Remember the Time

Just Another Way to Share My Thought

A piece of paper to write everything I like.

Sunday, October 19, 2008

And So This is the Exam Result

2nd post on a day. WOW !!!
kl ini cm share rapid2 ma biasa mo 100 post sehari se gampang.

Ok let just make it quick.

Maybe I'm too much this time, Maybe I'm too rush this time.
But the conclusion is the same

DONT HURT YOURSELF WITH THAT KIND OF STUFF AGAIN !!!!

The Cycle is Completed (End of an Era)

I just dont know what I really should write on this post. there are times when I post some weird words, weird stories bout loneliness, bout denial, bout longing for someone, bout what happen to myself & my feeling. Yeah I've done it before and again adan again in this post. But sometimes an era must be ended. I cannot go turn around and around like that. Nearly 5 years, that feeling comes to me again & again. Its torture for someone like me who never share it to somebody. I keep strugling with my own feeling. I use denial, I use distraction, I use some profane words just to keep myself from admitting my own feeling. Sometimes it's hard, need tons of will & also a lot of words from other people to block my other side of me (that people particularly is Trent Reznor)

NOTE : Hey, Trent. have you ever been thinking that one of your fans using some of your words to deny himself, to deny his own feeling. It's kinda like the lyrics from "Hurt" but without the reference to drug.

Enough with english word, back to my own mother languange.

Akhir semua masa itu harus berakhir. Aku selalu memikirkan bhawa hal ini akan berakhir lewat sebuat email yg besarnya tidak akan lebih dr beberepa puluh kb saja & gk mugkin akan lebih cepeat dr tahun 2009. Tp entah kenapa, tadi pagi subuh, pukul 4 lebih sedikit (waktu SGP), diriku yg sebenarnya sudah tidak dapat dibendung lagi. He breaks down & cry. Krn 5 tahun dia sudah ditekan oleh logic part of my mind. 5 tahun dia meronta2 ingin keluar tp karena si logic tidak pernah tau bagaimana cara membantu si feeling, akhirnya dia hanya menekan feeling terus menerus agar tidak terus berteriak-teriak. Memang tidak selamanya si felling tertekan, ada waktunya dia menyendiri dgn gitar di tangan di menyanyikan seluruh isi hatinya. Si logic cant do anything bout it. Krn feeling is more like a child, a pure & honest child dan si logic adalah anak yg tidak cukup dewasa tp dia benar2 mempunya tugas utk mengendalikan dirinya sendiri plus a raw need from si feeling.

Beginilah gambaran singkat dr proses pembebasan si feeling tadi pagi. 3 jam si logic menghadapi L. Dia hanya memberikan guyonan some talking & talking. Logic berpikir, ini sudah malam tidak mgkn L akan online lbh lama, paling sebentar lagi L akan mengatakan "aku dah selesai cek emailnya, mau off besok harus bangun pagi krn ada bla--bla--bla." Everytimes it happen, si feeling is crying coz he miss L so much. But logic gives him distraction, sometimes give him his game addiction, or kadang jika dia terlalu berteriak dia mensupress-nya dng pikiran yg menurut si logic masuk akal. Setelah bertahun2 berjuang. Beberapa bulan lalu Logic benar2 menang mutlak, feeling tidak pernah menangis lagi soal L. Dia lebih enjoy melihat cewek2 yg kadang manis kadang tidak terlalu manis, yg kadang2 juga berpakaian pendek. Logic memberi feeling perasaan "how to enjoy your being as a real man". Pada saat ini memang benar si feeling is completely numb to L. Logic bahkan berhasil give feeling his true beauty that he really like. He shows him E. A fully grown up & young woman of E. She is very sweet, cute, and like a sunshine that shine through my darkest night of mid term.

Tapi, logic tidak pernah berpikir bahwa suatu saat akan ada si S yg tiba2 entah kenapa bisa mampir di kelas. Mgkn krn hollowness yg sudah beberapa bulan ada, feeling kembali melompat kegirangan ketika melihat S. Logic tidak abis pikir soal hal ini. Bahkan krn hal ini, Logic menduga, krav maga pun bisa tidak berjalan krn si feeling benar2 memikirkan S. Logic says DAMN I need to do another hard work to leash feeling from freaking out again. This time, logic memberi feeling sedikit kebebasan, dia membiarkan feeling melakukan beberapa hal yg dia anggap pantas utk si S. Logic berpikir suppresing tidak akan terlalu efektif lagi buat feeling, sudah lama dia merasakan hal itu. Tp ada hal lain yg tidak diketahui logic, feeling seperti mendapat minuman berenergi gara2 beberapa baris message tersebut.

dan........... (kembali ke topik awal pembebasan tadi pagi) akhirnya feeling menjadi terlalu kuat & justru logic lah yg di-suppress saat ini. Jadi saat itu Logic hanya bermain tebak2an dgn si L. But at a right point, feeling menyenggol jatuh si Logic & menuncinya sehingga dia tiak bisa berkutik lagi. Feeling gives the most important clue "dia adalah org yg plg kamu kenal lebih drpd org lain". Akhirnya semuanya berjalan seperti bola salju, segera saja L nangkep kl yg dimaskud si feeling adalah di L sendiri. Feeling yg benar2 raw with his savage boldness akhirnya really tells L his truth. So at 4 Am pass a couple of minutes. Feeling tells L that she is really "his first lover". Logic hanya bisa menarik napas panjang, dia tidak bisa apa2 lagi. Dia membiarkan feeling menangis ketika dia mengatakan "It always U" . Dan setelah saat itu benar2 feeling mengambil alih seluruh pembicaraaan, benar2 semua hal yg telah bertumpuk setelah 5 tahun bobol semua, hampir beberapa hal krusial dia katakan dgn penuh kejujuran. Feeling benar2 raw, pure, and as honest as a child feeling. The wall is really broken down, tembok yg dibangun oleh Logic benar2 jebol & now it cannot be repaired again. Too much effort need to be done. Jd saat ini logic mulai mencari rencana utk membendung feeling sebelum dia jatuh lg ke hal yg sama seperti tadi terhadap S. Sekarang short term planning is mencegah feeling supaya tidak menceritakan hal ini ke siapa-pun kecuali org yg sangat dia percaya. Dan logic melihat sepertinya feeling benar2 sependapat soal hal ini. So they now, give each other hand & shake it, with a genuine smile in their faces as a sign of agreement.

So in case u didnt notice logic & feeling is two kinds of personality inside me. Yes it represent the two sides of Rendy Andrian. And Rendy is the one who write this story.

So the conclusion of these whole 5-years story is just Rendy has fallen in love once dan mulai saat ini dia akan menerima dan mengakui hal ini (dgn peraturan si penanya adalah org yg disetujui oleh feeling & logic). Dgn cara (yg kurang bagus) lewat tulisan di yahoo messanger & tebak2an akhirnya dia berhasil mengutarakan hal itu ke L lgsg. Beberapa jam setelah hal itu dia merasa seperti telanjang. Rendy menelanjangi perasaannya sendiri. Tapi dgn cara pikir bahwa ini adalah suatu proses pedewasaan bagi diriny sendiri dan mgkn juga utk L. Dia akhirnya merasa lebih confidence bout his future.

Sebagai catatan setidaknya dia tidak terlalu malu kalau suatu saat ditanyai oleh Dhanny W (yg kabarnya udah gonta-ganti pacar & sampe hari justru bgg sendiri waktu ada cewek yg jsutru suka duluan sama dia).

As an epilogue. Rendy bertanya ke L, "what do u feel bout me ?" . dan seperti yg telah diduga bertahun2 lalu L benar2 tidak pernah merasakan apa2 ke Rendy. L hanya merasa bahwa Rendy adalah teman yg cukup asyik diajak ngobrol. That's all.

So what about the continuation of my relationship with L. Aku rasa kita tidak mgkn menjadi couple krn terlalu byk yg harus dikorbankan jika hal itu terjadi.

Pertama dari sisiku sendiri. Tidak mgkn aku akan pulang & bekerja di indonesia dalam waktu dekat ini. Aku tidak bisa tahan dgn gaji 2 juta sebulan di sebuah kota besar yg carut marut. Aku masih punya banyak mimpi, yg paling deakt & simpel aku ingin upgrade mobo + procie + DDR3 dr hasil keringatku sendiri. Yg agak mahal lagi MY LOVE TO TAYLOR GUITAR is too strong, aku benar2 ingin membeli sebuah Taylor 714CE yg harganya Rp 31 jt lebih dgn uangku sendiri. DAn aku juga ingin membahagiakan papi mami dgn menjadi anak yg berhasil & syukur jika aku bisa mengajak mereka berdua keliling dunia.

Dari sisi L (menurut pandanganku) dia tidak terlalu punya feeling ke aku, she thinks we're only friends not much or less. Seumpama-pun dia punya feeling ke aku, sangat berat bagi kita berdua buat long distant. Jikalau tetap dipaksakan, tidak mgkn L akan menyusulku ke sini & cari penghidupan di negeri lain ini. It's just impossible ! aku ngak yakin dia bakal berani & ortunya tidak bakal mengijinkan krn dia adalah anak paling kecil & cewek pula.

Mkgn bagi yg baca post ini, hal ini tidak lebih dr kisah cinta seorang laki2 yg baru pertama kali mencitai seorang wanita, but for me : ini adalah sebuah titik balik yg penting dalam hidupku

RENDY WON'T BE THE SAME MAN AGAIN AFTER 4 AM AT 19/10/2008 (SGP time).


nb: THX L for our friendship, you've change the way I live. the way I think. Hope u can find a very worthy man soon. Who 10000x times love u more than I do.

Friday, October 17, 2008

I dont want to relapse.

Bingung itu yg ada di pikiranku sekarang. Setahun yg lalu tiap kl aku merasa begini, inilah tempatkuu menulis. Tulisan2 aneh, kata2 comot-comot dr lagu. Aku benar2 menganggur waktu itu. Hanya tempat inilah yg bisa utk menulis2 apa yg ada di pikiranku. Sekarang aku sudah tidak senggangur itu. Jadi blog ini hanya tinggal kenangan yg tidak jelas. AKu lebih menyebutnya, proses pendewasaan ku. Ok lah tanpa panjang lebar. INi adalah tulisan terakhirku di blog ini. BUkan karena apa. Kurasa dahulu adalah masa transisiku. DAn masa itu sudah berakhir. I feel like being born again, so it's just my past live. Dan blog ini pun juga harus dihapus seiring dgn beubahnya diriku. ALasan teknis lainnya adalah, email utk login ini sudah akan kubuang, Krn kurang bagus & tidak profesional. Jadi aku menyebut semua ini sebagai end of an era.

NOw the core of the post. Ok sama seperti setahun yg lalu. Aku berusaha melupakan seseorang lewat tulisan2ku di sini. Dan waktu itu lumayan terbantu krn sebenarnya inti dr semua tulisanku hanya lah tempat utk sesuatu yg tidak bisa aku ungkapkan ke org lain. Jadi aku berpindah dr satu medium tempat (dr email ke dia) ke blogspot. That's simple.

Bulan2 berikutnya aku masih terjebak dgn my addiction. Tp degnan kesibukan + niat +ratusan lirik yg dinyanyikan berulang2 aku bisa lepas dr semua itu. Hidupku terasa sangat indah krn tidak ada lagi addiction. Aku juga menemukan the roots of all beauty in me. That's E.. Aku memang tidak berharap apa2 ke dia, aku cuma bahagia saja akhirnya kau bisa menemukan arti keindahan yg selama 5 tahun ini sudah hilang dariku. Ya E adalah figur yg selama ini kusukai. Setelah sekian lama aku terjebak pada L. Akhirnya aku bisa menemukan diriku yg sebenarnya. Bukan berarti L not beautiful. But she represent the other side of beauty. She's look smart. Sampe hr inipun (setelah lepas dr my addiction to her), tiap aku memabyangkan dia, rasa respek lah yg muncul. For me, she just has a smart aura that makes man can't stop lookin at her.
Di lain pihak, E adalah simbol dr semua benda lucu yg kusukai, termasuk si cute-lookin-bad ass Stitch. E is so sweet & cute, I can always smile when I look at her. My smile is getting bigger & bigger when I look at her smile. Itu jg yg kurasakan waktu aku meilhat si Stitch. Only Stitch is just cute, but E is alive & sweet to.

Then this is when my problem come. Last week my friend brough her friend in our class. Actually, I met her in canteen. Damn ! I dunno why I feel her so gorgeous. Damn !!! I never give this appreciation to any other woman in my class. I admitted, maybe one or two Chinese gals, who are cuter than the rest of her group. Aku sudah tau rasanya, gr2 hal seperti ini lah 5 tahun aku menderita (addiction) kehilangan jati diri. I dun want to feel that again. Aku dusah mencoba utk tidak mengingatnya lagi. Krn itu kejadian minggu lalu & hari senin & selasa ini dia udah tidak ada jd kupikir emang sudah tidak ada. Lega rasanya. BUT !! Then she came again this evening, DAMN ! It's not about her, but this is a war between me and my feeling. I dun want to lose that fight again. Ussually I have someone to help me forget. Like for L, a friend whose name is A, help me to block all my remaining addiction to L. And amazingly, IT'S WORK ! I really have no feeling to A, but somehow she can help releasing my addiction to L.

A note for L. Right now, I'm quite miss her. I want to know how is she doin. But that's it. NO more or less. Even when I didn't hear her news about a month, I never really thinking bout it. So, I'm really really cured right now ;)

Back to the topic. For the last girl. It keeps lingering in my mind. Yes I can still functional on class tonight, but that's because she is in the library not coming to the class again. Hey ! why I got an Idea now. Let me check One thing or two, these maybe my cure. (to fight a poison get another poison)....{now checking}

Check result: Damn ! profile result negative, but profile can be deceiving, just believe that that her profile is fake ! And I will be saved.

I dunno how to do anymore. Maybe tommorow, I'll start my other addiction : PC GAME ! First step, buy that pretty account, use it when it come, then PLAY untill I BLEED !
That's my greatest weapon to counter all other addiction. I hope it can go as planned.

Save my soul, save my feeling, save my sanity !

Tuesday, April 22, 2008

Jauh

Setelah sekian lama tidak ng-blog, kl ini mgkn saatnya saya harus nge-blog lagi. Seperti terakhir kl blog ini sudah berubah nama, namun justru inilah maksud saya yg sebernarnya utk nge-blog. Untuk edisi perdana ini, saya akan membuat suatu tulisan, memang ini bukan sesuatu yg penting utk anda baca, tp lebih kepada hasil akhir yg saya dapat setelah saya menulis ini. Daripada berpanjang lebar mari kita apa yang saya inginkan.

To: one of my "friend"
Pada saat pertama kali, aku menulis email ke kamu. Itu hanyalah sebuah ucapan selamat ulang tahun sederhana. Aku tidak punya maksud lain krn aku tau pastilah kamu hanya akan mencuekin hal2 seperti itu. Setidaknya mgkn kamu akan membalas dengan ucapan terima kasih. And that's all, Iwant to ask. tp entah kenapa ternyata aku melihat kamu menanggapinya dengan lebih antusias. Sejak itu duniaku terasa lebih aneh lagi. Aku tidak pernah sekalipun mengutarakan hal2 kecil. Aku lebih suka membicarakan hal2 serius atau konyol sekalipun yg tidak lebih hanya bermaksud utk get the job done or just to make me laugh. Tp entah kenapa sejak kamu membalas emailku itu, aku menjadi berubah 180 derajat. Aku menjadi seorang pencerita yg handal. Menceritakan segala tetek bengek yg selama ini aku simpan sendiri. Sampai kadang2 aku berpikir bahwa, ada beberapa hal yg sudah sedikit terlampau pribadi sudah kuceitakan padamu. Waktu itu memang aku dipenuhi emosi sesaat. Aku benar2 tidak dapat mengontrol apa yg aku pikirkan. Semua perasaan senang, bahagia, sedih, perasaan2 pribadiku tumpah ruah ketika aku menulis email untukmu. That's something I've never done in the past. I dunno maybe I feel so comfortable too comfortable to talk to you. Karena aku merasa bahwa kamu mau mendengar & menanggapi semua itu.

Aku seperti orang mabuk, terlebih lagi ketika mendekati dan sesudah sidang tugas akhirku. Kesenangan menulisku makin menjadi-jadi. Bahkan aku sampai membuat 5 halaman 2 part email yg berisi hal2 di atas tadi. Benar2 lucu. Dan aku terus melakukan itu sampai beberapa bulan ke depan. Sampai satu saat, kamu benar2 tidak membalas lg emailku. Aku menunggu berminggu2 tp tak pernah datang. Baru saat itu aku tau bahwa sebernanya aku telah kecanduan entah pada email ato padamu. Hari2 terasa berat & aneh ketika aku tidak pernah mendengar kabar darimu lg. Sampai suatu saat aku mencoba lg mengirimkan email kepadamu. Dan lagi2 entah kenapa kamu membalasnya. I relapsed to my old addiction.

Sampai suatu saat, aku mencoba melakukan suatu tes. Aku tidak membalas sebuah email darimu selama 2 minggu dan kemudian aku membalasnya. Namun apa yg terjadi, kamu kembali tidak membalasnya. Belakangan setelah aku mencoba mengirim email ke kamu, aku baru tau kl kamu baru saja sibuk mempersiapkan sidang TA mu. Mengapa kamu tidak bilang, apakah menulis "aku sedang dibuk buat sidang kl sudah tidak repot aku akan kembali menghubungimu" terlalu sulit & menyita waktumu. Aku baru tau saat itu bahwa aku telah mempermainkan diriku sendiri. Aku membohongi diriku sendiri bahwa kamu adalah org yg tepat utk aku bercerita & bercanda, dll. Ternyata kamu hanya menganggap semua tulisanku itu angin belaka. Kamu tidak pernah tau kl aku tidak pernah bercerita sedalam itu kepada seseorang sebelumnya. Kamulah org pertama yg pernah mendengar semua itu diluar orang tuaku. Malah kadang aku berpikir aku lebih jujur bercerita kepadamu drpd ke orang tuaku. Betapa bodohnya aku. Orang tuaku pasti akan lebih mau mendengar semua itu drpd kamu. Tapi kecanduanku "padamu" telah membuatku buta. Ya aku telah buta. Tp dibalik semua kebutaan itu, aku tahu bahwa kamu bukan seperti dirimu waktu pertama kali aku mengirim email itu. Kamu telah berubah. Aku merasa bahwa semua perkataanku hanyalah angin yg terpaksa harus kamu baca & tanggapi. Itu-pun dengan jawaban sekenanya. Kamu mgkn tidak pernah tahu bagaimana sakitmya hatiku pada waktu itu. Aku seperti menelanjangi semua pikiran & perasaanku utk bercerita kepadamu. Balasannya adalah ignorance, keterpaksaan, dan kebosananan. Mengapa kamu terlalu takut utk mengatakan bahwa kamu bosan kepadaku ? itu memang menyakitkan, tp jauh lebih sakit ketika aku melihat kamu membaca semua tentang diriku dengan perasaan bosan & terpaksa. U know how my heart is cut & poured with pure salt. Setelah itu aku merasa bahwa percuma aku percaya kepada seseorang utk mendengar cerita2 ku, hal2 yg biasanya aku pendam dalam diriku sendiri. Aku tidak menghubungimu lg setelah itu.

Sampai suatu saat my departure. Aku mengirim 1 SMS ke kamu. I think that time our communocation is partialy restored. Seiring di tempatku ada internet unlimited 24-7, aku selalu OL setiap hari. Di sana beberapa bln terkahir aku sering bertemu denganmu. Aku kembali bercerita, namun dalam kadar yg sudah jauhh lebih berkurang dr sebelumnya. Dulu aku lebih byk bercerita pandangan2 pribadiku, perasaan2ku. Sekarang lebih kepada hal2 umum yg setiap org pun bakalan sudah tahu. Kadang2 aku jg bercanda. Entah kamu merasa lucu, terhibur atau tidak oleh hal2 itu. Aku tidak pernah tahu, tp yg pasti semua candaan & omongan2 itu cm untuk memuaskan hatiku sendiri. Aku tidak pernah ingin membuatmu merasa tertawa atau terhibur. Itu adalah hiburan pribadiku. Aku lebih suka menghibur diriku sendiri diantara semua luka2 yg pernah kualami.

Namun Tuhan berkata lain kepadaku. Tuhan telah menunjukkan padaku siapa aku sebernarnya. Satu hal yg telah lama terlupakan akhirnya muncul lagi. Aku tahu siapa diriku sekarang dan itu adalah senjata terampuhku utk melawan semua kecanduanku "padamu".

Saat ini tidak banyak hal yg bisa kulakukan selain do what you have done to me, ignorance. Aku yakin kamu tidak akan merasakan apa2 jika aku melakukannya. Kamu tidak akan merasakan luka yg aku rasakan. How lucky are u. Memang hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah, tp aku berharap ada hal2 yg tertentu yg bisa membantuku melakukannya misal:kesibukan, game, artikel, song, dll.

Hal terakhir adalah seandainya lagi2 seumpama kamu bakal bertanya mengapa aku berubah sikap padamu. Inilah jawaban yg PASTI akan kuberikan padamu.
Alt 1: (jawaban mudah) mgkn kamu sibuk jd labih baik aku tdk menganggumu. Bkne kl org sibuk diganggu itu malah isa muntab.
Alt 2: (jawaban sulit but the true answer) Entah sudah brp lama aku merasakan hal ini. Aku merasa kamu semakin menjauhkan diri dr aku. Aku memang gk berharap kita isa jd temen yg terlalu dekat. Kt nenek berbahaya. Tp aku bener2 merasa kamu sengaja membuat benteng yg tinggi ke aku. Mgkn kamu khawatir ada sesuatu pada diriku. Aku tidak tau apakah kekuatiranmu itu sama dengan yg aku pikirkan. Tp benteng itu membuat aku secara2 tidak lgsg juga membuat benteng yg sama padamu, memang mgkn belum setinggi punyamu. Tp aku merasa bentengku itu makin tebal & tebal. Akibatnya, aku semakin membatasi hal2 yg mau kubicarakan padamu. Istilah gampangnya, aku semakin menutup diriku terhadapmu. Entah mgkn ini akibat persepsi yg aku dapet dr kamu, aku dw yg mengada2, atau ini memang kebenaran. Entah gmn menurut kamu ?

Saturday, February 9, 2008

Pain of Doom

"I've been hurt because of it, I don't want you to feel the same"




Ini adalah salah satu pengalaman yang akan selalu saya ingat dalam hidup. Bukan karena saya dendam atau benci, tetapi karena saya tidak ingin melakukan hal sama kepada orang lain.
Kisah ini dimulai ketika saya baru pulang dari Bandung setelah mengikuti lomba statistik. Dalam lomba itu tim saya mendapatkan juara ke-3. Jadi ada sejumlah kecil hadiah yang saya terima. Namun yang lebih mengejutkan adalah uang yang diberikan oleh universitas kepada semua siswa yang mengikuti lomba sebagai biaya hidup. Ternyata jumlahnya hampir 3 kali lipat lebih besar daripada hadiah yang saya terima dari lomba tersebut. Sebenarnya itu adalah jasa dari dosen pendamping yang ikut menyertai . Dosen tersebut bisa mengatur seluruh biaya hidup yang diberikan univeristas kepada masing-masing siswa. Dan ketika lomba telah berakhir, keseluruhan biaya tersebut bisa dibagi rata kepada semua siswa yang mengikuti lomba.

Karena uang yang saya terima cukup lumayan, saya memutuskan untuk menggunakan sebagian untuk mentraktir teman-teman kos saya makan yang berjumlah 5 orang. Setalah mempertimbangkan beberapa hal , saya merasa perlu untuk mengajak satu teman lagi (sebut saja dia A). Kebetulan dia bukan teman kos saya. Untuk teman-teman kos, saya bisa dengan mudah memberi kabar ke mereka bahwa saya berencana untuk mengajak mereka makan pada hari Sabtu. Dan ternyata mereka semua tidak ada berencana pergi ke mana-mana pada hari Sabtu tersebut, maka dengan rencana tersebut sudah pasti berjalan dengan mulus. Sedangkan untuk si A, hari Jumat, saya mengirimkan SMS yang mengabarkan bahwa saya akan mengajaknya makan karena baru saja mendapatkan “rejeki” dari universitas. Si A juga bertanya siapa saja yang akan ikut. Saya menjawab hanya beberapa teman kos saya. Dan dia merasa sedikit kurang enak karena tidak kenal sama sekali dengan teman-teman kos saya. Saya mengerti memang posisi si A memang kurang menyenangkan karena harus berkumpul sama-sama dengan orang yang tidak dia kenal sama sekali. Waktu itu dia belum memutuskan menolak atau menerima ajakan saya. Dalam hati saya tidak berharap dia akan menerimanya. Jika dia menolak, saya juga tidak bisa menyalahkannya karena memang dia tidak dalam posisi yang menyenangkan.

Setelah hal itu, saya melakukan aktivitas kembali. Dan tidak ada angin atau hujan, tiba-tiba si A menelpon saya. Waktu melihat nama si A di layar HP, saya berpikir bahwa dia pasti akan menolaknya, tetapi karena kurang enak jika menolak ajakan lewat SMS maka dia menelpon. Mengapa saya bisa terlalu pesimis seperti itu ? Karena si A tidak pernah menelpon, menjawab sesuatu pasti lewat SMS, tidak jarang SMS juga tidak dijawab sama sekali. Jika dia sampai menelpon maka itu pasti extremely tidak menyenangkan jika disampaikan lewat SMS.
Ternyata perkiraan saya meleset 180 derajat. Dia menerima ajakan saya, tetapi dia akan mengajak satu temannya sebagai teman bicara. Yang lebih unik dia mengatakan bahwa dia akan membayar sendiri makanan temannya. Saya mengatakan bahwa itu tidak perlu karena harga 1 makanan tidak akan terlalu mahal, tetapi dia bersikeras. Daripada dia menolak ikut gara-gara urusan membayar makanan, saya menyetujui usulnya. Waktu itu kita berbicara selama beberapa menit untuk membicarakan tempat makannya, kapan dan di mana tempat ketemuannya. Semua berakhir dengan lancar sesuai dengan rencana awal saya. Malam itu, saya bisa tidur dengan nyenyak bahwa semua rencana saya bakal terlaksana dengan baik.

Hari Sabtu pagi, saya mengikuti sebuah kuliah 2 SKS yang berakhir dengan cepat. Setelah itu, saya pulang ke kos untuk bersiap-siap pergi dan menunggu teman-teman lain yang belum pulang kuliah. Kira-kira 2 jam sebelum waktu yang ditentukan, 4 orang teman kos saya sudah tiba di kos, sedangkan yang satu masih parkir di game centre. Saya yakin teman yang satu itu bakal cepat pulang. Seandainya belum pulang juga, kita semua bakal berangkat terlebih dahulu dan dia disuruh menyusul. No problem for game freak.

Lalu yang terakhir saya mengirim SMS untuk A. Dengan santai, saya menanyai, apa sudah siap berangkat & di mana kita bakal ketemuan. Bak disambar geledek di siang bolong yang cerah dan panas. Dia hanya menjawab, aku tidak jadi ikut karena sore mau ke pergi ke undangan saudaranya. Dari sana, saya memutuskan untuk makan di tempat yang dekat dengan rumahnya agar dia bisa cepat pulang setelah makan. Lagi-lagi dia menjawab, selain dia mau ke pesta, temannya juga tidak bisa ikut karena harus pergi ke pesta perkawinan saudaranya. Akhirnya mau tidak mau dia pasti tidak bisa ikut. Beragam perasaan campur aduk dalam pikiran saya. Yang bisa saya katakan adalah campuran dari kecewa, marah, heran, dan tidak percaya. Saya mengakui bahwa ada beberapa persen dari perasaan itu diakibatkan karena si A tidak jadi ikut. Namun yang jauh lebih menyakitkan adalah mengapa si A tidak memberi tahu saya malam harinya. Ok, mungkin pada malam hari memang si A belum mengetahui semua hal itu. Pagi hari ketika dia sudah mengetahuinya mengapa tidak segera memberi tahu entah lewat SMS atau telepon. Ok, mungkin dia sedang sibuk sampai lupa. Tetapi yang saya tidak habis mengerti mengapa dia kemarin malam mau menelpon ke HP saya yang jelas biayanya mahal, tetapi waktu pagi hari ketika tidak jadi ikut sama sekali tidak mau memberi kabar. Lebih buruk lagi, mengapa harus saya yang bertanya terlebih dahulu baru dia mau menjawab kalau tidak jadi ikut. Yang jelas bagi saya, jika si A memang sudah merasa tidak nyaman kenapa kemarin malam tidak langsung menolaknya. Justru rasa sungkan menolak itu yang membuat saya lebih sakit hati. Hal terakhir yang aneh bagi saya kenapa si A tidak bertanya dengan jelas ke temannya apakah dia benar-benar mau ikut atau tidak. Dari semua hal itu, saya hanya bisa mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya si A sendiri yang tidak mau ikut tapi dia mencari-cari alasan yang masuk akal untuk menolak. Saya tidak pernah tahu alasannya dan tidak ingin menanyakannya. Karena saya yakin si A pasti sudah melupakannya dan jika saya bertanya malah akan membawa permusuhan.

Setalah semua itu terjadi, saya kembali ke kamar untuk menunggu teman kos yang game freak pulang. Dengan semua perasaan tidak enak yang campur menjadi satu, saya membuka koleksi MP3. Waktu itu ada 1 lagu yang baru saya copy dan belum sempat didengarkan. Dari nama file-nya lagu tersebut berjudul Broken Hearted Woman dengan penyanyinya adalah Jessica Jay. Waktu itu saya tidak peduli dengan penyanyi atau liriknya. Waktu itu saya merasa bahwa lagu ini sangat pas dengan perasaan saya. Saya segera mengambil gitar yang ada di pojok kamar saya dan mencari chord dari lagu itu. Tidak terasa hanya dalam waktu 15 menit saya bisa menemukan semua chord dari lagu tersebut. Setelah itu saya menghabiskan waktu sekitar 20 menit untuk memutar lagu itu berulang-ulang sambil mengiringinya dengan gitar.
Teriakan teman dari bawah yang menanyakan apakah saya sudah siap berangkat, menyadarkan saya. Akhirnya saya mengganti baju dll dan berangkat dengan teman-teman kos saya. Dalam perjalanan saya sendiri heran bagaimana bisa saya menemukan chord lagu itu sedemikian cepatnya. Padahal menurut perkiraan saya untuk lagu seperti itu paling tidak butuh waktu di atas 1 jam untuk mencarinya. Malamnya, ketika sudah kembali ke kos, saya mencoba mendengarkan lagu itu kembali, tenyata tidak senikmat waktu mendengarkannya tadi siang.


CATATAN KAKI:
Ada beberapa alasan mengapa saya tetap bisa mengingat kejadian itu. Pertama adalah setelah acara makan tersebut, saya dan teman-teman menonton film Doom. Doom sendiri adalah salah satu game FPS yang saya sukai. Kedua adalah restoran tempat saya makan ternyata rasanya sangat pas dengan lidah saya dan tetap menjadi kegemaran saya sampai hari ini. Ketiga pada hari Minggu besoknya, orang tua saya datang dan kami sekeluarga makan di restoran yang lain. Restoran tersebut adalah tempat di mana saya dan si A berencana akan makan bersama. Soal lagu Broken Hearted Woman, sampai hari ini saya 
tidak bisa menemukan liriknya,
mungkin saja judul & nama penyanyi yang ditulis di file MP3 saya salah. Yang saya tahu lagu itu ada versi mandarinnya, tetapi isinya sama atau tidak, saya tidak tahu. Saya tidak pernah lagi mendengarkan lagu itu lagi setelah kejadian ini dan catatan saya 
tentang chord lagu ini juga hilang
entah ke mana.

FOR A:
Seandainya kamu membaca hal ini dan tahu bahwa sebenarnya dirimulah yang kau jadikan pusat pembicaraan di sini, janganlah marah padaku. Aku sama sekali tidak dendam kepadamu. Aku memaafkan dirimu seandainya jika kamu berbohong padaku, tetapi jika seandainya semua perkiraanku salah maka aku minta maaf. Semua yang aku tulis di sini adalah perasaanku sejujurnya waktu itu. Aku berusaha untuk menceritakannya semirip mungkin dengan kejadian aslinya. Mungkin ada beberapa hal yang salah karena aku memang sudah melupakannya. Aku menuliskan hal ini karena aku sudah berjanji untuk tidak melakukan hal yang sama sepertimu. Justru di sini aku ingin berterima kasih karena tanpa dirimu aku belum tentu akan mengalami hal tadi.


Good luck for you A, I’ll always remember you as a good friend despite all you’ve done to me. Without you my life will be so much different, because there is time when my life so colorful because of you.

Sunday, January 27, 2008

Experience part 2

Hari ini saya mencoba 1 game yg telah saya bawa dr Indo yaitu Simcity. Ternyata benar2 membosankan, maka saya putuskan untuk menuliskan beberapa hal yg telah saya lalui selama 2 minggu ini. Saya berencana intuk menuliskan beberapa hal yg berbeda kali ini, maka untuk menghindari kebingungan tulisan ini akan saya bagi menjadi beberapa part.

PART I : BETRAYAL
Ini mungkin bukan bagian yg bagus untuk memulai sebuah tulisan, tetapi saya sengaja memasukannya karena alasan kronologis. Sebelum semuanya dimulai sebenarnya ada satu kejadian yang saya alami yaitu pengkhianatan. Dalam hal ini berupa janji yang tidak ditepati. Entah apa yg dipikirkan oleh pihak tersebut, entah dia merasa atau tidak jika sebenarnya dia telah mengkhianati seseorang. Sebagai korban saya seharusnya sangat membenci pihak tersebut, namun (dari pengalaman) amarah dan kebencian justru akan memperburuk masalah. Maka saya memutuskan untuk tetap baik kepada pihak tersebut dengan cara melupakan karena perbuatannya.Namun anehnya justru pihak tersebut yang berubah membenci dan acuh tak acuh terhadap saya. Bukankah ini aneh. Mungkin saja ini dikarenakan pihak tersebut merasa bersalah kepada saya. Namun dari semua sikap saya bukankah dia seharusnya bisa menilai bahwa saya sudah tidak mempermasalahkan pengkhianatannya lagi. Biarlah Tuhan sendiri yang menilai siapa yang salah atau betul. Jika ternyata kami berdua bersalah saya hanya akan berkata “If there is a hell, I’ll see you there”
Satu pelajaran dari hal ini, dalam berbuat sesuatu sebaiknya kita memikirkan terlebih dahulu bagaimana dampaknya bagi orang lain. Atau cara lain adalah membayangkan jika kita berada dalam posisi orang tersebut dan ada orang lain yang berbuat demikian bagaimana rasanya. Saat ini saya membayangkan bahwa Tuhan sangat adil terhadap diri saya karena sudah ditunjukkan bagaimana rasanya dikhianati sehingga saya tidak akan berbuat demikian kepada orang lain. Saya juga berpikir mungkin Tuhan sedang menunjukkan suatu jalan baru yang lebih baik untuk saya.

PART II : BEING OLD DOESN’T MEAN SOMEONE IS GROWN UP
Saya juga mengalami kejadian dimana seseorang yang sudah berumur berindak tidak lebih dari seorang anak TK. Saya tidak bisa menceritakan nama & kejadian sesungguhnya karena tidak akan baik jika diketahui oleh pihak yang dimaksudkan. Saya hanya member ilustrasi yang mirip.
Bayangkan ada 5 orang siswa TK sedang bermain di halaman sekolah pada saat istirahat. Kemudian satu anak mengeluarkan 1 buah permen dan memakannya di hadapan ke-4 temannya. Karena anak ini memang dikenal tidak suka berbagi dan cenderung lebih suka mengiming2i maka anak yg lain hanya mendiamkan saja. Lalu tanpa ditanya anak itu lalu mengatakan, “Ini permen baruku. Dibelikan oleh kakakku ketika dia berlibur ke Singapura. Rasanya enak sekali lho. Di Indo gak ada permen yang rasanya seperti ini. Rasanya buah2an dicampur dengan coklat. Sebetulnya aku punya 2 biji tapi yang satu sudah kuberikan pada teman lesku.” Salah satu temannya kemudian menyeletuk, “Wah enak juga ya punya kakak yang bisa membelikan oleh2 permen kesukaan adiknya.”
Ini ilustrasi kejadian yang saya alami sendiri, dimana di kejadian sesungguhnya anak kecil pembawa permen itu adalah orang yang sudah seumuran dengan orang tua saya sendiri.
Kesimpulan saya, untuk punya anak & jadi orang tua itu sangat gampang. Namun menjadi orang tua yang benar2 berpikiran dewasa untuk mendidik anak2nya tidak semua orang bisa.

PART III : SENTOSA ISLAND
Kebetulan kemarin saya perdi ke tempat wisata Sentosa Island. Di sana saya berjalan2 sebentar di pantai, pakai acara foto2 pula. Juga ikut naik kereta gantung, nonton pertunjukkan Song of The Sea. Waktu kelaparan juga makan. Ya lumayan bersenang2 setelah kuliah 1 minggu.
Tentang pantai. Saya berjalan2 sebentar di sana dan mengamati apa saja yang bisa dilihat di pantai tersebut. Karena sedang week end jadi lumayan ramai walaupun tidak sampai penuh sesak. Pengunjung banyak orang bule & Singaporean sendiri. Yang justru saya amati adalah panjang pantainya. Di sana sangat pendek tidak seperti pantai di Kuta yang sangat panjang. Lainnya lagi dari pantai jika melihat ke laut justru yang terlihat adalah kapal2 barang yang sedang berlabuh. Bandingkan dengan pantai di Indo (Kuta misalnya) dimana kita bisa melihat laut yang bersih dari kapal2 besar pengangkut barang. Sayang pantai di Indonesia tidak dikelola sebaik di sini. Banyak sampah, tidak teratur. Andai negara kita bisa mengolahnya pantai di Sentosa ini tidak lebih daripada mobil Toyota dibandingin dengan Porsche.
Pengalaman menarik juga pada waktu naik kereta gantung. Waktu sedang menanjak naik saya sangat ketakutan. Karena di sana ada alat foto, saya bisa melihat bagaimana reaksi ketakutan saya. Muka serius, tegang, kedua tangan memegang erat2 pengaman kursi. Definitely freak up !!! Bagian yg saya sukai adalah sehabis naik kereta gantung itu. Di sana kita bisa naik mobil2an yg bergerak karena gaya gravitasi bukan mesin. Jadi kita naik mobil2an di lintasan yang dibuat berliku2 & menurun. Saya sangat suka karena mobil bisa melaju dengan kencang, walau saying lintasannya sangat pendek.
Bagian yg menarik lainnya adalah pertunjukkan The Song of the Sea. Itu adalah pertunjukkan yang memadukan manusia, pertunjukan laser, api (pyrotechnic), air, lagu, cahaya, kambang api, dan cerita yang simple. Lokasi pertunjukannya adalah di pinggir pantai dan menghadap ke laut. Waktu pertunjukannya juga malam dan sedikit remang2. Mungkin untuk menambah kesan romantic. Bicara tentang cerita sebetulnya cukup konyol bagi saya. Ceritanya adalah khas tipe2 Damsel in Distress. Cewek cantik dikutuk dan menunggu ditolong sama cowok yang kesemsem karena kecantikannya. Untuk cerita ini kasusnya adalah Princess Mia yang dikutuk tertidur dan ada pemuda bernama Lee yang berusaha menolongnya dengan menggunakan nyanyian. Nyanyiannya sendiri menurut saya sangat tidak menginspirasi. Saya justru tertarik oleh atraksi air, pyrotechnic, dan kembang apinya. Karena semua itu dipadukan dengan baik dan diiringi oleh musik yang sesuai. Bagian favorit saya adalah pada waktu permainan pyrotechnic yang dipadukan dengan iringan musik yang terdiri dari perkusi yang menghentak-hentak.
Satu hal yang secara implicit dapat ditangkap dari pertunjukan ini adalah negara singapura menghormati semua ras yang ada di negaranya baik moayoritas maupun minoritas. Pada adegan awal dimana tokoh manusia bernyanyi2 di pinggir pantai, mereka menyanyikan lagu berbahasa Inggris, Mandarin, Melayu, India. Di mana ini mewakili bahasa yang dipakai oleh ras yang tinggal di Singapura. Walau ada beberapa ras di Singapura, namun mayoritas adalah ras Cina. Dan pertunjukan ini menyampaikan hal itu, walaupun secara implisit. Hal itu terlihat dari 2 tokoh utamanya yaitu Lee dan Pricess Mia. Nama Lee sudah menunjukkan bahwa dia adalah ras Cina, sedangkan Princess Mia, walaupun hanya berupa gambar hasil perpaduan sinar laser tampak sangat jelas berasal dari ras Cina.
Saya juga menemui satu hal yang cukup “unik” pada saat berjalan di pinggir pantai. Kebetulan di dekat saya ada tempat yang bisa dibuat untuk berenang. Secara tidak sengaja, saya melihat di sana ada sepasang muda-mudi sedang berendam dalam air dan sedang bercengkerama dengan asyiknya. Mereka tidak melakukan apa2 hanya berbicara sambil berendam, namun jarak kepala kedunya sangat dekat sekali. Padahal di daerah tersebut bukan tempat yang sepi, namun mereka tidak malu dan orang2 yang lewat atau duduk di daerah itu juga tidak peduli dan tidak memperhatikan. Dalam hal ini, saya kagum dengan sikap orang Singapura yang memang menghormati kebebasan orang lain. Mereka tahu bahwa Sentosa adalah tempat wisata dan sangat wajar jika orang datang dengan pasangannya. Dan anda pasti tahu bagaimana kelakuan sepasang anak manusia jika berada tempat yang nyaman dan romantis.

PART IV : THE CAMPUS ITSELF
Kampus saya sebenarnya sama saja dengan kampus yang lain. Hanya saja jauh lebih besar daripada universitas saya pada waktu S1. Karena besar dan tidak semua orang hapal jalan ke arah mana, hampir di setiap lorong ada papan petunjuk arah. Walaupun pada tulisan awal, saya tersesat ke mana2 hanya untuk mencari 1 ruangan, namun dengan berjalannya waktu akhirnya saya lumayan bisa mengikuti arah yang ditulis di papan petunjuk. Sedikit catatan, seorang dosen juga mengomentari bahwa papan petunjuk tersebut tidak jelas karena tidak ada petunjuk seberapa jauh ruangan tersebut berada. Jadi ketersesatan saya waktu itu cukup beralasan.
Ruangan kelasnya sendiri ada 2 macam yaitu kelas besar dan kecil. Kelas besar bentuknya hampir seperti gedung bioskop. Tempat duduk yang bertingkat dan layar yang menangkap gambar dari LCD proyektor di bagian paling bawah tepat di tengah2 ruangan. Hal yang menarik dari ruangan ini ada 3. Pertama adalah pengaturan akustiknya. Suara dosen pengajar bisa terdengar dengan jelas ke seluruh bagian ruangan. Yang lebih unik suara mahasiswa yang bertanya atau menjawab pertanyaan juga bisa terdengar dengan jelas pula ke seluruh ruangan walaupun dia tidak menggunakan mic. Dengan catatan bicaranya tidak berbisik2. Kedua adalah kursi. Kursi di ruangan ini sandarannya tidak fixed alias bisa tegak atau menjadi sedikit menyandar ke belakang. Bagusnya lagi semaksimal apapun kita menyandar pasti akan tetap tegak. Sehingga menurut saya kursi ini tidak terlalu enak untuk tidur. Sandaranny sendiri juga penuh tertutup alias tidak ada bagian terbuka. Jadi untuk mahasiswi tidak perlu bingung apabila bajunya sedikit pendek. Bicara lebih jauh tentang pakaian. Di sini baik semua siswa bebas mengenakan pakaian apa saja. Di mana dalam hal ini tentu mahasiswi akan lebih diuntungkan karena bisa bebas mengenakan pakaian apa saja. Hal ketiga yang menarik adalah letak jam dinding. Jam diletakkan membelakangi siswa sehingga hanya dosen yang bisa melihat jam tersebut. Hal ini menurut saya bagus karena mendorong siswa tidak bingung melihat kapan waktu kuliah berakhir, telebih lagi apabila kuliahnya malam. Untuk kelas kecil ruanganna biasa tidak ada yang istimewa.
Hal lainnya adalah soal kantin. Di sini ada banyak kantin. Tp saya hanya pernah mencoba di dua tempat yaitu kantin engineering dan kantin art. Sementara yang lain cukup jauh sehingga saya malas mencarinya. Kantin di sini memang benar2 untuk mahasiswa. Artinya harga dan makanannya bisa dibilang lumayan murah daripada penjual makanan di luar kampus. Di 2 kantin itu tadi juga ada 2 restoran fast food yaitu McDonald dan Burger King. Harganya sendiri juga lebih murah daripada di luar kampus. Bahkan kalau menjadi member juga bisa mendapat diskon. Kebetulan saya hanya pernah sekali membeli di McD karena sudah terlalu lapar. Hal yang unik lagi adalah tradisi sesudah makan. Di sini semua piring, mangkuk, gelas, atau baki yang sudah selesai digunakan harus dikembalikan sendiri oleh penggunanya ke rak khusus untuk dicuci. Raknya sendiri ada 2 macam yaitu untuk muslim dan non-muslim. Anda pasti tahu apa alasannya. Di sini saya juga melihat bahwa di kampus-pun ditanamkan sikap menghargai keyakinan orang lain.
Di kampus ini juga ada toko buku. Dari beberapa buku yang saya akan beli ternyata harganya jauh lebih murah daripada membeli di luar kampus. Saya mencoba membandingkan 1 buku yang saya beli seharga sing$40 an dengan di Amazon. Ternyata berbeda jauh. Amazon menjualnya lebih dari US$100. Saya beranggapan bahwa buku2 di sini memang sengaja diberi harga yang pas dengan tingkat ekonomi mahasiswa Asia.
Berbeda dengan kampus Indo, di sini semua serba online. Urusan slide kuliah, tugas semua diberikan lewat internet. Kita pasti bisa mendownload slide kuliah sebelum kuliahnya sendiri berlangsung. Namun ada satu kekurangannya, dosen di sini slidenya gila2an. Waktu pertama kali saya sampai syok ketika melihat satu kali kuliah slidenya 70 halaman. Mau di print model gimana. Terlalu kecil takut tidak ada tempat mencatat, terlalu besar bakal tebal. Maka saya memutuskan mengeprint 1 halaman 2 slide dan bolak-balik. Walau agak tebal saya rasa itu yang terbaik. Kenyataannya pada saat kuliah ternyata banyak slide yang dilewati. Ditambah lagi dosen pengajarnya juga tidak enak, akibatnya saya bingung hal apa yang harus dicatat. Walhasil semua hasil print “agak” terbuang sia2.
Berikutnya adalah beberapa hal menarik yang saya alami. Pertama adalah tentang bis. Suatu hari sepulang kuliah saya menuju ke bus stop yang tidak biasanya. Di sana adalah tempat mangkal bis2 ketika malam hari. Kebetulan bis yang datang adalah yang biasa saya gunakan untuk pulang. Bis itu mendekat dan menurunkan orang, tapi anehnya pintu untuk masuknya tidak dibuka. Saya terbengong-bengong di depan pintu dan lebih bengong lagi ketika bis itu ngeloyor pergi untuk parkir. Kebetulan ada seorang mahasiswa India yang baik hati. Dia menjelaskan bahwa bis itu mau berhenti sehingga tidak menerima penumpang. Yang bisa dinaiki adalah bis lain yang sudah lebih dahulu parkir di tempat itu. Istilahnya bis2 itu gantian jalan. Baru dari situ saya mengerti. Ketika sampai di rumah saya berpikir mungkin orang India tadi mau memberi tahu karena dia dulu mungkin pernah mengalami hal itu.
Kedua adalah ketika menunggu bis untuk pulang. Kebetulan ada orang India yang berpapasan dengan saya. Lucunya dia mengenakan baju yang sama dengan milik saya. Saya terbengong2 kaget dan dia-pun juga sedikit melotot. Entah karena merasa risih dipandangi atau karena kaget juga kok bisa baju sama. Padahal selama kuliah S1 belum pernah sekalipun saya menemui orang yang berpakaian sama di waktu yang sama dengan saya.
Ketiga adalah masalah kebebasan umum. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas ketika di Sentosa. Di kampus, banyak ditemui pasangan yang bermesraan. Memang tidak separah yang di Sentosa, namun berpelukan, berciuman (dalam batas wajar) itu adalah hal biasa di sini. Gaya hidup cuek dan bebas memang sudah mendarah daging di sini.

PART V : EPILOGUE
Saya rasa tulisan ini harus diakhiri sampai di sini dulu. Ini adalah beberapa cuplikan yang saya anggap menarik. Mungkin di lain waktu saya bisa menulis hal lain yang lebih menarik dan kembali kepada root awal saya ketika membuat sebuah blog.

Saturday, January 19, 2008

Frist Experience 888

Pengalaman pertama kuliah di NUS. Pergi ke kelas LT2 (lecture theater 2). Saat itu hujan turun cukup deras. Turun dari bus 151 tepat di depan central library lalu saya berjalan lurus ke depan menuju ke gedung engineering terdekat yaitu E5. Dari sana saya masih belum menemukan petunjuk yang mengarahkan ke LT2. Bekal saya adalah peta yang terdapat no2 gedung. Saya memutuskanmengikuti arah ke gedung EA karena itu satu-satunya gedung yang saya tahu. Tiba ke gedung EA, saya sempat bertanya ke murid perempuan yang juga bingung di mana letak LT2. Akhirnya saya naik ke lift menuju ke lantai 6. Di sana saya menemukan beberapa petunjuk yang mengarahkan ke LT2 termasuk juga kertas yang ditempel2 yang mengatakan ada briefing untuk mahasiswa baru. Namun justru di sini masalah muncul, saya berjalan dari satu gedung ke gedung lainnya, namun tidak tetap tidak menemukan. Sekalipun ada petunjuk di mana2, namun jika berjalan terlalu jauh akhirnya pasti akan nyasar dan terpaksa harus kembali ke tanda terakhir untuk mencoba rute baru. Kertas2 tempelan tadi juga tidak berguna karena ada hanya di tempat tertentu, tetapi waktu saya mengikutinya lebih jauh tidak ada lanjutannya. Saya juga sempat bertanya ke seorang laki2, dia hanya memberi tahu arah seadanya dan saya berjalan mengikuti feeling saja.

Sampai suatu saat saya menemukan kertas pengumuman di pintu yang mengatakan bahwa LT2 berpindah ke ruangan tersebut. Saya sangat senang karena akhirnya sampai juga. Di dalam ruangan itu ada tiga murid laki2 . Ketika saya bertanya ternyata salah seorang dari mereka mengatakan bahwa ruangan tersebut bukan LT2, maka saya bertanya ke mana arah menuju ke LT2. Mereka semua bingung. Akhirnya saya kembali mengikuti feeling dan petunjuk di langit2. Setelah berputar-putar ke sana kemari saya menemukan petunjuk LT2 panah menuju ke arah kiri atas. Ketika melihat ke kiri saya hanya menemukan jalan buntu dengan 2 jalan ke kiri dan kanan. Ke kiri ada lift dan kanan ke arah tangga naik. Saya memilih tangga. Sampai di atas saya menoleh ke kanan. Syukur ternyata LT2 tepat di kanan saya. Saya mencoba meilhat ke dalam ruangan, yang ternyata kosong. Saya jadi bingung apakah ini ruangan LT2 yang dimaksud. Saya mencoba menelpon dua teman dimana keduanya tidak ada yang menjawab. Akhirnya saya memutuskan bahwa ini pasti ruangan yang benar, kalaupun salah paling saya hanya tidak mengikuti 1 kuliah. Karena lelah akhirnya saya duduk menunggu di depan ruangan itu. Akhirnya salah seorang dari 3 murid laki2 yang saya temui sebelumnya datang. Ternyata dia membawa kabar buruk karena di ruangan itu akan ada briefing untuk murid civil & geothermal engineering jam 1700. Murid itu juga membawa surat yang membuktikan bahwa di ruangan itu benar2 akan diadakan briefing. Saya jadi bingung lalu mencoba menelpon 2 teman tadi. Lagi2 tidak ada jawaban. Murid laki2 itu menyarankan supaya saya mengambil pengumuman yang serupa dengan miliknya di dept ISE (industrial & system engineering). Saya hanya separuh tahu di mana letak dept itu, jadi saya justru khawatir kalau ke sana bakal tersesat dan muter2 lagi dan buruknya lagi bakal tidak tahu ke mana arah balik ke LT2. Dengan berbekal semangat untuk kuliah, saya berangkat ke ruangan dept ISE. Kali ini tidak separah waktu mencari LT2. Sedikit kesasar akhirnya sampai dan berhasil meminta pengumuman yang dimaksud. Tragisnya ternyata jurusan ISE juga harus briefing di LT2 jam 1730. Jadi saya rasa cukup mubazir harus capek2 ke dept ISE ternyata hanya untuk mendapat pengumuman kemabali ke tempat tadi. Lagi2 saya kembali berjalan ke LT2. Kali sudah jauh lebih baik karena tidak kesasar sama sekali karena hanya tinggal men-trace back my last trip. Menariknya pada saat, saya turun keluar dari lift yang kebetulan dekat dengan WC tercium bau khas. I said, “Damn so much shit in this place.” Akhirnya saya bisa kembali ke LT2. Setalah beberapa saat murid2 lain mulai berdatangan. Akhirnya para dosen datang juga yang memberi pengumuman kalau semua orang harus masuk dari arah sebaliknya. Jadi selama ini saya berada di pintu keluar.

Di depan LT2 ada penyambutan kecil2an dengan beberapa hidangan kue dan minuman seadanya. Setelah selesai dimulailah briefing. Ada perkenalan dengan dosen2 baik yang hadir maupun tidak. Ada pula tata cara pengambilan mata kuliah, dll. Sebenarnya saya tidak terlalu mengikuti apa yang dijelaskan karena tidak terlalu mengerti apa yang diucapkan pembicara dan karena malas juga. Biasa khas mahasiswa. Selesai briefing ada break sejenak. Semua orang keluar. Saat ini hujan telah selesai. Ada 1 orang murid (kemungkinan?) bule yang membawa kamera Nikon DSLR (melihat model lensanya saya percaya kameranya model DSLR). Dia mengambil gambar pelangi yang berada di belakang gedung Singtel yang menjulang tinggi. Di sekitar gedung tersebut juga ada gedung2 lain, namun tidak setinggi milik Singtel. Andai saya punya kamera pasti saya juga akan mengambil momen itu.

Tidak beberapa lama kemudian kuliah dimulai. Namanya Applied Engineering Statistics (keren sekali). Karena baru pertama maka, lecturer memberikan beberapa hal dasar yang sudah pernah saya pelajari 3 tahun lalu. Ironisnya saya sama sekali tidak mengerti semua yang dijelaskan. Selain karena lamanya waktu, kemalasan saya dan metode pengajaran pada saat S1 membuat saya tidak mengerti semua hal itu. Dulu saya hanya diajari rumus2 dan bagaimana cara mengerti penggunaannya, tetapi asal mula rumus2 itu ada tidak dijelaskan. Memang bukan salah dosen, tetapi saya sendiri yang malas mempelajari lebih lanjut. Saya sedikit malu karena untuk mata kuliah tersebut saya mendapat nilai A. Untuk menebus dosa (baca: kemalasan) saya di masa lalu, kali ini tidak ada jalan lain selain membaca buku2 di perpustakaan.
Powered By Blogger