Remember the Time

A piece of paper to write everything I like.

Tuesday, April 22, 2008

Jauh

Setelah sekian lama tidak ng-blog, kl ini mgkn saatnya saya harus nge-blog lagi. Seperti terakhir kl blog ini sudah berubah nama, namun justru inilah maksud saya yg sebernarnya utk nge-blog. Untuk edisi perdana ini, saya akan membuat suatu tulisan, memang ini bukan sesuatu yg penting utk anda baca, tp lebih kepada hasil akhir yg saya dapat setelah saya menulis ini. Daripada berpanjang lebar mari kita apa yang saya inginkan.

To: one of my "friend"
Pada saat pertama kali, aku menulis email ke kamu. Itu hanyalah sebuah ucapan selamat ulang tahun sederhana. Aku tidak punya maksud lain krn aku tau pastilah kamu hanya akan mencuekin hal2 seperti itu. Setidaknya mgkn kamu akan membalas dengan ucapan terima kasih. And that's all, Iwant to ask. tp entah kenapa ternyata aku melihat kamu menanggapinya dengan lebih antusias. Sejak itu duniaku terasa lebih aneh lagi. Aku tidak pernah sekalipun mengutarakan hal2 kecil. Aku lebih suka membicarakan hal2 serius atau konyol sekalipun yg tidak lebih hanya bermaksud utk get the job done or just to make me laugh. Tp entah kenapa sejak kamu membalas emailku itu, aku menjadi berubah 180 derajat. Aku menjadi seorang pencerita yg handal. Menceritakan segala tetek bengek yg selama ini aku simpan sendiri. Sampai kadang2 aku berpikir bahwa, ada beberapa hal yg sudah sedikit terlampau pribadi sudah kuceitakan padamu. Waktu itu memang aku dipenuhi emosi sesaat. Aku benar2 tidak dapat mengontrol apa yg aku pikirkan. Semua perasaan senang, bahagia, sedih, perasaan2 pribadiku tumpah ruah ketika aku menulis email untukmu. That's something I've never done in the past. I dunno maybe I feel so comfortable too comfortable to talk to you. Karena aku merasa bahwa kamu mau mendengar & menanggapi semua itu.

Aku seperti orang mabuk, terlebih lagi ketika mendekati dan sesudah sidang tugas akhirku. Kesenangan menulisku makin menjadi-jadi. Bahkan aku sampai membuat 5 halaman 2 part email yg berisi hal2 di atas tadi. Benar2 lucu. Dan aku terus melakukan itu sampai beberapa bulan ke depan. Sampai satu saat, kamu benar2 tidak membalas lg emailku. Aku menunggu berminggu2 tp tak pernah datang. Baru saat itu aku tau bahwa sebernanya aku telah kecanduan entah pada email ato padamu. Hari2 terasa berat & aneh ketika aku tidak pernah mendengar kabar darimu lg. Sampai suatu saat aku mencoba lg mengirimkan email kepadamu. Dan lagi2 entah kenapa kamu membalasnya. I relapsed to my old addiction.

Sampai suatu saat, aku mencoba melakukan suatu tes. Aku tidak membalas sebuah email darimu selama 2 minggu dan kemudian aku membalasnya. Namun apa yg terjadi, kamu kembali tidak membalasnya. Belakangan setelah aku mencoba mengirim email ke kamu, aku baru tau kl kamu baru saja sibuk mempersiapkan sidang TA mu. Mengapa kamu tidak bilang, apakah menulis "aku sedang dibuk buat sidang kl sudah tidak repot aku akan kembali menghubungimu" terlalu sulit & menyita waktumu. Aku baru tau saat itu bahwa aku telah mempermainkan diriku sendiri. Aku membohongi diriku sendiri bahwa kamu adalah org yg tepat utk aku bercerita & bercanda, dll. Ternyata kamu hanya menganggap semua tulisanku itu angin belaka. Kamu tidak pernah tau kl aku tidak pernah bercerita sedalam itu kepada seseorang sebelumnya. Kamulah org pertama yg pernah mendengar semua itu diluar orang tuaku. Malah kadang aku berpikir aku lebih jujur bercerita kepadamu drpd ke orang tuaku. Betapa bodohnya aku. Orang tuaku pasti akan lebih mau mendengar semua itu drpd kamu. Tapi kecanduanku "padamu" telah membuatku buta. Ya aku telah buta. Tp dibalik semua kebutaan itu, aku tahu bahwa kamu bukan seperti dirimu waktu pertama kali aku mengirim email itu. Kamu telah berubah. Aku merasa bahwa semua perkataanku hanyalah angin yg terpaksa harus kamu baca & tanggapi. Itu-pun dengan jawaban sekenanya. Kamu mgkn tidak pernah tahu bagaimana sakitmya hatiku pada waktu itu. Aku seperti menelanjangi semua pikiran & perasaanku utk bercerita kepadamu. Balasannya adalah ignorance, keterpaksaan, dan kebosananan. Mengapa kamu terlalu takut utk mengatakan bahwa kamu bosan kepadaku ? itu memang menyakitkan, tp jauh lebih sakit ketika aku melihat kamu membaca semua tentang diriku dengan perasaan bosan & terpaksa. U know how my heart is cut & poured with pure salt. Setelah itu aku merasa bahwa percuma aku percaya kepada seseorang utk mendengar cerita2 ku, hal2 yg biasanya aku pendam dalam diriku sendiri. Aku tidak menghubungimu lg setelah itu.

Sampai suatu saat my departure. Aku mengirim 1 SMS ke kamu. I think that time our communocation is partialy restored. Seiring di tempatku ada internet unlimited 24-7, aku selalu OL setiap hari. Di sana beberapa bln terkahir aku sering bertemu denganmu. Aku kembali bercerita, namun dalam kadar yg sudah jauhh lebih berkurang dr sebelumnya. Dulu aku lebih byk bercerita pandangan2 pribadiku, perasaan2ku. Sekarang lebih kepada hal2 umum yg setiap org pun bakalan sudah tahu. Kadang2 aku jg bercanda. Entah kamu merasa lucu, terhibur atau tidak oleh hal2 itu. Aku tidak pernah tahu, tp yg pasti semua candaan & omongan2 itu cm untuk memuaskan hatiku sendiri. Aku tidak pernah ingin membuatmu merasa tertawa atau terhibur. Itu adalah hiburan pribadiku. Aku lebih suka menghibur diriku sendiri diantara semua luka2 yg pernah kualami.

Namun Tuhan berkata lain kepadaku. Tuhan telah menunjukkan padaku siapa aku sebernarnya. Satu hal yg telah lama terlupakan akhirnya muncul lagi. Aku tahu siapa diriku sekarang dan itu adalah senjata terampuhku utk melawan semua kecanduanku "padamu".

Saat ini tidak banyak hal yg bisa kulakukan selain do what you have done to me, ignorance. Aku yakin kamu tidak akan merasakan apa2 jika aku melakukannya. Kamu tidak akan merasakan luka yg aku rasakan. How lucky are u. Memang hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah, tp aku berharap ada hal2 yg tertentu yg bisa membantuku melakukannya misal:kesibukan, game, artikel, song, dll.

Hal terakhir adalah seandainya lagi2 seumpama kamu bakal bertanya mengapa aku berubah sikap padamu. Inilah jawaban yg PASTI akan kuberikan padamu.
Alt 1: (jawaban mudah) mgkn kamu sibuk jd labih baik aku tdk menganggumu. Bkne kl org sibuk diganggu itu malah isa muntab.
Alt 2: (jawaban sulit but the true answer) Entah sudah brp lama aku merasakan hal ini. Aku merasa kamu semakin menjauhkan diri dr aku. Aku memang gk berharap kita isa jd temen yg terlalu dekat. Kt nenek berbahaya. Tp aku bener2 merasa kamu sengaja membuat benteng yg tinggi ke aku. Mgkn kamu khawatir ada sesuatu pada diriku. Aku tidak tau apakah kekuatiranmu itu sama dengan yg aku pikirkan. Tp benteng itu membuat aku secara2 tidak lgsg juga membuat benteng yg sama padamu, memang mgkn belum setinggi punyamu. Tp aku merasa bentengku itu makin tebal & tebal. Akibatnya, aku semakin membatasi hal2 yg mau kubicarakan padamu. Istilah gampangnya, aku semakin menutup diriku terhadapmu. Entah mgkn ini akibat persepsi yg aku dapet dr kamu, aku dw yg mengada2, atau ini memang kebenaran. Entah gmn menurut kamu ?
Powered By Blogger