (Blade Master), Sorcerer (Evoker), Necromancer (Summoner), Amazon (Marksman), dan Druid (Engineer). Kesamaan itu bisa dilihat dari skill-skill yang dimiliki oleh ke-6 kelas dalam Hellgate. Walaupun sama, namun Flagship Studio sudah melakukan perubahan di sana-sini sehingga tidak akan sama persis dengan Diablo 2.

Hal ketiga adalah character development. Game ini memakai sistem experience untuk menaikkan level. Setiap naik level akan terdapat 5 point yang bisa dialokasikan ke-4 atribut dari character yaitu accuracy, strength, stamina, dan willpower. Selain itu terdapat 1 skill point untuk dialokasikan ke dalam skill tree. Game ini mendorong player untuk mengambil berbagai macam skill karena penambahan skill point ke skill yang sama akan menghasilkan peningkatan yang lebih kecil daripada ketika mengambil level 1 dari skill tersebut. Misalnya skill sword of reckoning level 1 akan meningkatkan damage sebesar 100%, namun pada level 2 hanya akan meningkatkan damage sebesar 115%. Bagi saya, mengambil terlalu banyak macam skill tidak terlalu berguna karena tidak semuanya bisa digunakan. Hal itu antara lain disebabkan karena shortcut keyboard untuk skill hanya ada 12.

Keempat adalah item. Inilah kekuatan game Hellgate. Ada banyak item berupa senjata, armor, enhancement yang bisa didapatkan. Semua item akan terbagi menjadi 5 macam yaitu common, enhanced, rare, legendary, dan unique (semakin ke kanan semakin bagus dan sulit didapatkan). Semuanya dirender 3D dan setiap digunakan akan nampak pada character yang kita mainkan. Karena character saya adalah guardian, saya hanya tahu item berupa armor, pedang, dan shield. Personally, saya sangat terkesan dengan desain pedang misalnya pedang berlemen fire, mata pedangnya akan tampak seperti terbuat dari larva panas yang berpijar merah, pedang berlemen poison tampak seperti mata gergaji dengan ujung-ujungnya menyala hijau.

Selain desain, saya juga terkesan dengan mekanisme customization. Item berupa senjata bisa di-customize dengan 4 macam benda yaitu relic, battery, fuel, dan tech (tergantung ada tidaknya slot untuk menempatkan 4 macam barang tadi di senjata). Dengan adanya hal ini, player bisa membuat senjatanya lebih mematikan atau memberikan atribut-atribut tertentu pada karakternya.

Mekanisme lain yang baru adalah breakdown item. Dalam petualangan, player pasti akan menjumpai item-item yang tidak cocok untuk kelasnya atau tidak disukainya, maka item-item itu bisa di-breakdown menjadi komponen-komponen yang terdiri dari 8 macam. Nantinya komponen ini bisa digunakan untuk membuat item-item baru di crafter (NPC pembuat item yang ada di semua station).

Sedikit kekurangannya adalah semua item yang digunakan akan membutuhkan sejumlah ‘recource’ berupa attribut dari karakter kita misalnya sword membutuhkan X willpower, helmet Y willpower, gloves Z willpower. Maka untuk memakai ketiga item diatas minimal player harus mempunyai X+Y+Z willpower, jika willpower kita tidak cukup maka salah satu item tersebut akan tidak digunakan. Dan 1 item tidak hanya menggunakan 1 macam attribut, ada juga yang memakai 3 attribut. Kekurangan lainnya adalah ada pada inventory. Tidak adanya tombol autosort membuat player harus terus menerus menyusun inventorynya agar muat dengan semua item yang dibawanya. Saya mengatakan item adalah nilai lebih dari game ini karena ia menyempurnakan hal yang paling addictive Diablo 2 menjadi lebih addictive lagi.

Hal kelima adalah monster. Sama seperti item, monster juga ada beberapa macam yaitu common, rare, dan legendary. Desain monster lumayan bagus. Player akan menemukan berbagai bentuk monster yang akan membangkitkan selera hack-slash player pada pandangan pertama. Sayangnya tidak cukup banyak stok jenis monster. Saya mengatakan agak karena jenis monster yang muncul hanya itu-itu saja dan di area-area selanjutnya hanya akan berubah nama, besar kecilnya, warna, besarnya damage yang dihasilkan dan healthnya, kadang-kadang elemen serangannya. Kekurangan itu ditutup dengan adanya randomize pada tiap area. Hal itu membuat player akan menemukan kombinasi monster yang berbeda tiap memasuki sebuah area. Karena kombinasi yang berbeda, player senantiasa dituntut untuk mencari kombinasi terbaik antara senjata dan skill untuk mengalahkan semua monster tadi.

Hal keenam adalah gameplay. Hellgate adalah game berbasiskan misi, dimana player akan menjalankan berbagai misi yang diberikan oleh NPC. Secara umum misi dibagi menjadi 2 yaitu story related dan secondary. Story related harus dijalankan agar jalan cerita dapat berlanjut, sedangkan secondary bersifat optional. Jika kita menjalankannya maka akan ada imbalan berupa item, experience, paladium (uang), dan influence terhadap NPC di station tersebut. Misi story related bisa dikatakan agak bervariasi karena ada berbagai hal yang dilakukan antara lain membunuh bos, menjalankan mech raksasa, mengendalikan turret, permainan mirip RTS sederhana, dll. Secondary mission, saya katakan sangat-sangat boring karena hanya ada 4 macam yaitu bunuh monster X di area Y sebanyak Z, ambil item A sejumlah B dari monster C di area D, bunuh monster X di area A, aktifkan barang X sebanyak Y di area Z. Keempat hal ini pasti kita terima dari semua NPC di setiap station dan jumlahnya lebih dari sekali. Saya juga bisa katakan kalau reward dari misi secondary ini umumya tidak berguna karena kalah bagus dari yang kita dapatkan dari musuh.

Hal ketujuh adalah story. Hellgate punya story yang sangat-sangat sederhana dan tidak menarik untuk diikuti. Bahkan story Diablo 2 yang juga sederhana masih lebih menarik untuk diikuti. Story sendiri hanya disampaikan lewat cutscene yang sangat tidak inspiratif. Hanya cutscene intro saja yang sangat menarik untuk dilihat. Sayangnya hanya sedikit berhubungan dengan gameplay yang dimainkan. Saran saya jika ingin cerita yang lebih menarik di dunia Hellgate London baca saja novelnya yang ditulis oleh Mel Odom.

Itulah seluruh review saya untuk game Hellgate London. Saya berkesimpulan bahwa game ini secara ide sudah bagus, namun gagal dalam hal pelaksanaannya. Berdasarkan pengalaman bermain selama 3 minggu, saya tidak puas dengan game ini.

The Irony [Finalle]

......
: Halo, KHMF
: Lagi ngapain nih ?
:
: Aq mau ngomong 1 hal nih
: Sudah lama aq mau ngomong tentang ini
: Kl ngomong langsung rse kurang tepat, nulis jg kurang pas
: makae pake media yang semi nulis & ngomong
: :D
:
: Tp sebelum aq ngomong ada beberapa hal yg u kudu inget
: Jangan kaget, jangan heran
:
: Jangan mikir macem-macem, trima ae omonganku seperti apa adanya jok diartino macem2 soale memang gk ada maksud macem2
: Yg terakhir PLEASE jok nganggep aq orang aneh soale ngomong ky gini. Ini asli ungkapan yg tulus tanpa ada maksud apa2.
: So r u ready ?
: Then let it begins
: Aq cuma mau bilang minta maaf SEANDAINYA selama ini ada tindakan atau perkataanku yg kurang berkenan di hatimu
:
:
:
: Mgkn aq terlalu semangat nulis ae sp kelepasan, jd kemungkinan ada kata2 yg menyinggung/terlalu lancang/apalah
:
: So would you forgive me ?
:
: Mke aq bilang seandainya, kl umpamae gk ada ya baguslah. Berarti selama ini semua kaliamt yg tak lemapr ke sana sini ternyata isinya baik2 
:
:
:
: Menurut aq gk ada sih, entah kl nurut u kurang baik, tp tak rasa aq gk ada masalah blazz itu
: Tp lebih baik jg kl qta saling memaafkan sp tau ada kesalahan yg sengaja maupun tidak sengaja qta lakukan & sempat menyakiti perasaan orang lain
:
:
: U gk nganggep aq orang aneh kah setelah ngomong ky gini ?
:
:
: Thx kl gitu, yg penting kita tetap berteman kan
: 
:
:
: Glad 2 hear that
: Karena omonganku udah selesai, cau dulu yah, ada yg masih harus dikerjakan nih
: Bye, C U again sometimes, I’ll contact u latter
:
:
....

With that, he is reliefed from his burden. A burden that he always carries on in his mind. He can forgive himself for what he has done. So, this time he keeps his promise to leave and never looking back again. He knows the memory will still linger in his mind for along time. It’s the price he has to pay. His faith will be tested, but the song always there to help him remembering his promise and faith. The song which says ”I cannot go through this again. This time, I'm not coming back”

Saturday, December 15, 2007

These Days

Banyak hal-hal yg bersliweran di dalam pikiranku these days. Mikir ini itu dsb. Kadang jg pingin nulis di sini, tp gk isa nemu kata2 yg tepat. Better keep working untill it's done. Anyway, there are still six posts from me, the five ones are serious matter and the other is imagination. Can't wait to post it in here.

The Bread Girl

Popular bread on the right
A girl stands behind the machine
Tall and slim
White skinned

Black straight hair
Above the oval face
Eyes never look to you
Always looks down
Hidden tears on your eyes

Emptiness
Sadness
Regret

Why ?
Burden
Lost
Unfulfilled

Guess I’ll never know
Just the old memories
Candy and Cobain
The bread girl of Candy & Cobain

Friday, November 30, 2007

Great Abyss and Infinite Sky

[A year and a night ago]
Made up his mind
It was wild, dangerous, and blind
Collected all his bravery
He tried that thing
Mind commanded, fingers were moving
It was started with small quantity
Ahhhhh…………….
Heaven couldn’t feel like this
You were sweet so damn beautiful
Others reached out for you
Didn’t even care to what they become
My heaven, my beauty took me 10 miles high to the sky above where god himself reside in it
Or maybe god touched and bless me with you
We would find peace in this wretched world now, someday, and forever
Don’t care about the thing that they said
Even the world burned to ashes, you were inside me forever
Keep it still and steady
My beauty, my precious

[Going deeper ‘Inside His Mind’]
Throwing every single of me inside you
Just for you
Everything else is meaningless
You and I are 1

[Blank]
NO more, is it true ? NO more, it doesn’t true, NO more
NO NO NO NO HOW DOES IT HAPPEN ????!!!!!
What have I’ve done ? Where am I ?
Please god, where are you now ? Why you take it from me ?
My sins to you, please forgive me
Crying..crying..crying
Too late, too late
PAIN
PAIN, BLEED, TEARS
PAIN
PAIN, BLEED, TEARS
Everyday is exactly the same PAIN
Just like the last time
Just beg and cry
It won’t be coming again
DAMN YOU !!!
Beautiful layer
Precious whore
Now I’m fill with disease, infection
Fell so impure
.
.
.
LEeeeeT MEeeee GOOoooo !!!!!!
[{>({)}S><}{)))>><{}(]
If I could go back in time
I will fix myself
I’ll find a way
Before I’m six foot deep

Wednesday, November 21, 2007

Unreal-Futsal

Beberapa waktu lalu saya membaca di surat kabar bahwa di Rusia ada satu jenis olah raga baru yaitu chess-boxing. Sesuai namanya olah raga ini menggabungkan pertandingan tinju dan catur. Satu pertandingan dibagi menjadi beberapa ronde, dimana ronde ganjil digunakan untuk catur (selama 4 menit) sedangkan genap untuk tinju (selama 2 menit). Seorang atlit dianggap menang pertandingan dengan cara skakmat, KO, keputusan juri, atau jika lawan telah menghabiskan keseluruan waktu permainan catur (12 menit). Olah raga ini sendiri baru ada di Jerman dan Rusia. Mungkin jika sudah diterima masyarakat luas bisa saja suatu hari nanti olah raga ini akan dimasukkan ke olimpiade.

Terinspirasi oleh hal tadi, saya juga ingin menciptakan permainan hybrid seperti itu. Saya sudah merencanakan namanya yaitu Unreal-Futsal. Futsal adalah cabang olah raga yang mirip dengan sepak bola dan dimainkan oleh 5 orang dalam 1 timnya. Sedangkan Unreal adalah game multiplayer FPS di PC. Khusus untuk permainan ini yang dipakai adalah seri Unreal terbaru yaitu Unreal 3. Mode yang dipakai adalah Team Deathmatch (TD). Dalam TD ada dua tim yang bertanding (umumnya tim merah dan biru) dimana masing-masing tim berusaha membunuh anggota tim lawan sebanyak-banyaknya dalam satu ronde yang telah ditentukan waktunya. Setiap pemain yang berhasil membunuh lawannya akan memperoleh nilai frag. Sedikit catatan mengapa mode TD yang dipilih, pertama TD harus dimainkan oleh dua tim, kedua TD sangat mudah dimainkan dan tempo permainannya yang sangat cepat.

Cover Unreal Tournament 3

Saya juga sedikit memikirkan sedikit peraturan untuk hal ini. Pertama permainan ini dibagi menjadi empat babak. Babak 1 dan 3 adalah futsal, sedangkan babak sisanya adalah Unreal. Kedua Futsal tetap memakai aturan sudah ada, sedangkan yang berubah adalah waktu tiap babaknya yaitu menjadi 15 menit. Ketiga Unreal memakai peraturan no friendly fire, instant respawn, dan berlangsung selama 15 menit. Keempat score permainan. Score dihitung dengan menggunakan sistem konversi. Alasannya adalah agar kedua permainan memiliki kontribusi yang sama dalam menentukan kemenangan sebuah tim. Gambaran kasarnya saya adalah 1 poin sama dengan 1 gol futsal atau 30 frag untuk 1 tim. Jika hasil bagi nilai frag tidak bulat maka dipakai sistem pembulatan satu angka di belakang koma. Contohnya 1,0 sampai 1,4 sama dengan 1, sedangkan 1,5 sampai 1,9 sama dengan 2.

Sebagai penutup, saya ingin mengemukakan alsan mengapa ide ini saya buat. Dari pengalaman, saya mengetahui bahwa seorang gamer PC cenderung tidak banyak bergerak. Mereka hanya duduk dan menatap ke monitor saja selama berjam-jam. Hal ini tentu tidak baik karena orang membutuhkan olah raga agar tubuh bisa menjadi lebih fit. Untuk mendorong gamer PC ’berlatih’ game sekaligus berolah raga maka permainan ini saya ciptakan.

Lebih jauh lagi bidang olah raga yang bisa digunkan tidak terbatas pada futsal saja, tetapi semua jenis olah raga yang memakai nilai sebagai penentu kemenangan. Namun saya menganjurkan agar olah raga tersebut dilakukan di tempat yang tidak terlalu luas sehingga permainan bisa berlangsung cepat tanpa terlalu banyak berpindah ke sana ke mari tapi tidak kunjung menghasilkan poin. Untuk jenis gamenya sendiri bisa digunakan genre selain FPS, yang dipentingkan adalah permainan elektronik apa saja yang bisa dimainkan bersama-sama oleh semua anggota dalam 1 tim sehingga kekompakkan dan kerja sama tim tetap bisa terjaga.

Balada Dangdut

Pada kesempatan sebelumnya saya telah membahas soal kecenderungan industri musik di Indo. Pada bahasan kali ini saya akan memfokuskan diri pada satu jenis musik saja yaitu dangdut. Seperti kita ketahui dangdut adalah jenis musik yang disukai hampir oleh seluruh rakyat Indonesia. Setiap pagelaran musik yang menyuguhkan penyanyi dangdut pasti orang-orang akan berduyun-duyun menyaksikannya. Begitu juga pada acara pernikahan di daerah Jatim ini, orang yang punya acara pasti menyuguhkan musik dangdut sebagai sarana penghibur dan penyemarak suasana. Salah satu produsen rokok juga tidak ketinggalan untuk menyertakan musik dangdut sebagai sarana mempromosikan produknya dimana hal itu terlihat dari iklannya di televise yang menggambarkan suasana pertunjukan musik dangdut.

Beberapa tahun belakangan ini gaung musik dangdut juga semakin menjadi-jadi. Banyak orang yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut. Salah satunya adalah Inul Daratista. Pendapat saya, Inul adalah seorang entertainer yang hebat karena selain bernyanyi ia juga mempopulerkan pakem bahwa musik dangdut harus diikuti oleh goyangan yang heboh. Pada saat ini mungkin saja kepopuleran Inul sudah tidak setinggi sewaktu dia muncul pertama kali karena begitu banyak pendatang baru yang masuk ke jalur musik dangdut ini. Tapi tetap saja jika nama Inul disebutkan pada suatu pertunjukkan musik pasti penonton akan menyambut antusias penampilannya. Bahkan untuk saya sendiri yang sama sekali bukan penggemar musik dangdut ada sesuatu yang lebih jika mendengar suatu pertunjukkan (baik dangdut maupun bukan) yang mengikutkan Inul di dalamnya.

Jika kita bisa mengingat kembali di masa awal-awal Inul mulai popular. Betapa berat tantangan yang harus dihadapinya. Banyak pihak mengecam penampilannya di panggung. Mereka mengatakan bahwa goyangan Inul sangat-sangat melanggar norma kesopanan yang dijunjung tinggi masyarakat Indo. Saya masih ingat bagaimana Inul menangis ketika mengunjungi Gus Dur karena besarnya kecaman yang ditujukan kepadanya termasuk yang datang dari musisi dangdut senior Rhoma Irama. Memang sangat berat bagi seseorang untuk menjadi pelopor dalam suatu hal yang baru. Sebagai perbandingan, dahulu grup musik legendaris Deep Purple juga dibilang hanya mampu membuat lagu-lagu yang terlalu ribut. Padahal jika dilihat sekarang, musik rock atau metal tidak akan seperti sekarang jika tidak ada band seperti Deep Purple.

Dengan kepopuleran Inul, muncul wacana bahwa di Indo perlu adanya UU anti pornografi dan pornoaksi. Pihak pemerintah terus saja berjuang bagaimana merumuskan undang-undang yang paling tepat. Di sisi lain pakem yang telah dibuat Inul seperti sudah mendarah daging. Tidak terhitung berapa banyaknya penyanyi dangdut wanita tunggal maupun grup yang membawakan lagu-lagu dangdut dengan goyangan yang makin heboh. Pihak-pihak yang dahulu mengecam Inul-pun seakan-akan tidak kuasa lagi membendung perkembangan musik dangdut ini karena penggemar dangdut memang tidak peduli dengan semua wacana norma atau UU. Mereka hanya perlu hiburan dan dangdut menyediakan, jadi peduli amat dengan aturan-aturan. Jika saya seandainya saya adalah pencinta dangdut maka saya akan mengatakan “Ok, anda bilang itu melanggar norma-norma. Silakan anda yang paham buat aturan-aturannya. Kita hanya perlu hiburan setelah sehari-hari bekerja. Jadi mari kita rame-rame menonton dangdut sambil bergoyang.”

Di sini saya tidak akan membahas perlu atau tidaknya UU yang mengatur tentang anti pornografi dan pornoaksi karena itu diluar kapasitas saya sebagai warga negara. Saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya lihat dan ada dalam pikiran saya. Beberapa waktu lalu saya melihat acara di Indosiar yang berisi pemilihan penyanyi dangdut muda. Kebetulan bintang tamu pengisi acara itu adalah Trio Macan. Melihat mereka beraksi, saya bisa mengatakan bahwa goyangan dan pakaian mereka benar-benar bisa membangkitkan pikiran yang tidak-tidak dalam diri laki-laki. Seingat saya memang mereka tidak mengenakan pakaian terbuka. Seandainya pakaian tersebut berwarna hitam semuanya saya bisa mengatakan bahwa pakaian tersebut relatif sopan, namun kenyataanya tidak begitu. Pakaian mereka pas badan dengan warna yang sama dengan warna kulit. Ditambah lagi dengan goyangan dengan pose dan fokus pada bagian-bagian tubuh tertentu, maka mau tidak mau pasti orang yang melihat (terutama laki-laki normal) pasti akan membayangkan hal-hal diluar lagu dangdut itu sendiri. Jika saya mengatakan hal ini, pihak Trio Macan akan berdalih pikiran-pikiran seperti itu muncul karena orang itu sendiri yang pada dasarnya pikirannya memang kotor. Ok, saya bisa menerima pendapat itu, tapi sebagai perbandingan cobalah melihat DVD live Marilyn Manson yang berjudul Gun, God, Goverment (saya pernah membahasnya pada artikel lain di blog ini) terutama pada lagu Lunchbox. Aksi Trio Macan hanya seperti 3 anak kecil yang menyanyi bersama di panggung sekolah.

Hal yang menurut saya perlu dilihat bukanlah apakah pikiran penontonnya yang kotor atau memang penyanyinya yang mengundang ke arah sana. Pertama kita tahu bahwa semua orang pasti bisa mendengar dan melihat aksi dari penyanyi dangdut, namun berapa orang yang bisa menikmatinya dari sudut pandang seni ? Saya yakin tidak banyak. Menurut saya, menikmati dari sudut pandang seni adalah mampu menggabungkan semua aspek (pengelihatan, pendengaran, perasaan) yang ada dalam pertunjukkan tersebut dan menemukan inti sesungguhnya dari seni tersebut. Jika fokus hanya diarahkan pada satu aspek saja, apa yang dipersepsikan tentu akan menyimpang dari inti seni itu sendiri. Sebagai contoh, di Bali ada model yang memang mau dilukis dalam keadaan telanjang. Bagi orang awam hal ini bisa dipandang sebagai bentuk pornografi, namun bagi pelukisnya profesional bisa saja hal ini dipandang sebagai bentuk manusia yang sesungguhnya sebagaimana Tuhan menciptakan. Disini kita bisa melihat bagaimana pelukis mampu melihat sesuatu yang jauh lebih indah daripada apa yang mampu diterima oleh indra pengelihatan saja.

Selain aksi panggung, saya juga ingin membahas tentang teknik menyanyi dangdut itu sendiri. Pada acara Stardut, saya melihat salah satu kometator yang merupakan salah satu artis dangdut bernyanyi. Ketika mendengar saya baru sadar ini adalah cara menyanyikan lagu dangdut yang sebenarnya atau mungkin juga dangdut gaya lama. Dari situ juga saya menimpulkan bahwa untuk menyanyikan lagu dangdut membutuhkan suatu teknik tertentu dan juga latihan. Kebetulan saya hanya tahu satu teknik saja yaitu cengkok, namun pasti dalam musik dangdut ada lebih banyak lagi teknik. Di lain sisi, jika saya mengamati penyanyi dangdut saat ini hampir semuanya menyanyi dengan gaya pop atau bahkan rock misalnya lagu Cucak Rowo (gaya pop), Mbah Dukun (gaya rock). Dari segi aransemen menurut saya lebih unk lagi. Sebagian besar isi lagu memakai gaya dangdut (dominan suara ketipung, suling, keyboard), namun pada bagian intro atau interlude bakal memakai gaya Hard Rock bahkan Metal (dominan suara distorsi gitar, melodi gitar dengan kecepatan tinggi, gebukan bass drum, snare, cymbal). Ada juga yang menggunakan unsur-unusr lagu house dalam lagu dangdut misalnya Kucing Garong. Selain itu ada juga kebiasaan mengarasemen lagu-lagu pop dengan menggunakan alat-alat musik khas dangdut (ketipung, suling, keyboard) misalnya lagu Separuh Napas (Dewa 19) ketika dinyanyikan oleh Inul. Karena bukan komposer musik, saya tidak tahu apakah sebuah lagu pop jika dimainkan menggunkan ketipung, dkk sudah bisa dikategorikan lagu dangdut.

Hal terkahir yang saya amati adalah musik dangdut saat ini suka sekali mencomot barisan nada dari lagu lain. Sekali lagi saya tegaskan barisan nada bukan chord. Saya tahu bahwa suatu lagu bisa saja mempunyai baisan chord yang sama persis misalnya With or Without You (U2) dengan Whenever You Will Go (The Calling), namun susunan nadanya sama sekali berbeda. Dari hal itu maka kesamaan urutan chord tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan plagiat. Namun yang saya lihat dari lagu dangdut adalah mencomot mentah-mentah urutan nada-nada dari lagu lain. Yang saya temukan adalah lagu Cucak Rowo hampir ¾ bagiannya mencomot lagu anak-anak berbahasa Inggris (sayang saya tidak tahu judulnya, namun saya punya lagu tersebut). Contoh lain adalah lagu Kucing Garong bagian interlude bahkan mencomot dari 3 lagu yang berbeda yaitu Rasputin (Bonnie M), Otherside (Red Hot Chilli Papper),dan 1 lagu House yang saya tidak tahu judulnya, namun cukup populer. Dari sebuah sumber, saya membaca bahwa suatu lagu dikategorikan plagiat jika 7 baris nadanya sama persisi dengan lagu lain. Saya tidak tahu kedua lagu tadi sudah mencomot berapa baris. Mungkin saja masih kurang dari 7 sehingga tidak ada pihak label yang mengajukan gugatan. Atau mungkin saja label malas mengajukan gugatan karena memang begitullah gaya pencipta lagu dangdut.

Saya sangat menyayangkan bahwa musik dangdut sebagai suatu karya seni khas Indonesia hanya dibiarkan begitu saja dan terperosok dalam berbagai macam cap yang buruk termasuk salah satunya musik kelas rendahan. Sungguh sayang sekali.
Akhir kata, bisa saja semua contoh dan deskripsi yang saya kemukakan di atas salah karena saya memang bukan ahli musik. Tapi begitulah pendapat saya sebagai penonton TV yang mau tidak mau pasti suatu kali akan berhadapan dengan lagu-lagu dangdut.

(bagi pembaca, saya mengucapkan terima kasih karena sudah bersedia membaca artikel yang begitu panjang yang serius dan tanpa ada gambar atau variasi lainnya)

Inside His Head

I am too connected to you
Slip away, fade away.
Days away I still feel you
Touching me, changing me,
And considerately killing me.
                                                    ['H.' by Tool]

Foreigners say Kuta is a wonderful beach
Listeners say The Beatles is an extraordinary band
Buyer say Roll Royce is the most luxurious car
I say You are so beautiful

Oh my beautiful Liar
Oh my precious Whore
my Disease my Infection
I AM so impure
                                                       ['Reptile' by NIN]

Wednesday, November 7, 2007

Antara Seni Musik dan Komersialitas (part II)

Pada bagian sebelumnya saya menceritakan bagaimana saya berkenalan dengan band Tool. Dari yg semula merasa tidak suka dan menyesal telah membeli albumnya sampai akhirnya mengaggumi band ini. Pada bagian ini saya lebih menyoroti perkembangan band di tanah air. Sebelumnya saya katakan bahwa saya SAMA SEKALI TIDAK membenci hasil karya band tanah air karena bagaimana-pun juga setiap lagu adalah hasil karya seni dan setiap seni pasti memiliki keindahan tersendiri bagi org yg bisa menikmatinya.

Saya sendiri tidak tahu kapan dimulainya tren membentuk band di Indo. Saya hanya merasa sejak band Sheila on 7 muncul dan populer banyak sekali band2 Indo yg bermunculan. Kebanyakan mengusung musik pop dengan balutan suara distorsi gitar. Beberapa juga memasukkan unsur musik rock dalam iramanya. Ada band2 tertentu yg juga menyebut musiknya dengan genre tertentu ada juga yg tidak. Apa-pun klaim band tersebut bagi saya unsur pop biasanya paling mendominasi. Entah itu karena pemilihan tema liriknya atau nada2 yg dipilihnya. Saya biasanya cukup mengatakan ini genre pop Indo.

Yg saya sayangkan adalah musik2 mainstream di Indo terlalu dikendalikan oleh industri. Hanya sedikit celah yg bisa dimanfaatkan oleh musikus utk mengekspresikan jiwa seninya. Saya pasti tidak akan bisa menemukan band seperti Tool di jalur mainstream Indo. Akibatnya band2 Indo (terutama yg baru) terasa monoton bagi saya. Tema paling umum yg dipakai dalam lagu adalah cinta. Ada musisi yg beralasan tema ini bersifat universal, semua orang mengerti, dan sangat luas utk dieksplorasi. Saya setuju hal ini, tetapi apakah harus tema cinta manusia ke manusia saja yg dipakai ? Beberapa lagu dengan tema cinta berbeda saya temukan di lagu Pangeran Cnta (Dewa) dan Sandaran Hati (Letto). Walau saya hanya mendegarkan lagu2 ini jika dimainkan di TV saja, saya angkat topi bagi band yg bisa membuat tema sedalam ini.

Dalam hal komposisi lagu dan aransemen memang antara satu band dengan lainnya pasti terdapat perbedaan, namun tetap berada pada benang merah yg persis sama. Saya sangat menyayangkan hal ini karena sangat banyak musisi berbakat di Indo, namun karena tangan2 besi major label mereka harus tunduk pada pakem aransemen yg ada. Saya tidak tahu lagi jika ternyata musisi itu sendiri yg dengan suka rela menyerahkan dirinya dan mengorbankan bakatnya kepada tangan2 besi major label. Semua dengan alasan untuk mendapatkan kontrak dan agar musiknya laku dijual di pasar. Jika benar hal ini yang terjadi 1 kalimat yg pas adalah ”Happiness in Slavery.”

Pihak major label tidak juga bisa disalahkan sepenuhnya karena mungkin juga konsumen Indo lebih menyukai musik ringan yg mudah dimengerti dan dinyanyikan. Seandainya diberikan musik seprti Tool mgkn tanggapannya pasti tidak jauh beda dari bapak saya ketika mendengarkan Tool. Kemungkinan lain dari saya. Sejak SO7 populer di tanah air, konsumen Indo seakan-akan sudah diedukasi bahwa musik seharusnya seperti itu. Dengan semakin banyaknya band2 yg mengikuti jejak SO7, edukasi itu semakin lama semakin merasuk sehingga akhirnya dalam benak konsumen Indo terbentuk pakem bahwa musik yg bagus adalah pop dengan balutan unsur2 rock ringan dan bertema cinta. Jika hal ini terjadi tentu mau tidak mau siapapun musikus yg ingin berhasil secara finansial harus mengikuti pakem ini. Jadi musisi dan genre musik bisa dianalogikan seperti telur dan ayam, manakah yg muncul lebih dulu ?

Satu hal yg sedang ngetren di Indo adalah penjual musik utk diapakai sebagai ring tone atau nada sambung pribadi. Dengan maraknya bajakan di Indo, penjualan album berupa kaset atau CD tidak bisa terlalu tinggi. Untuk menyiasati hal ini major label bekerja sama dengan provider atau operator seluler utk memasarkan musiknya secara digital. Hal ini adalah langkah yg sangat bagus dari segi marketing. Yg saya sayangkan adalah akibat dari strategi ini. Saya melihat bahwa cover kaset atau CD sekarang dipenuhi oleh kode2 ringtone atau NSP. Kesannya adalah cover itu hanyalah pemanis yg ujung2nya juga digunakan sebagai media utk mendapat pundi2 uang yg lebih banyak lagi. Padahal bagi band di luar negeri seperti Tool cover album justru adalah media utk mengekspresikan seni.

Sebagai penutup saya ingin memberikan suatu ide bagi band di tanah air. Umumnya band suatu saat pasti mempunyai ide untuk mengubah arah musik yg selama ini telah mereka buat misalnya yg biasa membuat lagu2 pop mellow suatu saat mempunyai ide utk membuat musik pop yg lebih upbeat atau yg lainnya. Utk kreasi2 yg diluar pakem atau warna musik umum dr band itu kemungkinan besar akan ditolak oleh label dan tidak dimasukkan dalam album. Tetapi suatu band-kan tidak harus hanya dinikmati dari CD atau kaset. Maka dari itu saya punya usul agar lagu2 yg lebih berkesan project ini ditampilkan saja secara live. Agar penonton tahu, sebelumnya band harus memberikan kata2 pembuka sebelum lagu ini dimainkan misalnya ”Ini adalah lagu yg baru kami buat 1 jam sebelum naik ke atas panggung. Bagi tentu belum tahu lagu ini. Bla...bla..bla... Lagu ini diberi judul bla..bla...bla.” Mgkn saat pertama kl fans tentu akan diam saja mendengarnya, tp jika lagu selalu disisipkan pada tiap kesempatan tentu fans akan mengenal dan membicarakannya. Dengan perkembangan teknologi musik digital saat ini, bukan tidak mgkn ada fans yg membuat bootleg dari lagu ini dan menyebarkannya ke internet.
Jika hal ini dilakukan terus-menerus tentu akan menjadi semacam edukasi bagi fans agar mengetahui bahwa band ini mempunyai keinginan utk membuat lagu dengan warna seperti ini. Tanggapan dari fans bisa diketahui dari email, forum, mgkn juga request bootleg tersebut di radio, dll. Jika ternyata sambutan positif, tentu major label pasti akan mau menerima gaya musik yg baru ini dan memasukkan lagu tersebut dalam album. Singkatnya cara ini sebenarnya menggunakan kekuatan fans untuk ’memaksa’ major label agar mau menerima idealisme suatu band. Satu catatan akhir ada baiknya seluruh hal ini dikonsultasikan terlebih dahulu dengan kuasa hukum band tersebut untuk mencegah adanya pelanggaran terhadap kontrak yg telah ditandatangani band tersebut.

Kornet So Good

Beberapa waktu lalu saya beberapa kali mendengar iklan satu produk makanan baru yaitu kornet ayam dan sapi merk So Good. Awalnya saya amat bosan mendengarkannya karena dalam jangka waktu sekitar setengah jam kira2 iklan ini muncul 5 kali. Beruntung setelah 5 kali itu akhirnya saya mampu untuk mengacuhkan iklan ini. Dan iklan ini terus saja berbunyi. Sampai suatu saat, isi dari iklan ini benar2 masuk ke telinga saya dan diproses oleh otak. Saya akhirnya paham apa maksud dari iklan ini. Dan menurut saya cukup memprovokasi.

Hal pertama yg saya tangkap, iklan ini bertujuan utk mengenalkan produk kornet yg baru itu. Sudah wajar jika produk baru diperkenalkan ke masyarakat lewat iklan di televise. Karena ini kornet sebelum dimakan perlu sedikit diolah terlebih dahulu, wajarlah jika iklan ini diletakkan di pagi hari waktu ibu2 banyak yg menonton televisi.

Yg kedua adalah bagaimana cara mengolah bahan kornet menjadi makanan. Apa mgkn kita tidak mengerti bagaimana cara mengolah bahan makanan ini ? Saya tidak tahu pasti. Yg pasti ibu saya umumnya mengolah kornet dengan cara dimasak dengan telur. Saya menyebutnya ommelete kornet. Mgkn satu acuan yg bisa saya pakai adalah perkataan staff di pabrik kornet merk Pronas di Bali. Bapak tersebut mengatakan bahwa layanan konsumen Pronas sering ditelpon oleh ibu2 yg menanyakan bagaimana cara mengolah kornet selain dengan menggunakan telur. Staff tersebut memberi alasan bahwa kornet sebenarnya adalah bahan makanan dari Belanda sehingga wajarlah jika kita yg hidup di Indo agak bingung bagaimana cara mengolahnya.

Kembali ke iklan tadi. Di sana disebutkan bahwa kornet bisa dicampur dengan nasi goring, bubur, dan mie instant. Jd dengan hal ini So Good sudah melakukan sebuah terobosan utk mempopulerkan kembali bahan kornet ke masyarakat. Saya sendiri melihat bahwa Pronas dan CIP, dua merk kornet local yg sudah lama ada di Indo, tidak terlalu agresif utk mengiklankan produk kornetnya ke masyarakat dan juga tidak mengedukasi masyarakat utk menggunakan kornet dalam campuran makanan2 ringan yg sering dikonsumsi oleh masyarakat.

Sebagai orang yg awam teori pemasaran saya cukup tergerak dengan iklan ini. Sampai saya bertanya ke ibu, bagaimana model & rasa masakan mie instant yg dicampur dengan kornet ?

Monday, October 29, 2007

Antara Seni Musik dan Komersialitas (part I)

Seminggu terakhir ini, saya sedang demen2-nya mendengarkan 4 buah studio album yg dibuat oleh satu band dari USA yaitu Tool. Sedikit kilas balik. Saya pertama kali tahu band ini dari berita di Metropolis (kuartal pertama tahun 2007) yg mengatakan (seingat saya) Tool adalah band terkenal sekaligus paling tidak dikenal di USA. Saya sendiri tidak pernah tahu mengapa si penulis mengatakan hal ini. Dari berita tersebut saya mengetahui bahwa band ini punya sebuah album baru yang berjudul 10.000 days. Karena waktu itu saya sedang gemar dengan musik metal, saya tertarik untuk membeli album tersebut.

Pada bulan Maret 2007, akhirnya album itu sampai di tangan saya. Saya langsung memainkan track 1 yg diberi judul Vicarious. Mendengar intronya saya bilang ’wah unik juga melodinya dan juga ada metalnya’. Kesan itu hanya bertahan sekitar 2 menit karena beat, irama, lirik lagu itu berubah setelah itu. 4 menit berlalu dan saya menjumpai irama yang lagi2 berubah. Dalam waktu saya juga bertanya-tanya kapan lagu ini akan kembali ke verse yg pertama tadi. Akhirnya pada bagian outro baru saya menemukan intro seperti yg saya temui pertama kali tadi.

Saya kembali mencoba mendengarkan beberapa lagu setelahnya. Yg saya temukan hanya irama, beat yang tidak lazim, dan juga lirik yg tidak jelas. Bahasa gampangnya orang menyanyi dengan gaya kumur2 dan teriak2 gk jelas pada bagian2 tertentu. Pada dasarnya saya adalah pendengar musik konservatif yg lebih suka dengan lagu2 yg urutannya jelas seperti verse-chorus-verse-chorus-interlude-chorus dan variannya sambil sekali2 ikut menyanyikan lirik lagu itu. Mendengar Tool, saya sama sekali tidak bisa melakukan hal itu. Pada satu kesempatan saya juga memutar seluruh album 10.000 Days dari awal sampai akhir di rumah. Kebetulan waktu itu ada bapak saya yg juga ikut mendengar. Pada saat track kedua sebelum terakhir mengalun, bapak saya mengatakan ’Ini lagu yg dibuat oleh org2 yg tidak becus bermain musik. Isinya cuma ribut2 yg tidak jelas tanpa ada suatu melodi tertentu.’ Lalu bapak meninggalkan saya sendirian utk mendengarkan sendiri album tersebut sampai habis. Setelah habis saya merasa pusing, lelah merasa cukup menyesal telah membeli album itu dan memutuskan untuk menyimpan saja album itu.

Saya tidak berhenti sampai di sana. Setelah itu saya membaca riwayat band Tool ini dari Wikipedia. Dari situ saya tahu bahwa Tool adalah band progressive rock. Satu hal yg menarik juga adalah vokalis band ini (Maynard James Keenan) adalah kebiasaannya pada waktu tampil live. Dia lebih memilih berada pada baris kedua di belakang pemain bas dan gitar kadang-kadang juga memilih berada pada tempat yg sedikit gelap atau tidak terlalu banyak lampu. Hal ini cukup aneh karena kebanyakkan vokalis band selalu ditempatkan di depan dan umumnya menjadi pusat perhatian. Keenan punya alasan mengapa ini dilakukannya, dia ingin agar pendengar musik Tool lebih memperhatikan irama dan beat dari suatu lagu daripada sibuk memenyanyikan lirik dan memperhatikan aksi pangung anggota band. Dari hal2 ini saya baru mengerti mengapa musik Tool bersifat dinamis (berubah dari satu irama ke lainnya dalam 1 lagu dan tidak mengikuti pola verse-chorus-verse dst) dan juga liriknya yg tidak terdengar jelas.

Selanjutnya saya mencoba utk men-download ketiga studio album dari Tool dan saya juga menemukan hal yang kurang lebih sama dengan album yg saya beli sebelumnya. Kali saya lebih mampu utk menikmati musik Tool dan saya mengagumi akan kemampuan band ini menciptakan musik yg bersifat atmospheric. Karena semua hal2 di atas wajarlah jika Tool menjadi band paling tidak dikenal di USA. Logikanya adalah penikmat musik jenis konservatif sangatlah banyak, kita ambil sebagian kecil dari golongan itu yg merupakan penggemar musik rock dan ambil lagi sebagian dari kelompok kecil itu merupakan penggemar progressive rock.

Setelah mendalami lebih lanjut saya akhirnya mampu utk menikmati musik Tool. Caranya adalah cukup dengarkan saja irama dan beat-nya dengan tidak terlalu serius dan lupakan liriknya (biarkan si Keenan nyanyi sesukanya) dan anda akan menemukan suatu atmosfir lagu yg unik. Saya juga tertarik dengan kemasan album Tool. Album 10.000 Days memiliki artwork 2 gambar yg sama persis seperti ini


dan juga sebuah alat bantu seperti kaca pembesar ini


Jika kita melihat gambar di atas menggunakan kaca ini sesuai dengan petunjuk yg disertakan dalam album ini, maka kita akan melihat gambar tersebut seolah2 berupa gambar 3 dimensi. Cukup unik bukan. Kabarnya kemasan album ini memenangkan penghargaan Grammy 2006 utk kategori kemasan album terbaik.

Bukan Dadu Biasa

Beberapa waktu lalu saya membaca artikel di blog teman yang membahas tentang dadu inilah cuplikannya

Dadu (dari bahasa Latin: datum yang berarti "sesuatu yang diberikan atau dimainkan" adalah sebuah objek kecil yang umumnya berbentuk kubus yang digunakan untuk menghasilkan angka atau simbol acak. Dadu digunakan dalam berbagai permainan anak-anak dan judi seperti ular tangga, monopoli, baccarat, hingga kuru-kuru...

Untuk artikel lengkapnya bisa dibaca di olfix.blogspot.com

Dari artikel ini saya baru sadar kl beberapa waktu lalu saya memainkan game yg sangat bergantung pada dadu. Permainan itu bernama Dungeon & Dragons. Biasa juga disingkat D&D.

Saya akan bercerita sedikit tentang permainan tadi. D&D adalah permainan RPG table-top. Artinya, dalam D&D kita melakukan hal2 yg biasa ada di game RPG seperti bertempur dengan monster, menjalankan misi, mencari item-item, menolong seorang karakter, meng-cast magic, dll, tetapi semuanya dilakukan pada selebar kertas yang diletakkan di atas meja. Jika dimirip-miripkan mungkin seperti permainan ular tangga. Namun berbeda dengan ular tangga yang hanya memakai sebuah dadu dan beberapa pin, D&D menggunakan alat bantu berupa alat tulis dan kertas kosong (untuk menghitung dan mencatat), pin-pin atau action figure (untuk menandai jagoan kita atau monster), buku petunjuk permainan D&D, dan dadu. Pada beberapa permainan juga ditambahkan berbagai bentuk seperti benteng, rumah, pohon, dll utk menyemarakan suasana.

Action Figure (Capricious Copper Dragon)

Saya tidak akan membahas lebih dalam soal permainan ini sendiri karena fokus saya hanya pada dadu yang digunakan. Permainan seperti monopoli, ular tangga, dsb menggunakan dadu bersisi 6, sedangkan D&D menggunakan dadu yang bersisi 4,6,8,10,12, dan 20. Bentuknya adalah sebagai berikut (dari kiri ke kanan, dadu bersisi 4,6,8,12,20 dan dua buah dadu sisi 10)


Dadu Polyhedral D&D

Mengapa sampai begitu banyak dadu yang dipakai ? Seperti saya katakan di atas, dalam D&D pemain melakukan berbagai macam hal seperti menyerang monster, membuka kunci, dll. Contoh penggunaan yang paling mudah adalah sebagai berikut. Misalkan ada pedang yang memiliki nilai damage 2d8. Angka 2 artinya ada dua buah dadu, sedangkan 8 adalah jumlah sisi dadu yang digunakan dengan angka terkecil adalah 1 dan yang terbesar adalah 8. Seandainya pedang ini digunakan untuk menyerang musuh, maka damage minimum yang dihasilkan adalah 2 (dari hasil 1+1=2 karena setiap dadu menghasilkan nilai 1) dan maksimum adalah 16 (dari hasil 8+8=16 karena setiap dadu menghasilkan nilai 8). Dalam kasus lain bisa saja juga angka dadu ini digunakan sebagai nilai pinalti atau nilai pengurang. Misalkan ada satu pedang yang memiliki attribut drain level 1d2 per turn. Artinya setiap musuh yang terkena sabetan pedang ini akan mengalami penurunan level sebesar 1 atau 2 setiap turn selama pertempuran berlangsung.

Kesimpulannya, ada banyak kegunaan dadu dalam permainan. Walau fungsi utamanya tetap yaitu untuk mendapatkan suatu angka acak, namun dalam permainan tertentu misal D&D, dadu memainkan peranan yang sangat vital dalam kelangsungan permainan itu sendiri.

(Thank’s untuk Olfi atas pinjaman artikelnya dan kru pembuat Neverwinter Night 2 yang telah membuat manual game yang cukup panjang, namun mudah dipahami oleh orang-orang awam seperti saya ini)

Sunday, October 21, 2007

Problem with Motorcycle Driver

Tradisi mudik adalah kebiasaan yg setiap tahun dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Pada waktu mudik terjadi perpindahan orang yg besar2-an, umumnya dari kota2 besar ke kota yg lebih kecil. Mereka umumnya menggunakan kendaran umum dan juga kendaran pribadi pada waktu kembali ke kampung halamannya.

Dari hasil penelitian Jawa Pos jumlah mobil yg digunakan tahun ini berjumlah sekitar 1,2 juta, sedangkan sepeda motor sekitar 2,4 juta. Jadi pengguna sepeda motor dua kali lipat lebih banyak dari mobil. Hal inilah yg ingin saya cermati.

Beberapa tahun terakhir ini bisa kita amati bahwa jumlah sepeda motor dari tahun ke tahun semakin meningkat. Jika kita keluar rumah pada hari2 libur, Sabtu, atau Minggu malam, bisa kita lihat bahwa ada banyak sekali sepeda motor di jalan. Bahkan bisa dibilang kemacetan di jalan juga diakibatkan oleh sepeda motor yg melimpah ruah. Melihat hal ini, saya sering bercanda dalam hati mengatakan, sekarang ini sepeda motor tidak ada bedanya dengan sekumpulan laron yg mengelilingi sumber cahaya. Berputar ke kanan-kiri, ke depan, belakang, dll.

Hal yg saya memprihatinkan saya adalah perilaku pengendara sepeda motor. Saya melihat banyak pengendara yg sangat2 tidak menghormati pemakai jalan yg lain, mau menang sendiri, tidak patuh pada aturan jalan raya, dll. Semua orang pasti sudah tahu gaya pengendara sepeda motor yg zig-zag dr satu jalur ke jalur yg lain, belok sekenanya tanpa melihat apa yg ada di belakangnya dan tanpa memberi tanda. Ada juga perilaku yg tidak sabaran yg sebenarnya akan membahayakan diri pengendara motor sendiri seperti berada di sebelah kiri mobil yg akan berbelok walupun cm ada sedikit tempat, memotong jalur mobil yg sedang berjalan lurus utk karena akan berbelok ke kanan atau kiri, berbelok dengan kecepatan tinggi kadang juga langsung menyeberang ke jalur di sebelahnya, dll. Beberapa kali saya juga menjumpai perilaku pengendara yg jelas2 belum terbiasa mengendarai motor seperti lupa mematikan lampu sein, berjalan lurus namun gontai layaknya anak kecil yg baru pertama kali belajar mengendarai sepeda roda dua. Ada juga tren terbaru yg mengubah suara bel atau knalpot dengan suara2 yg aneh seperti bunyi lonceng sapi, suara ledakan petasan, dll.

Sudah tidak terhitung berapa kali saya merasa jengkel dengan perilaku pengendara yg seperti ini. Pernah suatu kali karena sudah sangat jengkel dalam hati saya mengatakan pengendara yg ngawur ini lebih baik tidak pernah dilahirkan atau jika mau lebih cepat mati saja. Dengan satu syarat mati bukan karena kecelakaan tp karena penyakit atau apa yg tidak merugikan orang lain. Sebab kecelakaan sendiri masih akan menyebabkan kerugian bagi orang lain.

Memang pikiran ini sedikit gila, namun saya memiliki alasan kecil mengapa ini jauh lebih baik. Jika ada satu pengendara yg sejak muda sudah terbiasa ugal-ugalan, suatu saat dia menikah dan punya anak. Ada kemungkinan anak tersebut akan diajari naik sepeda motor oleh bapak yg ugal2-an tadi. Hasilnya pasti juga akan sama atau bahkan lebih ugal2an. Mgkn sang bapak selama ini masih baik2 saja, tp apakah menjamin sang anak juga akan terus mujur seperti sang bapak. Jika tidak tentu akan mengakibatkan kerugian bagi banyak pihak salah satunya adalah sang orang tua.

Pendapat ini saya yakin tidak benar karena analoginya jika sebuah pohon menghasilkan buah yg jelek lebih baik dimusnahkan dulu saja pohonnya sebelum keluar buah yg jelek. Apakah tidak lebih baik memberikan nutrisi atau vitamin pada pohon agar buahnya bisa baik ? Jika dikembalikan lagi ini sama saja dengan mengubah sistem pemberian SIM. Mgkn gambaran kasarnya adalah memperketat syarat pemberian SIM, agar orang2 yg sudah benar2 paham akan aturan jalan raya yg pantas turun ke jalan. Dengan sistem dan kebiasaan yg ada sekarang ini, saya pesimis cara ini bisa diterapkan dengan benar. Seandainya saja hal ini benar2 terjadi, orang yg pantas ini masih harus berhadapan dengan orang2 lama yg kebiasaan ugal2annya sudah mendarah daging. Prinsip saya, kita bisa saja mengendarai kendaran dengan benar tp orang lain belum tentu seprinsip dengan kita bahkan tidak jarang malah menganggap kita ini yang berkendara dengan ugal2an. Solusi saya adalah selalu waspada di jalan, senantiasa belajar dari setiap kejadian di jalan, memastikan kondisi kita dan kendaraan selalu prima, dan sedapat mungkin menghilangkan hal2 yg bisa mendatangkan bahaya dari diri kita sendiri.

Akhir kata, saya tidak bermaksud mendiskreditkan pengendara kendaraan di mana-pun juga. Saya hanya ingin menceritakan beberapa kesalahan yg sering dilakukan oleh pengendara sepeda motor karena motor adalah alat transportasi dimana pengendaranya sangat minim mendapatkan perlindungan dari kendaraan. Maka dari itu utk kebaikkan saya, anda, dan bangsa ini, tulisan ini dibuat.

Saturday, October 13, 2007

Dahlan Iskan



Dlm posting kl ini saya ingin memberikan tanggapan tentang tulisan 32 seri yg ditulis oleh Pak Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos Group) di harian Jawa Pos. Bagi anda yg mengikuti pasti mengetahui apa yg dituliskan oleh Pak Dahlan. Bagi yg belum tahu, inti dari tulisan tersebut adalah menceritakan bagaimana asal mula Pak Dahlan mengalami sakit hingga akhirnya menjalani transplantasi hati di Cina. Selain itu, tulisan itu juga menyinggung hal2 lain seperti kisah hidup Pak Dahlan, pengalaman2, pandangan tentang perilaku orang pada umumnya, dll.

Kesan saya pada waktu membaca seri pertama tulisan Pak Dahlan, pasti akan membosankan karena sudah ada spoiler yg mengatakan bahwa tulisan ini mgkn sepanjang 50 seri. Saya pikir menjelaskan tentang proses transplantasi sebanyak 50 seri dengan masing2 tulisan 1000 kata betapa membosankannya. Saya masih mengira mungkin dalam tulisan2 tersebut akan disertakan foto2 yg penting dalam proses transplantasi itu, jadi sedikit ada hiburan berupa gambar.

Ketika membaca sampai episode ke 10-an, saya mulai merasa bahwa foto pasti tidak akan dimuat sama sekali, mgkn karena foto2 tentang proses operasi atau organ2 yg terlibat dalam operasi tersebut tidak layak dipublikasikan karena bisa menganggu orang yg tidak terbiasa dengan hal2 seperti itu. Memasuki episode 20-an akhir, akhirnya saya baru tahu bahwa Pak Dahlan akan menerbitkan tulisannya dalam buku beserta foto2 tersebut. Hal itu bisa cukup membantu utk org2 (termasuk saya) yg kesulitan membayangkan bagaiman hati yg telah sirosis itu bentuknya.

Anyway, tulisan itu sendiri ada kekurangan dan kelebihannya. Saya akan menuliskan kelebihannya di bawah ini:
- Memberikan gambaran hepatitis B tentang gejala awal, penyebab, terapi yg bisa dilakukan, dan bagaimana langkah2 sederhana yg bisa digunakan utk memperlambat proses penyebaran virus ini di hati.
- Bahasa yg sangat mudah dipahami, santai utk dibaca, dan banyak joke2 sederhana sehingga pembaca tidak bosan.
- 1 yg menjadi kelebihan utamanya, Pak Dahlan kemungkinan memberikan kritik2 sosial yg membangun utk masyarakat kita. Hampir 70% dari tulisan itu sendiri banyak mengupas hal2 yg sering terjadi dalam masyarakat kita dan Pak Dahlan memberikan tanggapannya sendiri tentang hal2 tersebut jika dilihat dari sudut pandang ilmiah, logika, dan juga aspek2 yg lain.
- Sebagai satu pembuktian bahwa motto ”SUCCESS IS MY RIGHT” (Andrei Wongso) benar adanya.
- Berkaitan dengan hal di atas, bagi2 sebagian org tulisan itu juga bisa menjadi semacam cerita motivasi.

Sedangkan kekurangan dari tulisan itu adalah sebagai berikut:
- Tidak tersusun secara baik. Artinya cerita itu sendiri tidak urut & terkesan melompat-lompat dan bagian2-nya kadang terkesan ditambal-sulam (sepertinya tulisan dibuat ketika Pak Dahlan mendapat inspirasi utk menuliskannya). Padahal di bagian awal Pak Dahlan sendiri yg mengatakan bahwa diasudah punya gambaran yg jelas apa yg akan ditulis pada tiap episodenya. Usul saya utk edisi buku nanti lebih baik dibuat urut misalnya bagian pertama mengulas masa kecil Pak Dahlan, kedua bagaimana waktu sekolah, ketiga waktu mulai bekerja pertama kali, dst. Tidak masalah bagi saya jika dalam bagian2 itu diberikan pandangan, opini, atau masukan dari Pak Dahlan.
- Seri 28 sampai habis sepertinya sudah sangat tidak fokus pada kisah transplantasi lever itu sendiri.
- Pada bagian awal dituliskan bahwa Pak Dahlan akan memberitahukan tempat dimana transplantasi itu dilakukan. Sampai akhir episode saya tidak menemukan dimana nama atau alamat spesifik dari tempat itu. Dan akhirnya baru diberi tahu pada saat tanya jawab pembaca.
- Ada kesan tulisan tersebut sengaja dibuat panjang. Inti cerita itu sendiri pendek, namun karena diselingi dengan hal2 lain jadinya sangat panjang. Hal itu bisa membuat pembaca bosan, walaupun cara penulisan Pak Dahlan sendiri sebenarnya tidak membosankan. Analoginya, ada orang yang sangat gemar makan sate ayam. Seandainya dia disuruh nasi dengan lauk sate ayam saja selama 2 bulan penuh, kemungkinan orang ini juga bosan.

Yang terakhir ini lebih bersifat kesan saya terhadap tulisan itu sendiri. Mirip dengan kisah sinetron/opera sabun di Amerika. Beberapa sinetron Amerika yang pernah saya tonton selalu mempunyai satu alur cerita utama yang ditayangkan selama 1 season. Selama 1 season itu sendiri, ceritanya akan bercabang ke mana-mana, namun semuanya mendukung alur cerita utama dari awal sampai akhir. Alur cerita Pak Dahlan menurut saya seperti itu. Alur seperti ini tetap jauh lebih baik daripada gaya penceritaan sinetron Indonesia.

Anyway, selamat buat Pak Dahlan yang akan menempuh hidup baru dengan liver barunya.

Tuesday, October 9, 2007

Ooooo.. Ooooo.. Foot Hurt



Di atas adalah foto dari 3 buah bekas luka yg ada di kaki kiri saya. Dapat dilihat mana yg terlama hingga yg terbaru. Penyebabnya adalah sebuah ujung paku yg sedikit menyembul di kursi yg saya duduki. Pertanyaannya kl ada di kursi mengapa yg terkena kaki bukan pantat. Paku ini terletak di ujung tempat dudukan kursi jadi letaknya masih jauh dari pantat tp tepat di atas paha saya. Lho bukannya yg harus terkena bagian paha. Begini ceritanya, ketika duduk saya kadang2 menyilangkan kaki ke bagian ujung kursi. Pada waktu itu proses penyilangan tersebut, kaki saya bergerak dari arah kiri ke kanan. Jd itulah jawaban mengapa luka ini ada di kaki dan bentuknya memanjang.

2 luka yg pertama bahkan saya tidak mengetahuinya. Yg saya rasakan cuma kaki menyerempet sesuatu yg benda sedikit tajam. Saya berpikir ini pasti sebuah paku. Asal saya sedikit berhati2 tentu tidak akan terluka. Saya memang tidak memperhatikan ketika kaki saya menyerempet paku itu. Baru pada kejadian yg terakhir ini saya mencoba utk melihat ternyata benar2 menimbulkan luka di kaki. Bahkan tidak hanya satu bahkan ada dua lainnya. Jd saya menyimbulkan sudah beberapa kali kaki saya terserempet.

Saya tidak bermaksud utk membesar-besarkan hal ini. Tapi ada satu pelajaran yg saya dapat dari hal ini.

Sekecil apa-pun masalah harus diselesaikan dengan cepat. Lebih baik lagi jika penyebab timbulnya masalah dicari dan diselesaikan sebelum menyebabkan sesuatu yg merugikan




Saturday, October 6, 2007

Is This a New Way of Advertisement ?

This is my third post which includes about Hellgate London. Maybe some of you will ask why I always include this game in some of my postings. It is because there are some aspects outside the game itself which I consider interesting. So, to make this posting more interesting, I include a new twist to it. I guess you already know what it is.


About a month ago, I bought the first trilogy of Hellgate London novel. The title is Exodus so I will using that name to refer to the novel for the rest of my posting. I finished reading Exodus in a week and I was quiet pleased with its story. The story of Exodus was about three characters whose names are Simon, Leah, and Warren. They all had a role in this story and they also referred to the three classes in the game. As mentioned by its writer, Mel Odom, the story in Exodus happened eighteen years before the story in the game. If you interested with it, you can read it by yourself because I’m not going to give any spoiler about the book.

Besides the story, I also interested about the function of this book. I don’t think it’s just an ordinary novel based on a game. It’s bigger than that. In my opinion, Exodus is a part of the marketing campaign from the game publisher and developer. Why I can say it ? Because Exodus is published four months before the game is released. As a comparison, everyone knows about the famous Harry Potter. There are games and movies based from it, but all of which are made and released after the novels. The games itself only act as a company for the film and are targeted for the Harry Potter fans.

The opposite thing happen for Hellgate London. The novel or graphic novels only act as a support for the game. Easy to say, the novel acts as a teaser for PC gamers, especially gamers who have waited for the game. After the game is released, the novels still have its usefulness. They act as long term advertisement. Any PC gamers who don’t know about the game but have read it will be curious to play the game. So after about a year or two after it is released, there are still gamers who will buy it.

The developer of the game has learned that novels can give a great advantages for a game. Blizzard with its famous game, Warcraft, have proofed it. Those of you who are curious about Blizzard can read my previous posting. The first Warcraft game was released in 1994, and was followed by its second and third series. The newest game from the series is World of Warcraft. Prior from its released, Blizzard has contacted some fictional-novel-writers to make stories based from the Warcraft series. Some of the stories take place before the Warcraft I story begin. If we combine all of the stories with the game, we will know the whole story about what happen in the Warcraft universe. With this, in the future, Blizzard can make Warcraft IV to continue the Warcraft story. Gamers who is curious with the continuation of this story will likely buy and play this game. This process will continue to happen untill Blizzard decides to end the story of Warcraft.

I think this is what the developer of Hellgate London wants to happen.

(This posting is dedicated for Blizzard for making such a great game and all of the writers who write the novels based on Blizzard games)

Friday, October 5, 2007

About Education

We don't need no education
We don't need no thought control
No dark sarcasm in the classroom
Teachers, leave them kids alone
Hey, teachers, leave them kids alone
All in all it's just another brick in the wall
All in all you're just another brick in the wall


Ini adalah lirik dari lagu yg berjudul Another Brick in The Wall part 2. Ditulis oleh Pink Floyd dan terdapat pada album The Wall yg dirilis pada tahun 1979.


Saya sengaja menonjolkan baris paling atas dari lirik tersebut. Terlepas dari filosofi atau arti yg dimaksudkan oleh Pink Floyd, menurut saya pendidikan (baca: sekolah) sangat penting. Baik untuk kemajuan orang itu sendiri maupun bagi bangsanya secara langsung maupun tidak langsung. Namun jika sekolah itu penting bagaimana dengan di Indonesia yang biaya sekolahnya mahal dan semakin mahal saja dari waktu ke waktu ?

Beberapa waktu yg lalu saya menonton acara parodi politik News dot Com yg ditayangkan oleh Metro TV hari Minggu malam. Di sana kebetulan ada sedikit pembahasan tentang pendidikan. Ada pernyataan di acara tersebut yang menyebutkan bahwa pemerintah harus bisa menyediakan pendidikan yang murah atau bahkan gratis untuk rakyatnya.

Hal itu terkait dengan biaya seluruh jenjang pendidikan yang semakin mahal dan memberatkan orang tua siswa. Sudah terlalu banyak di negara ini kisah anak yang putus sekolah gara2 tidak memiliki biaya. Dari dua hal tadi pertanyaan saya apakah biaya sekolah yang murah atau gratis bisa menjamin semua anak Indonesia mendapatkan pendidikan yg mencukupi ?

Saya tidak yakin. Saya memakai dasar motivasi anak dalam bersekolah. Bagi keluarga yang tidak mampu masih masuk akal jika anak2 lebih baik bekerja daripada bersekolah, namun tidak jarang kita jumpai anak2 yang orang tuanya mampu, tetapi malas sekolah (baca: belajar). Jika memang sudah malas apakah biaya sekolah murah atau gratis bisa memotivasi anak ini utk belajar ? Saya rasa tidak. Jadi lebih baik anggaran pemerintah digunakan untuk meningkatkan gaji guru dan membangun gedung2 sekolah saja.

Menurut saya, kita tidak perlu bicara yg terlalu muluk tentang biaya sekolah murah atau gratis untuk seluruh anak Indonesia. Pemerintah bisa mulai dengan cara yg sedikit (relatif) lebih ringan yaitu mencari anak2 yg memiliki keunggulan2 dalam satu bidang misalnya ilmu eksakta, ilmu sosial, seni, olah raga, dll. Jika memungkinkan baik yang ada di kota2 besar maupun di daerah yang sedikit terpencil. Anak2 yg memiliki potensi ini diberikan bea siswa penuh oleh pemerintah untuk mendalami bakatnya dengan sungguh2. Setelah pendidikan selesai, mereka ini harus diwajibkan untuk membantu membangun atau memajukan negeri ini. Memang pada tahap ini kita mengetahui bahwa orang2 yang berpotensi cenderung utk pergi ke luar negeri karena di dalam negeri hanya sedikit yang bisa memanfaatkan dan menghargai bakat mereka. Di sinilah tugas lain dari pemerintah agar orang2 seperti ini tetap mau berada di Indonesia dan mendedikasikan kepandaiannya utk Indonesia.

Tuesday, September 25, 2007

Kebiasaan Internasional ?

Di bawah ini adalah box art cover (kemungkinan hanya contoh) dari beberapa game. 6 game dibawah ini adalah game kelas atas yg berasal dari 4 genre yg berbeda. Penggemar game PC di dunia kebanyakan sudah sangat menanti-nantikan sebagian atau bahkan seluruh game tersebut. Selain menyuguhkan suatu pengalaman bermain yg diklaim luar biasa, beberapa game ini bahkan juga merupakan indikator kemajuan grafik yg dipakai oleh game PC.


Berikut ini adalah judul (dari kiri ke kanan) dan jadwal edar yg diambil dari www.gamespot.com:

1. Need for Speed Prostreet : 31 Oktober 2007
2. Hellgate London : 31 Oktober 2007
3. Call of Duty 4 Modern Warfare : 5 November 2007
4. Gears of War : 6 November 2007
5. Simcity Societies : 13 November 2007
6. Crysis : 16 November 2007

Ada sesuatu yg menarik dari jadwal edar game2 tersebut yaitu hampir bersamaan dalam waktu hanya setengah bulan. Sejak awal tahun hingga bulan September 2007 bisa dikatakan hanya ada beberapa game saja yg bisa dikategorikan bagus. Kesimpulannya adalah akhir tahun ini adalah saat terbaik utk bermain game PC ;)

Melihat jadwal edar yg begitu berdekatan, saya beranggapan bahwa hal tersebut memang disengaja oleh publisher game. Saya pernah membaca satu artikel yg mengatakan bahwa publisher game besar (EA, Ubisoft, dll) memang cenderung utk merilis game2-nya pada bulan September sampai Desember. Hal ini dikarenakan di USA sedang dalam masa libur musim dingin. Selain itu, di bulan Desember juga ada hari Natal dan org2 USA punya kebiasaan utk membeli dan memberikan hadiah pada saat hari Natal. Jadi salah satu alternatif utk hadiah tersebut adalah game PC.

Di Indo, beberapa minggu lagi kita akan merayakan hari raya Idul Fitri. Jika kita pergi ke pusat2 perbelanjaan terutama supermarket atau hypermarket, kita bisa melihat bahwa ada banyak stok kue2 dan minuman. Hal ini terjadi karena saat lebaran org2 cenderung akan membeli barang2 itu utk disajikan di rumahnya sehingga nanti bisa dimakan bersama-sama ketika sanak saudaranya datang berkunjung. Suatu fenomena lain diceritakan oleh salah seorang saudara saya yg berjualan furniture. Pada saat menjelang lebaran ini dia sengaja menyimpan stok dalam jumlah besar. Dia menceritakan bahwa org2 di daerah tempat tinggalnya mempunyai kebiasaan utk mengganti furniture-nya setiap lebaran tiba. Jadi stok yg telah disimpannya umumnya habis dan dia bisa memperoleh keuntungan yg lumayan tiap lebaran.

Itu hanya dua contoh dari sekian banyak hal2 yg dilakukan oleh pedagang tiap akan menjelang lebaran. Kita masih bisa melihat fenomena2 lain yg terjadi ketika mendekati lebaran. Jika hal ini saya hubungkan dengan jadwal edar game PC di atas, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa ada sedikit kemiripan antara org2 di negara kita dengan org2 di USA. Bentuknya adalah pembelian suatu barang2 tertentu utk menyenangkan diri sendiri atau orang lain pada saat hari besar atau hari libur yg panjang.

Jadi apakah hal ini bisa dikatakan sebagai fenomena internasional ?

Wednesday, September 19, 2007

Same as Mine



Apakah gambar di atas ini ? Sederhana hanya sebuah jam dinding di salah satu 
sudut rumah saya. Jam ini dibeli bertahun2 yg lalu dan entah kapan sudah pindah
ke sini. Yg pasti sekarang jam ini sudah koit atau lagi koit, entah krn baterai
habis atau sudah rusak. Saya sendiri tidak tau kapan jam ini mati.

Sekarang coba liat gambar salah satu jam tangan yg saya ambil dr site-nya langsung.



Memang tidak ada persamaan antara jam dinding saya dengan jam tangan ini.
Tapi pernahkah anda tahu bahwa semua iklan jam tangan jarum pendeknya selalu
menunjuk ke angka 10 sedangkan jarum panjangnya ke angka 2, sedangkan jarum
detiknya bisa di mana saja. Katanya bentuk jarum panjang dan pendek ini menunjukkan angka 7
di mana menurut orang bule angka keberuntungan.

Kembali ke jam dinding saya. Setelah saya melihat jam ini dengan seksama saya
baru sadar bahwa jarumnya menunjuk ke angka yg sama dengan jam tangan tadi. Lalu
saya juga bertanya ke ortu apa, ada yg memutar jarum sehingga posisinya seperti sekarang ini. Ortu saya mengeklaim tidak melakukan apa2 sejak jam itu berhenti 
dengan sendirinya.

So what happen with this clock ??

Pentingnya Nama Baik



Saudara2 perkenalkan teman saya yg baru Banshee. Dia adalah salah satu unit yg terdapat pada game Starcraft 2. Bagi yg tertarik ingin berkenalan silahkan melihat2 profilnya di www.starcraft2.com.

Bagi yg belum tahu, Starcraft 2 adalah sebuah game berjenis strategi yg saat ini telah dinanti-nantikan oleh seluruh penggemar game strategi PC di seluruh dunia. Melihat angka 2 di judulnya mgkn sebagian dari kita akan mengira bahhwa ada starcraft 1 di dunia ini. Jawabannya adalah ya. Starcraft adalah game strategi yg keluar di tahun 1998. Pembuat Starcraft 1&2 adalah Blizzard, sebuah developer game yg terkenal akan produk2nya yg berkualitas tinggi dan juga digilai oleh juga digilai oleh seluruh penggemarnya di seluruh dunia. Sampai saat ini produk Blizzard yg paling dikenal adalah game Warcraft series (1,2,3, World of Warcraft), Diablo series (1&2). Memang hanya 2 macam, tapi tingkat adiksi yg mampu dihasilkan game2 ini sangat luar biasa. Misalkan di Indonesia, kita sudah sangat akrab dengan game Dota yg tidak lain adalah modifikasi dari game Warcraft 3, di luar negeri game World of Warcraft sangat digilai (menurut yg saya dengar terakhir pemainnya ada 6 juta org lebih), Diablo 2 (keluar tahun 2000) dan starcraft 1 sampai saat ini masih digilai oleh penggemarnya dan tetap dibahas dalam forum2 game.

Mengapa ini bisa terjadi ? Blizzard memang pandai utk membuat suatu game yg memiliki gameplay sangat menarik+bisa membuat pemainnya tergila2 bahkan kecanduan. Dengan reputasi game2-nya yg terdahulu, maka tidak heran bahawa Starcraft 2 juga dinanti2kan oleh seluruh gamer di dunia.

Hal seprti ini juga terjadi di berbagai industri lain di dunia ini, salah satunya otomotif. Seperti yg kita ketahui bersama, Toyota adalah salah satu merk mobil yg paling laris di Indonesia. Salah satu produknya, sebut saja X, adalah kendaraan yg sangat populer dan disukai seluruh rakyak Indonesia. Produk X ini sendiri sudah muncul lama di Indonesia dan telah mengalami pergantian bentuk. Dari tahun ke tahun penjualan produk ini juga terus meningkat. Karena itu, Toyota memiliki banyak servis center di seluruh wilayah negeri ini. Hal ini juga berimbas pada harga jual kembali produk2 Toyota (termasuk si X) yg tinggi. Maka semua ini mengakibatkan si X sangat populer di negeri kita ini.

Beberapa tahun lalu si X juga mengalami perubahan baik mesin, bodi, dll. Dengan nama baik yg dimiliki Toyota (baca:reputasi) maka produk ini juga laris manis bak kacang goreng di musim hujan. Usut punya usut ternyata si X generasi terbaru ini kualitasnya tidak sebaik pendahulunya. Hal yg paling membuat pusing adalah konsumsi bahan bakarnya yg gila2an. Menurut org2 yg ahli otomotif dan sebuah majalah otomotif, konsumsi bahan bakar si X (generasi terbaru) mendekati sebuah Lamborgini Gallardo. Bisa bayangkan betapa gilanya. Padahal kita semua mengetahui bahan bakar adalah kebutuhan pokok yg harganya sudah tinggi di negeri yg kita cintai ini. Walau kenyataan boros bahan bakar ini sudah diketahui kalayak luas, masyarakat tetap berbondong2 utk membeli si X ini.

Di sinilah yg saya katakan pentingnya reputasi produsen bagi sebuah produk. Bagi gamer mgkn Starcraft 2 adalah hal yg layak utk ditunggu dan dibeli pada saat sudah diluncurkan, tapi utk si X, suka atau tidaknya tergantung pada si pembeli.

Saturday, September 15, 2007

Cara Disable Fitur Autorun WIndows

Saat ini media penyebaran virus ke PC adalah lewat flash disk. Salah satu cara utk mengurangi kemungkinan itu adalah dengan mematikan fitur autorun yg ada di windows. Bagi yg bukan penggemar komputer seperti saya mgkn sedikit bingung tentang cara mendisable fitur autorun tersebut. Ini saya memberi sedikit langkah utk mendisablenya.

1. Click Start
2. Click Run
3. Enter GPEDIT.MSC
4. Group Policy mmc will popup. On left panel:
5. Double-click Computer Configuration to open submenu
6. Double-click Administrative Templates to open submenu
7. Double-click System to open submenu
8. Double-click Turn autoplay off option which will be near the bottom of the list in the right      panel.
9. Choose enable then apply.

Hargailah Hidup Anda



Apakah ada yg salah dengan anak laki2 di atas ? Mgkn sebagian dr kita menjawab tidak. Tp jika kita tahu dia adalah Kurt Cobain muda, sebagian dr kita mgkn langsung paham tentang perjalanan hidupnya, lagu2-nya, dll.

Sebagai gambaran Kurt adalah vokalis&gitaris grup Nirvana, yg amat populer di awal tahun 90an. Dia jg mempopulerkan aliran grunge yg amat digilai waktu itu. Tp di pertengahan tahun 1994, fans Nirvana dikejutkan oleh berita kematian Kurt yg disebabkan oleh bunuh diri. Soal penyebab dan asal mulanya sampai kontroversinya sangat panjang utk diceritakan.

Berangakat dr hal itu, saya ingat dalam 1 minggu ini saya telah mendengar 4 berita dr tv nasional yg bercerita tentang percobaan bunuh diri yg dilakukan org2 indonesia. Ada gejala apakah ini ? apa org indo ingin tiru2 seperti jepang negera yg tingkat bunuh dirinya tinggi. Sebenarnya dr keempat berita itu dapat ditarik kesimpulan bahwa org yg mencoba bunuh diri krn dia menghadapi suatu masalah yg menurut dirinya sudah buntu jd lebih baik dia mati saja drpd harus memikirkan masalahnya itu.

Saya sendiri tidak setuju dgn bunuh diri karena itu org yg melakukannya adalah pengecut, berdosa ,dsb. Di samping itu kadang saya berpikir jika seseorang sudah dalam keadaan yg tertekan, buntu dan menurutnya tidak ada org yg bisa membantunya, maka bisa saja dia gelap mata dan ingin melakukan bunuh diri.

EXPLICIT CONTENT DO NOT PROCEED IF YOU DONT WANT TO READ ABOUT BLOOD AND GORE !!!!

Selain itu, bagi saya cara yg dipakai oleh org di tv tadi jg sangat2 menyakitkan, 3 diantara mencoba terjun dr tempat yg tinggi, 1 dengan mencoba OD obat flu. Pertanyaannya apakah mereka bisa langsung mati pettt... begitu jatuh ke tanah, atau mgkn hrs menunggu beberapa waktu, dan dia harus merasakan tulang2 tubuhnya remuk, otaknya pecah dan darah jg mengalir dr seluruh lubang di badannya. Apakah itu tidak menyakitkan ?

Jika yg mencoba OD apakah bisa langung mati jg ? atau masih harus kejang2 dulu, serangan jantung, atau pembuluh darah otak pecah baru mati, bukankah itu menyakitkan ? Ironisnya mgkn saja bisa tidak mati, tetap hidup dengan kondisi organ2 tubuh rusak, apakah justru tidak menimbulkan masalah baru bagi org lain ?

Beberapa contoh lain percobaan bunuh diri bisa dengan membakar diri. Justru ini yg lebih gila. Berapa lama itu org harus merasakan panas di sekujur tubuhnya ketika api mulai membakar kulit, jaringan2 di bawahnya, dan juga dagingnya sendiri. Saya rasa dia mgkn juga masih bisa mecium bau dagingnya yg terbakar. Damn !!! so bloody. Lah kl saja belum waktunya mati dia malah menderita luka bakar yg membuat penampilannya seperti monster. Jika ada irg bertanya, luka bakar dr mana, apa jg tidak malu bilang krn coba bunuh diri tp gagal.

Cara lain lg, menenggelamkan diri ke air. Jika anda pernah merasakan secara tidak sengaja menghirup air masuk wkt berenang kan rasanya tidak enak, menyesakkan, membuat kita tersedak2 ingin mengeluarkan sisa2 air dari dlm saluran paru2. Bagaimana jika menghirup air itu dilakukan terus ? Saya tidak tau. Mgkn saja paru2 menjadi penuh dgn air, mgkn dia meledak, atau mgkn tubuh dipenuhi dgn air, tidak ada supply O2 ke otak. Akibatnya otak perlahan2 mati. Ya perlahan2. Saya pernah baca di satu cerita bahwa saat itu mgkn org akan merasa paru2-nya seperti terbakar dan itu sangat menyiksa sekali.

Cara lain yg yg juga populer adalah memotong urat nadi di tangan. Saya sendiri tidak tau kira2 seberapa dalam atau seberapa banyak irisan pada nadi utk membuat darah mengalir keluar dgn deras sampir akhirnya perlahan2 manusia itu mati. Dr film yg saya lihat, justru ada pembuluh darah yg besar ke otak yg letaknya di bagian leher samping yg jika terpotong darah akan mengalir deras sekali shg manusia bisa lbh cepat meninggal. Tp cara ini membutuhkan keberanian utk memotong diri sendiri dan menangung rasanya mati perlahan2. Mgkn malaikat kematian duduk di samping org itu sambil menunggu waktunya dia dibawa 'pulang'. It's so bloody hell.


2 cara terakhir ini melibatkan bahan peledak dlm prosesnya. Pertama dengan memakai senjata api. Umumnya seperti yg terlihat di film, senjata diletakkan di pelipis atau dimasukkan ke dalam mulut. Dengan cara ini diharapkan peluru yg masuk bisa ke kepala bisa menembus batok kepala dan meledakkan atau merusak sebagian besar jaringan otak. Cara kedua adalah dengan terkena ledakan yg sangat besar. Hal ini memang tidak bisa digolongkan bunuh diri murni karena sebagian dilakukan oleh org2 yg rela melakukannya atau akibat kecelakaan pesawat terbang. Pernah saya baca jg jika suatu ledakan kekuatannya besar & menimbulkan panas yg amat sangat, tubuh manusia yg terkena akan langsung hancur berkeping2 tanpa tersisa. Dlm hal ini otak sudah keburu hancur sebelum singnal2 perasa berhasil dikirimkan kepadanya. Gampangnya org langsung mati wuzzz..... Saya kira cara inilah yg paling cepat dlm hal bunuh diri dan paling sulit krn melibatkan barang2 berbahaya yg bisa mengakibatkan org ditangkap polisi.

Anyway, tulisan ini saya maksudkan utk kita semua agar lebih menyayangi hidup kita.  Apapun masalah yg kita hadapi percayalah pada kemampuan kita & pertolongan org2 di sekitar kita & yg terpenting dari Tuhan utk membantu kita menyelesaikan semua permasalah. Semua masalah PASTI ada penyelesaiannya walaupun mgkn lama, tp kita tidak boleh sampai kehilangan akan sehat dan ingin bunuh diri. Bagi saya cara terbaik utk menyelesaikan masalah adalah tetap hidup dan terus menghadapinya sampai kita bisa menemukan cara utk mengatasinya.

Thursday, September 13, 2007

Alat Musik Unik (part 1)


Chapman Stick

Ini adalah sebuah alat musik yg diberi nama Chapman Stick. Alat diciptakan pertama kali oleh
Emmett Chapman pada akhir tahun 70-an. Mr Chapman menginginkan agar alat musik ini dimainkan dengan cara di-tapping (mengetuk senar dengan jari2 yg ada di kedua tangan). Dengan alat ini musisi bisa memainkan melodi, bas, kord secara bersamaan. Utk konfigurasi senar ada 3 macam yaitu 8, 10, dan 12 senar. Utk gambaran kasar bagaimana spek utk senar2 itu adalah sebagai berikut:

- The Stick (10 strings, 5 melody + 5 bass)
- Grand Stick (12 strings, 6 melody + 6 bass)
- Stick Bass (SB8) (8 strings, 4 melody + 4 bass or an undivided bass guitar-like tuning)
- NS/Stick (8 strings set up for plucking, strumming, or tapping; co-invented by Chapman &    Ned Steinberger) 34" scale
- Stick XG (a variation on traditional Stick construction, made from structural graphite,    continuous strand carbon fiber )
- Alto Stick (10 strings, 5 melody + 5 bass, with shorter scale length for a more guitar-    like range)
   (sumber wikipedia)

Walau tidak persis sama, saya sedikit membayangkan bahwa alat musik ini hampir fungsinya hampir mirip dengan gitar yg dimiliki seorang gitaris asal Indo, I Wayan Belawan. Di mana dia memainkan gitar dengan cara tapping, memainkan melodi, bas, kord secara bersamaan.


I wayan Balawan dan Gitarnya


Friday, September 7, 2007

Ide Antara Diablo dan Hellgate:London



Kira2 bulan desember 2 tahun lalu, saya sempat bercanda dengan teman saya bahwa game diablo 3 mgkn tidak akan memakai pedang, panah, tombak, dll tp menggunakan light saber, railgun, dll. Krn hanya bercanda segera saja kita lupakan hal itu, namun di pertengahan tahun 2006 ada kabar bahwa akan ada 1 game yg berjudul Hellgate: London. Game itu berputar masalah demon yg menyerbu kota London, bla..bla..bla. Game itu dibuat oleh beberapa petinggi di Blizzard (pembuat game diablo) dan dr berita2 selanjutnya terlihatlah game ini adalah turunan langsung dr diablo. Yg lebih menarik game ini menggunakan persenjataan modern, armor2 yg bergaya masa depan dan juga mengkombinasikan senjata2 masa lalu dgn teknologi masa depan. Jd ternyata guyonan saya td menjadi kenyataan bahkan mgkn ide saya jauh lebih maju dibandingkan dgn developer game di sono. Memang byk game yg meniru gaya diablo seperti Titan Quest, tp tidak ada yg berusaha membuatnya di era masa depan.



Intinya dari cerita ini bukan kehebatan imajinasi guyonan saya atau teman saya, tp lebih kepada daya kreativitas rakyat indo sebenarnya tidak kalah dengan org luar negeri. Banyak dr kita yg adalah penggemar film, anime, komik, game, musik, dll dr luar namun hanya sedikit yg bisa
menggunakan 'pengalamannya' dgn barang2 tadi utk membuat suatu karya yg hebat made in Indonesia. Contoh org2 yg sudah membuat karya hebat itu Erwin Gutawa-Rockestra, Addie MS membuat pagelaran orkestra yg memainkan musik2 dr game Final Fantasy 7 utk menarik minat anak muda akan orkestra, pembuat game devine kid yg sayang saya lupa namanya, dll. Kembali ke topik yg lebih sempit, dengan banyaknya ahli pemograman, desain grafis, komposer yg ada di indo, kita seharusnya bisa membuat suatu game yg idenya fresh dan menarik utk dimainkan oleh org2 indo jg. Saya tidak berharap game itu bisa seperti Diablo, namun mgkn bisa game2 kecil (game house) yg unik dan belum pernah ada di dunia ini. Kl utk ukuran yg lebih ebsar mgkn kita bisa memanfaatkan editor yg disertakan di sebagian game atau membuat mod dr suatu game yg kontennya Indonesia. Ide saya dr dulu ada 1 yaitu mod game Total War. Mgkn kita bisa membuat Diponegoro War atau The war of Sisinga Magaraja. Memang terdengar konyol pada awalnya tp kl kita mau belajar utk menyukainya bukan tidak mungkin kl suatu saat ada game yg menceritakan kisah kerajaan Majapahit dr awal sampai jatuhnya.


MAJU TERUS KREASI ANAK BANGSA !!!

Thursday, September 6, 2007

Produk Buatan RRC

Beberapa waktu lalu saya baca sebuah majalah yg berhubungan dengan militer.  Di sana disebutkan bahwa salah satu arsenal AS yaitu M-14 bahkan telah dibuat tiruannya oleh RRC.


Mereka menggunakan reverse engineering utk melihat komponen dalam senjata ini satu persatu, lalu memproduksinya dan yg terakhir merakitnya kembali. Hasilnya senapan M-14 dengan kualitas yg jauh di bawah standar.

Akhir2 ini, kita juga melihat bahwa negara2 Eropa, AS, Indonesia, dll bahkan mem-black list barang2 made in RRC, dengan alasan antara lain tidak memenuhi standar baik isi maupun unsur kimianya.  Apakah ini cuma strategi negara2 lain utk memblokir kencangnya laju produksi RRC, ataukah memang produk2 tersebut tidak sesuai seperti halnya dengan M-14 tadi ?

Anyway, bisa kita lihat bahwa hampir semua barang yg kita gunakan saat ini sebagian besar made in RRC, bahkan keyboard yg saya gunakan saat ini.  Apakah benda2 ini berkualitas buruk, mengandung bahan2 berbahaya ?  Saya tidak tahu, tp yg pasti jika barang itu bisa saya gunakan ya saya gunakan sampai sebaik-baiknya, kl rusak dengan ciri2 yg tidak wajar ya saya bilang 'pantes wong buatan RRC'.
Powered By Blogger