Sinetron, acara hiburan yang disukai oleh hampir sebagian besar rakyat Indonesia. Hampir semua stasiun televisi nasional Indonesia menayangkan acara ini kecuali Metro TV. Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang isi sinetron dan sikap bangsa Indonesia.
PERINGATAN !!!! Ini adalah tulisan yang berisi kritik. Bisa menyebabkan sakit hati PARAH !!!!. Bagi yang tidak suka atau bosan membacanya silakan berhenti sampai di sini.
YOU HAVE BEEN WARNED !!!
Dalam tulisan ini, saya memakai 1 contoh jalan cerita yang sering digunakan di sinetron dan akan menggunakannya sebagai pebandingan dengan sikap atau pandangan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Isitilah [S] = isi sinetron, [RI] = gambaran rakyat Indonesia.
[S] Tokoh utama atau protagonis selalu orang baik dalam berbagai tindakannya. Alternatif lain, tokoh protagonis adalah keturunan dari orang kaya yang punya banyak warisan.
[RI] Tokoh ini adalah gambaran bangsa Indonesia terhadap dirinya sendiri dan juga tanah airnya. Dari dulu kita selalu diajarkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai sumber daya alam, tanah yang subur, letak yang strategis (antara 2 benua dan 2 samudra). Indonesia juga merupakan negara yang memakai budaya timur dimana kesopanan dalam hidup bermasyarakat selalu dijunjung tinggi.
[S] Tokoh utama selalu menderita.
[RI] Indonesia memang bisa dikatakan negara yang kaya dengan berbagai sumber daya alamnya, namun karena kita semua belum tahu cara mengatur dan menggolahnya. Akibatnya di negara ini angka kemiskinan dan penggangguran masih tinggi.
[S] Tokoh utama menderita karena ditindas oleh orang lain.
[RI] Di negara ini, banyak orang yang beranggapan bahwa pihak-pihak asing memanfaatkan sumber daya alam Indonesia untuk kepentingannya sendiri. Akibatnya rakyat Indonesia sendiri tidak kebagian karena sudah habis dijarah oleh pihak-pihak asing.
[S] Tokoh utama ditindas tapi tidak berani melawan karena takut.
[RI] Indonesia sendiri tidak berani atau tidak sanggup melawan pengaruh pihak-pihak asing tersebut karena kita semua memang tidak memiliki kekuatan untuk melawannya. Kita tahu bahwa tambang-tambang di Indonesia justru diambil hasilnya oleh perusahaan asing. Kita tidak suka akan hal itu, namun kita sendiri belum tentu lebih mampu menggolahnya. Ilmu kita terbatas, birokrasi carut marut, teknologi penggolahan belum ada. Karena hal-hal tersebut, sumber daya alam Indonesia sengaja dijual ke pihak asing sehingga paling tidak kita bisa mendapatkan uang dari pihak penggelola tersebut.
[S] Tokoh antagonis (bisa anak-anak, remaja, atau orang dewasa) digambarkan kejam, tidak tahu norma-norma kesopanan, kasar, suka melihat tokoh protagonis menderita, kadang-kadang juga berparas cantik atau ganteng.
[RI] Indonesia melihat pihak-pihak asing tersebut berasal dari negara-negara yang lebih maju daripada Indonesia baik yang besar (USA, Australia) maupun yang tidak terlalu besar (Singapura, Malaysia). Mereka tidak peduli terhadap nasib Indonesia karena apa yang dipikirkannya hanyalah bagaimana mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari negara kita ini.
[S] Tokoh protagonis mendapatkan berbagai bentuk pertolongan yang tidak disangka-sangka dari pihak lain. Mereka bisa berupa manusia maupun bukan (ibu peri, jin baik, dsb). Kadang-kadang pertolongan itu bersifat instan karena hasil dari sihir. Atau alternatif lain, tokoh protagonis dicintai oleh orang lain yang baik, siap berkorban bagi dirinya, kadang-kadang juga kaya.
[RI] Dalam kondisi seperti saat ini, Indonesia memimpikan semua sektor kehidupan bisa berubah menjadi baik dalam sekejap. Caranya adalah presiden atau pemimpin yang bisa menuntaskan berbagai masalah dengan cepat dan bisa menyenangkan semua pihak. Jika tidak begitu, mungkin saja diharapkan ada pihak-pihak luar yang dengan suka rela mau memberikan sesuatu (baca: uang) sehingga segala macam kesulitan yang ada sekarang bisa diselesaikan dengan segera.
[S] Tokoh antagonis mendapatkan ganjaran setimpal atas perbuatannya misalnya sakit, kecelakaan, meninggal, dsb. Alternatif lain, tokoh antagonis langsung menyadari kesalahannya, meminta maaf, dan berubah menjadi baik.
[RI] Indonesia ingin agar pihak-pihak yang dianggap merugikan enyah dari negeri ini dan tidak pernah lagi mencoba untuk melakukan tindakannya lagi. Selain itu jika memungkinkan juga membayar semua kerugian yang telah dialami oleh negeri ini.
[S] Tokoh protagonis kadang-kadang akan memaafkan tokoh antagonis. Alternatif lain, tokoh progonis memberikan hukuman yang setimpal misalnya dilaporkan dan ditangkap polisi.
[RI] Kita sering menganggap bahwa bangsa ini adalah bangsa yang pemaaf. Seandainya memberikan hukuman maka sesuai dengan jalur hukum yang berlaku. Apakah kenyataannya begitu ?
[S] Tokoh antagonis ’kalah’ sehingga tokoh protagonis hidupnya menjadi bahagia.
[RI] Indonesia yang merasa dirinya baik akan kembali menjadi baik jika penganggu dari luar tersebut berhasil dienyahkan.
[S] Sengaja mengulur-ulur jalan cerita sinetron yang laris.
[RI] Menggambarkan bahwa bangsa kita ini cepat puas dengan apa yang telah dicapainya. Jika sudah merasa nyaman berada dalam satu kondisi, kita malas mencari hal lain yang berpotensi memajukan diri kita.
Dari semua hal di atas, saya juga menduga bahwa sinetron sangat digemari di Indonesia bukan karena masyarakat yang butuh hiburan, ceritanya yang bagus, atau pemainnya yang sedap dipandang, namun disebabkan karena isinya yang nyambung dengan paradigma rakyat kita. Bukankah lebih mudah bagi masyarakat untuk menyerap sesuatu yang sudah sesuai atau tidak bertentangan dengan paradigmanya. Paradigma sendiri belum tentu benar, sedangkan sinetron justru menggunakan paradigma ini sebagai ini sebagai menu utamanya. Akibatnya terjadi lingkaran setan yang terus menerus membuat bangsa kita mempercayai dan mengikuti paradigmanya yang salah. Jika hal ini dibiarkan terus bukankah akan menjadi penghabat kemajuan negara kita ini. Akhir kata saya ingin menyampaikan pesan,
JANGAN TONTON TAYANGAN YANG TIDAK BERMUTU KARENA AKAN MERUSAK ANDA DAN MASA DEPAN BANGSA INI.


No comments:
Post a Comment