Remember the Time

A piece of paper to write everything I like.

Tuesday, December 25, 2007

Hellgate:London Review

Setelah beberapa kali memasukkan game Hellgate London dalam tulisan saya, tentu tidak lengkap rasanya jika saya tidak memberikan review game ini. Saat ini saya telah menawatkan level normal dari game ini. Jadi sedikit banyak saya sudah mengetahui beberapa hal dalam game ini.

Hal pertama yang akan saya bahas adalah area dalam game ini. Hellgate mengatakan bahwa hampir semua area dirandom sehingga player tidak akan menjumpai area yang sama persis ketika dia memasuki untuk kedua kalinya. Ide ini memang hebat dan Hellgate menepati janjinya, namun jika kita bermain lebih dari 7 jam, maka tampaklah bahwa seluruh area tidak lebih dari 8 macam. Dan begitu kita memasuki salah satu macam area maka kita langsung bisa tahu seperti apa bentuk area tersebut. Misalnya area yang disebut dank sewers. Kita pasti akan tahu kalau area tersebut berupa lorong-lorong yang tidak terlalu lebar dengan tangga melingkar ke bewah di bagian tengah. Jika tidak ada tangga maka pasti ada jalan panjang dengan genangan air di bagian tengahnya. Apapun nama areanya, jika kita menemui kata dank sewers ketika loading maka bisa dipastikan begitulah bentuk areanya. Singkat kata, area dalam Hellgate memang random, tetapi sangat monoton.

Hal kedua adalah class. Ada 6 kelas yang bisa dimainkan. Jika anda adalah penggemar berat game Diablo 2, ke-6 kelas di Hellgate bisa disamakan dengan Paladin (Guardian), Barbarian (Blade Master), Sorcerer (Evoker), Necromancer (Summoner), Amazon (Marksman), dan Druid (Engineer). Kesamaan itu bisa dilihat dari skill-skill yang dimiliki oleh ke-6 kelas dalam Hellgate. Walaupun sama, namun Flagship Studio sudah melakukan perubahan di sana-sini sehingga tidak akan sama persis dengan Diablo 2.

Hal ketiga adalah character development. Game ini memakai sistem experience untuk menaikkan level. Setiap naik level akan terdapat 5 point yang bisa dialokasikan ke-4 atribut dari character yaitu accuracy, strength, stamina, dan willpower. Selain itu terdapat 1 skill point untuk dialokasikan ke dalam skill tree. Game ini mendorong player untuk mengambil berbagai macam skill karena penambahan skill point ke skill yang sama akan menghasilkan peningkatan yang lebih kecil daripada ketika mengambil level 1 dari skill tersebut. Misalnya skill sword of reckoning level 1 akan meningkatkan damage sebesar 100%, namun pada level 2 hanya akan meningkatkan damage sebesar 115%. Bagi saya, mengambil terlalu banyak macam skill tidak terlalu berguna karena tidak semuanya bisa digunakan. Hal itu antara lain disebabkan karena shortcut keyboard untuk skill hanya ada 12.

Keempat adalah item. Inilah kekuatan game Hellgate. Ada banyak item berupa senjata, armor, enhancement yang bisa didapatkan. Semua item akan terbagi menjadi 5 macam yaitu common, enhanced, rare, legendary, dan unique (semakin ke kanan semakin bagus dan sulit didapatkan). Semuanya dirender 3D dan setiap digunakan akan nampak pada character yang kita mainkan. Karena character saya adalah guardian, saya hanya tahu item berupa armor, pedang, dan shield. Personally, saya sangat terkesan dengan desain pedang misalnya pedang berlemen fire, mata pedangnya akan tampak seperti terbuat dari larva panas yang berpijar merah, pedang berlemen poison tampak seperti mata gergaji dengan ujung-ujungnya menyala hijau.

Selain desain, saya juga terkesan dengan mekanisme customization. Item berupa senjata bisa di-customize dengan 4 macam benda yaitu relic, battery, fuel, dan tech (tergantung ada tidaknya slot untuk menempatkan 4 macam barang tadi di senjata). Dengan adanya hal ini, player bisa membuat senjatanya lebih mematikan atau memberikan atribut-atribut tertentu pada karakternya.

Mekanisme lain yang baru adalah breakdown item. Dalam petualangan, player pasti akan menjumpai item-item yang tidak cocok untuk kelasnya atau tidak disukainya, maka item-item itu bisa di-breakdown menjadi komponen-komponen yang terdiri dari 8 macam. Nantinya komponen ini bisa digunakan untuk membuat item-item baru di crafter (NPC pembuat item yang ada di semua station).

Sedikit kekurangannya adalah semua item yang digunakan akan membutuhkan sejumlah ‘recource’ berupa attribut dari karakter kita misalnya sword membutuhkan X willpower, helmet Y willpower, gloves Z willpower. Maka untuk memakai ketiga item diatas minimal player harus mempunyai X+Y+Z willpower, jika willpower kita tidak cukup maka salah satu item tersebut akan tidak digunakan. Dan 1 item tidak hanya menggunakan 1 macam attribut, ada juga yang memakai 3 attribut. Kekurangan lainnya adalah ada pada inventory. Tidak adanya tombol autosort membuat player harus terus menerus menyusun inventorynya agar muat dengan semua item yang dibawanya. Saya mengatakan item adalah nilai lebih dari game ini karena ia menyempurnakan hal yang paling addictive Diablo 2 menjadi lebih addictive lagi.

Hal kelima adalah monster. Sama seperti item, monster juga ada beberapa macam yaitu common, rare, dan legendary. Desain monster lumayan bagus. Player akan menemukan berbagai bentuk monster yang akan membangkitkan selera hack-slash player pada pandangan pertama. Sayangnya tidak cukup banyak stok jenis monster. Saya mengatakan agak karena jenis monster yang muncul hanya itu-itu saja dan di area-area selanjutnya hanya akan berubah nama, besar kecilnya, warna, besarnya damage yang dihasilkan dan healthnya, kadang-kadang elemen serangannya. Kekurangan itu ditutup dengan adanya randomize pada tiap area. Hal itu membuat player akan menemukan kombinasi monster yang berbeda tiap memasuki sebuah area. Karena kombinasi yang berbeda, player senantiasa dituntut untuk mencari kombinasi terbaik antara senjata dan skill untuk mengalahkan semua monster tadi.

Hal keenam adalah gameplay. Hellgate adalah game berbasiskan misi, dimana player akan menjalankan berbagai misi yang diberikan oleh NPC. Secara umum misi dibagi menjadi 2 yaitu story related dan secondary. Story related harus dijalankan agar jalan cerita dapat berlanjut, sedangkan secondary bersifat optional. Jika kita menjalankannya maka akan ada imbalan berupa item, experience, paladium (uang), dan influence terhadap NPC di station tersebut. Misi story related bisa dikatakan agak bervariasi karena ada berbagai hal yang dilakukan antara lain membunuh bos, menjalankan mech raksasa, mengendalikan turret, permainan mirip RTS sederhana, dll. Secondary mission, saya katakan sangat-sangat boring karena hanya ada 4 macam yaitu bunuh monster X di area Y sebanyak Z, ambil item A sejumlah B dari monster C di area D, bunuh monster X di area A, aktifkan barang X sebanyak Y di area Z. Keempat hal ini pasti kita terima dari semua NPC di setiap station dan jumlahnya lebih dari sekali. Saya juga bisa katakan kalau reward dari misi secondary ini umumya tidak berguna karena kalah bagus dari yang kita dapatkan dari musuh.

Hal ketujuh adalah story. Hellgate punya story yang sangat-sangat sederhana dan tidak menarik untuk diikuti. Bahkan story Diablo 2 yang juga sederhana masih lebih menarik untuk diikuti. Story sendiri hanya disampaikan lewat cutscene yang sangat tidak inspiratif. Hanya cutscene intro saja yang sangat menarik untuk dilihat. Sayangnya hanya sedikit berhubungan dengan gameplay yang dimainkan. Saran saya jika ingin cerita yang lebih menarik di dunia Hellgate London baca saja novelnya yang ditulis oleh Mel Odom.

Itulah seluruh review saya untuk game Hellgate London. Saya berkesimpulan bahwa game ini secara ide sudah bagus, namun gagal dalam hal pelaksanaannya. Berdasarkan pengalaman bermain selama 3 minggu, saya tidak puas dengan game ini.

No comments:

Powered By Blogger