Remember the Time

A piece of paper to write everything I like.

Tuesday, December 25, 2007

Supernatural & Sinetron

Tulisan ini adalah loose sekuel dari psoting ”Sinetron”. Kali ini saya ingin membandingkan antara sinetron Indonesia dan sinetron Amerika. Untuk sinetron Amerika saya memakai film berjudul Supernatural yang ditayangkan setiap hari Senin sampai Jumat di Trans 7. Untuk sinetron Indonesia saya tidak mengambil contoh film tertentu, tapi saya akan membatasi pada kisah yang berkisah tentang keluarga bukan action, misteri, atau legenda.

Sekilas tentang Supernatural. Film ini menceritakan tentang 2 saudara yaitu Dean dan Sam Winchester yang berkeliling Amerika untuk menyelidiki dan membasmi demon dan makhluk-makhluk halus.

Saya sengaja memakai Supernatural sebagai perbandingan karena isi ceritanya yang bersifat fiksi. Hal ini saya anggap setara dengan sinetron Indonesia yang memang ceritanya juga cenderung ke arah fiksi. Mengapa saya katakan cenderung ke arah fiksi ? Hal itu dikarenakan sinetron Indonesia memakai tokoh manusia yang normal, tidak punya kekuatan super dan umumnya tidak ada makhluk-makhluk gaib. Hal ini sangat kontras dengan isi ceritanya yang sangat-sangat fiksi (baca: tidak masuk akal). Bagi penonton yang kritis bisa saja timbul pertanyaan apa orang jahat itu selalu suka marah sambil melotot dan berteriak, selalu ingin menyakiti tokoh protagonis yang jumlahnya hanya beberapa, selalu ingin merebut kekayaan orang lain, dsb ? Sebagai perbandingan tokoh antagonis di Supernatural biasanya adalah demon, setan, atau makhluk-makhluk gaib. Tentu kita tidak perlu mencari penjelasan logis mengapa setan ingin mengambil roh manusia, makhluk jahat pasti ingin roh manusia untuk tujuan-tujuan jahat, tetapi jika ada tokoh yang melakukan berbagai tindakan jahat hanya untuk menguasai harta 1 orang. Tentu sangat aneh. Padahal ada banyak cara positif maupun negatif untuk mendapatkan banyak uang, tetapi tokoh antagonis cuma sibuk mencari cara merebut harta dari satu orang saja. Contoh lain, makhluk jahat misalnya rakhsasa yang gemar membunuh orang, tentu tidak perlu dipertanyakan lagi. Kalaupun penonton sangat penasaran cari saja lewat google pasti akan banyak cerita mitos atau legenda yang menceritakan tentang makhluk itu. Sedangkan jika kita melihat sinetron Indonesia, karakter A yang digambarkan sebagai siswa SD sudah bisa membuat rencana jahat untuk mencelakai orang lain dan yang lebih tidak masuk akal lagi rencananya berhasil.

Inti dari tulisan ini adalah semua sinetron isinya tidak ada yang masuk akal baik dari Indonesia maupun luar negeri. Dan kadang-kadang juga berisi hal-hal yang tidak nyata, tetapi seakan-akan nyata. Sebaiknya kita semua lebih bijak untuk menanggapi isi sinetron itu sendiri agar tidak terpengaruh dengan khayalan yang diceritakan di dalamnya.

Sinetron

Sinetron, acara hiburan yang disukai oleh hampir sebagian besar rakyat Indonesia. Hampir semua stasiun televisi nasional Indonesia menayangkan acara ini kecuali Metro TV. Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang isi sinetron dan sikap bangsa Indonesia.

PERINGATAN !!!! Ini adalah tulisan yang berisi kritik. Bisa menyebabkan sakit hati PARAH !!!!. Bagi yang tidak suka atau bosan membacanya silakan berhenti sampai di sini.
YOU HAVE BEEN WARNED !!!



Dalam tulisan ini, saya memakai 1 contoh jalan cerita yang sering digunakan di sinetron dan akan menggunakannya sebagai pebandingan dengan sikap atau pandangan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Isitilah [S] = isi sinetron, [RI] = gambaran rakyat Indonesia.

[S] Tokoh utama atau protagonis selalu orang baik dalam berbagai tindakannya. Alternatif lain, tokoh protagonis adalah keturunan dari orang kaya yang punya banyak warisan.
[RI] Tokoh ini adalah gambaran bangsa Indonesia terhadap dirinya sendiri dan juga tanah airnya. Dari dulu kita selalu diajarkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dengan berbagai sumber daya alam, tanah yang subur, letak yang strategis (antara 2 benua dan 2 samudra). Indonesia juga merupakan negara yang memakai budaya timur dimana kesopanan dalam hidup bermasyarakat selalu dijunjung tinggi.

[S] Tokoh utama selalu menderita.
[RI] Indonesia memang bisa dikatakan negara yang kaya dengan berbagai sumber daya alamnya, namun karena kita semua belum tahu cara mengatur dan menggolahnya. Akibatnya di negara ini angka kemiskinan dan penggangguran masih tinggi.

[S] Tokoh utama menderita karena ditindas oleh orang lain.
[RI] Di negara ini, banyak orang yang beranggapan bahwa pihak-pihak asing memanfaatkan sumber daya alam Indonesia untuk kepentingannya sendiri. Akibatnya rakyat Indonesia sendiri tidak kebagian karena sudah habis dijarah oleh pihak-pihak asing.

[S] Tokoh utama ditindas tapi tidak berani melawan karena takut.
[RI] Indonesia sendiri tidak berani atau tidak sanggup melawan pengaruh pihak-pihak asing tersebut karena kita semua memang tidak memiliki kekuatan untuk melawannya. Kita tahu bahwa tambang-tambang di Indonesia justru diambil hasilnya oleh perusahaan asing. Kita tidak suka akan hal itu, namun kita sendiri belum tentu lebih mampu menggolahnya. Ilmu kita terbatas, birokrasi carut marut, teknologi penggolahan belum ada. Karena hal-hal tersebut, sumber daya alam Indonesia sengaja dijual ke pihak asing sehingga paling tidak kita bisa mendapatkan uang dari pihak penggelola tersebut.

[S] Tokoh antagonis (bisa anak-anak, remaja, atau orang dewasa) digambarkan kejam, tidak tahu norma-norma kesopanan, kasar, suka melihat tokoh protagonis menderita, kadang-kadang juga berparas cantik atau ganteng.
[RI] Indonesia melihat pihak-pihak asing tersebut berasal dari negara-negara yang lebih maju daripada Indonesia baik yang besar (USA, Australia) maupun yang tidak terlalu besar (Singapura, Malaysia). Mereka tidak peduli terhadap nasib Indonesia karena apa yang dipikirkannya hanyalah bagaimana mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari negara kita ini.

[S] Tokoh protagonis mendapatkan berbagai bentuk pertolongan yang tidak disangka-sangka dari pihak lain. Mereka bisa berupa manusia maupun bukan (ibu peri, jin baik, dsb). Kadang-kadang pertolongan itu bersifat instan karena hasil dari sihir. Atau alternatif lain, tokoh protagonis dicintai oleh orang lain yang baik, siap berkorban bagi dirinya, kadang-kadang juga kaya.
[RI] Dalam kondisi seperti saat ini, Indonesia memimpikan semua sektor kehidupan bisa berubah menjadi baik dalam sekejap. Caranya adalah presiden atau pemimpin yang bisa menuntaskan berbagai masalah dengan cepat dan bisa menyenangkan semua pihak. Jika tidak begitu, mungkin saja diharapkan ada pihak-pihak luar yang dengan suka rela mau memberikan sesuatu (baca: uang) sehingga segala macam kesulitan yang ada sekarang bisa diselesaikan dengan segera.

[S] Tokoh antagonis mendapatkan ganjaran setimpal atas perbuatannya misalnya sakit, kecelakaan, meninggal, dsb. Alternatif lain, tokoh antagonis langsung menyadari kesalahannya, meminta maaf, dan berubah menjadi baik.
[RI] Indonesia ingin agar pihak-pihak yang dianggap merugikan enyah dari negeri ini dan tidak pernah lagi mencoba untuk melakukan tindakannya lagi. Selain itu jika memungkinkan juga membayar semua kerugian yang telah dialami oleh negeri ini.

[S] Tokoh protagonis kadang-kadang akan memaafkan tokoh antagonis. Alternatif lain, tokoh progonis memberikan hukuman yang setimpal misalnya dilaporkan dan ditangkap polisi.
[RI] Kita sering menganggap bahwa bangsa ini adalah bangsa yang pemaaf. Seandainya memberikan hukuman maka sesuai dengan jalur hukum yang berlaku. Apakah kenyataannya begitu ?

[S] Tokoh antagonis ’kalah’ sehingga tokoh protagonis hidupnya menjadi bahagia.
[RI] Indonesia yang merasa dirinya baik akan kembali menjadi baik jika penganggu dari luar tersebut berhasil dienyahkan.

[S] Sengaja mengulur-ulur jalan cerita sinetron yang laris.
[RI] Menggambarkan bahwa bangsa kita ini cepat puas dengan apa yang telah dicapainya. Jika sudah merasa nyaman berada dalam satu kondisi, kita malas mencari hal lain yang berpotensi memajukan diri kita.

Dari semua hal di atas, saya juga menduga bahwa sinetron sangat digemari di Indonesia bukan karena masyarakat yang butuh hiburan, ceritanya yang bagus, atau pemainnya yang sedap dipandang, namun disebabkan karena isinya yang nyambung dengan paradigma rakyat kita. Bukankah lebih mudah bagi masyarakat untuk menyerap sesuatu yang sudah sesuai atau tidak bertentangan dengan paradigmanya. Paradigma sendiri belum tentu benar, sedangkan sinetron justru menggunakan paradigma ini sebagai ini sebagai menu utamanya. Akibatnya terjadi lingkaran setan yang terus menerus membuat bangsa kita mempercayai dan mengikuti paradigmanya yang salah. Jika hal ini dibiarkan terus bukankah akan menjadi penghabat kemajuan negara kita ini. Akhir kata saya ingin menyampaikan pesan,

JANGAN TONTON TAYANGAN YANG TIDAK BERMUTU KARENA AKAN MERUSAK ANDA DAN MASA DEPAN BANGSA INI.

Hellgate:London Review

Setelah beberapa kali memasukkan game Hellgate London dalam tulisan saya, tentu tidak lengkap rasanya jika saya tidak memberikan review game ini. Saat ini saya telah menawatkan level normal dari game ini. Jadi sedikit banyak saya sudah mengetahui beberapa hal dalam game ini.

Hal pertama yang akan saya bahas adalah area dalam game ini. Hellgate mengatakan bahwa hampir semua area dirandom sehingga player tidak akan menjumpai area yang sama persis ketika dia memasuki untuk kedua kalinya. Ide ini memang hebat dan Hellgate menepati janjinya, namun jika kita bermain lebih dari 7 jam, maka tampaklah bahwa seluruh area tidak lebih dari 8 macam. Dan begitu kita memasuki salah satu macam area maka kita langsung bisa tahu seperti apa bentuk area tersebut. Misalnya area yang disebut dank sewers. Kita pasti akan tahu kalau area tersebut berupa lorong-lorong yang tidak terlalu lebar dengan tangga melingkar ke bewah di bagian tengah. Jika tidak ada tangga maka pasti ada jalan panjang dengan genangan air di bagian tengahnya. Apapun nama areanya, jika kita menemui kata dank sewers ketika loading maka bisa dipastikan begitulah bentuk areanya. Singkat kata, area dalam Hellgate memang random, tetapi sangat monoton.

Hal kedua adalah class. Ada 6 kelas yang bisa dimainkan. Jika anda adalah penggemar berat game Diablo 2, ke-6 kelas di Hellgate bisa disamakan dengan Paladin (Guardian), Barbarian (Blade Master), Sorcerer (Evoker), Necromancer (Summoner), Amazon (Marksman), dan Druid (Engineer). Kesamaan itu bisa dilihat dari skill-skill yang dimiliki oleh ke-6 kelas dalam Hellgate. Walaupun sama, namun Flagship Studio sudah melakukan perubahan di sana-sini sehingga tidak akan sama persis dengan Diablo 2.

Hal ketiga adalah character development. Game ini memakai sistem experience untuk menaikkan level. Setiap naik level akan terdapat 5 point yang bisa dialokasikan ke-4 atribut dari character yaitu accuracy, strength, stamina, dan willpower. Selain itu terdapat 1 skill point untuk dialokasikan ke dalam skill tree. Game ini mendorong player untuk mengambil berbagai macam skill karena penambahan skill point ke skill yang sama akan menghasilkan peningkatan yang lebih kecil daripada ketika mengambil level 1 dari skill tersebut. Misalnya skill sword of reckoning level 1 akan meningkatkan damage sebesar 100%, namun pada level 2 hanya akan meningkatkan damage sebesar 115%. Bagi saya, mengambil terlalu banyak macam skill tidak terlalu berguna karena tidak semuanya bisa digunakan. Hal itu antara lain disebabkan karena shortcut keyboard untuk skill hanya ada 12.

Keempat adalah item. Inilah kekuatan game Hellgate. Ada banyak item berupa senjata, armor, enhancement yang bisa didapatkan. Semua item akan terbagi menjadi 5 macam yaitu common, enhanced, rare, legendary, dan unique (semakin ke kanan semakin bagus dan sulit didapatkan). Semuanya dirender 3D dan setiap digunakan akan nampak pada character yang kita mainkan. Karena character saya adalah guardian, saya hanya tahu item berupa armor, pedang, dan shield. Personally, saya sangat terkesan dengan desain pedang misalnya pedang berlemen fire, mata pedangnya akan tampak seperti terbuat dari larva panas yang berpijar merah, pedang berlemen poison tampak seperti mata gergaji dengan ujung-ujungnya menyala hijau.

Selain desain, saya juga terkesan dengan mekanisme customization. Item berupa senjata bisa di-customize dengan 4 macam benda yaitu relic, battery, fuel, dan tech (tergantung ada tidaknya slot untuk menempatkan 4 macam barang tadi di senjata). Dengan adanya hal ini, player bisa membuat senjatanya lebih mematikan atau memberikan atribut-atribut tertentu pada karakternya.

Mekanisme lain yang baru adalah breakdown item. Dalam petualangan, player pasti akan menjumpai item-item yang tidak cocok untuk kelasnya atau tidak disukainya, maka item-item itu bisa di-breakdown menjadi komponen-komponen yang terdiri dari 8 macam. Nantinya komponen ini bisa digunakan untuk membuat item-item baru di crafter (NPC pembuat item yang ada di semua station).

Sedikit kekurangannya adalah semua item yang digunakan akan membutuhkan sejumlah ‘recource’ berupa attribut dari karakter kita misalnya sword membutuhkan X willpower, helmet Y willpower, gloves Z willpower. Maka untuk memakai ketiga item diatas minimal player harus mempunyai X+Y+Z willpower, jika willpower kita tidak cukup maka salah satu item tersebut akan tidak digunakan. Dan 1 item tidak hanya menggunakan 1 macam attribut, ada juga yang memakai 3 attribut. Kekurangan lainnya adalah ada pada inventory. Tidak adanya tombol autosort membuat player harus terus menerus menyusun inventorynya agar muat dengan semua item yang dibawanya. Saya mengatakan item adalah nilai lebih dari game ini karena ia menyempurnakan hal yang paling addictive Diablo 2 menjadi lebih addictive lagi.

Hal kelima adalah monster. Sama seperti item, monster juga ada beberapa macam yaitu common, rare, dan legendary. Desain monster lumayan bagus. Player akan menemukan berbagai bentuk monster yang akan membangkitkan selera hack-slash player pada pandangan pertama. Sayangnya tidak cukup banyak stok jenis monster. Saya mengatakan agak karena jenis monster yang muncul hanya itu-itu saja dan di area-area selanjutnya hanya akan berubah nama, besar kecilnya, warna, besarnya damage yang dihasilkan dan healthnya, kadang-kadang elemen serangannya. Kekurangan itu ditutup dengan adanya randomize pada tiap area. Hal itu membuat player akan menemukan kombinasi monster yang berbeda tiap memasuki sebuah area. Karena kombinasi yang berbeda, player senantiasa dituntut untuk mencari kombinasi terbaik antara senjata dan skill untuk mengalahkan semua monster tadi.

Hal keenam adalah gameplay. Hellgate adalah game berbasiskan misi, dimana player akan menjalankan berbagai misi yang diberikan oleh NPC. Secara umum misi dibagi menjadi 2 yaitu story related dan secondary. Story related harus dijalankan agar jalan cerita dapat berlanjut, sedangkan secondary bersifat optional. Jika kita menjalankannya maka akan ada imbalan berupa item, experience, paladium (uang), dan influence terhadap NPC di station tersebut. Misi story related bisa dikatakan agak bervariasi karena ada berbagai hal yang dilakukan antara lain membunuh bos, menjalankan mech raksasa, mengendalikan turret, permainan mirip RTS sederhana, dll. Secondary mission, saya katakan sangat-sangat boring karena hanya ada 4 macam yaitu bunuh monster X di area Y sebanyak Z, ambil item A sejumlah B dari monster C di area D, bunuh monster X di area A, aktifkan barang X sebanyak Y di area Z. Keempat hal ini pasti kita terima dari semua NPC di setiap station dan jumlahnya lebih dari sekali. Saya juga bisa katakan kalau reward dari misi secondary ini umumya tidak berguna karena kalah bagus dari yang kita dapatkan dari musuh.

Hal ketujuh adalah story. Hellgate punya story yang sangat-sangat sederhana dan tidak menarik untuk diikuti. Bahkan story Diablo 2 yang juga sederhana masih lebih menarik untuk diikuti. Story sendiri hanya disampaikan lewat cutscene yang sangat tidak inspiratif. Hanya cutscene intro saja yang sangat menarik untuk dilihat. Sayangnya hanya sedikit berhubungan dengan gameplay yang dimainkan. Saran saya jika ingin cerita yang lebih menarik di dunia Hellgate London baca saja novelnya yang ditulis oleh Mel Odom.

Itulah seluruh review saya untuk game Hellgate London. Saya berkesimpulan bahwa game ini secara ide sudah bagus, namun gagal dalam hal pelaksanaannya. Berdasarkan pengalaman bermain selama 3 minggu, saya tidak puas dengan game ini.

The Irony [Finalle]

......
: Halo, KHMF
: Lagi ngapain nih ?
:
: Aq mau ngomong 1 hal nih
: Sudah lama aq mau ngomong tentang ini
: Kl ngomong langsung rse kurang tepat, nulis jg kurang pas
: makae pake media yang semi nulis & ngomong
: :D
:
: Tp sebelum aq ngomong ada beberapa hal yg u kudu inget
: Jangan kaget, jangan heran
:
: Jangan mikir macem-macem, trima ae omonganku seperti apa adanya jok diartino macem2 soale memang gk ada maksud macem2
: Yg terakhir PLEASE jok nganggep aq orang aneh soale ngomong ky gini. Ini asli ungkapan yg tulus tanpa ada maksud apa2.
: So r u ready ?
: Then let it begins
: Aq cuma mau bilang minta maaf SEANDAINYA selama ini ada tindakan atau perkataanku yg kurang berkenan di hatimu
:
:
:
: Mgkn aq terlalu semangat nulis ae sp kelepasan, jd kemungkinan ada kata2 yg menyinggung/terlalu lancang/apalah
:
: So would you forgive me ?
:
: Mke aq bilang seandainya, kl umpamae gk ada ya baguslah. Berarti selama ini semua kaliamt yg tak lemapr ke sana sini ternyata isinya baik2 
:
:
:
: Menurut aq gk ada sih, entah kl nurut u kurang baik, tp tak rasa aq gk ada masalah blazz itu
: Tp lebih baik jg kl qta saling memaafkan sp tau ada kesalahan yg sengaja maupun tidak sengaja qta lakukan & sempat menyakiti perasaan orang lain
:
:
: U gk nganggep aq orang aneh kah setelah ngomong ky gini ?
:
:
: Thx kl gitu, yg penting kita tetap berteman kan
: 
:
:
: Glad 2 hear that
: Karena omonganku udah selesai, cau dulu yah, ada yg masih harus dikerjakan nih
: Bye, C U again sometimes, I’ll contact u latter
:
:
....

With that, he is reliefed from his burden. A burden that he always carries on in his mind. He can forgive himself for what he has done. So, this time he keeps his promise to leave and never looking back again. He knows the memory will still linger in his mind for along time. It’s the price he has to pay. His faith will be tested, but the song always there to help him remembering his promise and faith. The song which says ”I cannot go through this again. This time, I'm not coming back”

Saturday, December 15, 2007

These Days

Banyak hal-hal yg bersliweran di dalam pikiranku these days. Mikir ini itu dsb. Kadang jg pingin nulis di sini, tp gk isa nemu kata2 yg tepat. Better keep working untill it's done. Anyway, there are still six posts from me, the five ones are serious matter and the other is imagination. Can't wait to post it in here.

The Bread Girl

Popular bread on the right
A girl stands behind the machine
Tall and slim
White skinned

Black straight hair
Above the oval face
Eyes never look to you
Always looks down
Hidden tears on your eyes

Emptiness
Sadness
Regret

Why ?
Burden
Lost
Unfulfilled

Guess I’ll never know
Just the old memories
Candy and Cobain
The bread girl of Candy & Cobain
Powered By Blogger