Beberapa waktu lalu saya beberapa kali mendengar iklan satu produk makanan baru yaitu kornet ayam dan sapi merk So Good. Awalnya saya amat bosan mendengarkannya karena dalam jangka waktu sekitar setengah jam kira2 iklan ini muncul 5 kali. Beruntung setelah 5 kali itu akhirnya saya mampu untuk mengacuhkan iklan ini. Dan iklan ini terus saja berbunyi. Sampai suatu saat, isi dari iklan ini benar2 masuk ke telinga saya dan diproses oleh otak. Saya akhirnya paham apa maksud dari iklan ini. Dan menurut saya cukup memprovokasi.
Hal pertama yg saya tangkap, iklan ini bertujuan utk mengenalkan produk kornet yg baru itu. Sudah wajar jika produk baru diperkenalkan ke masyarakat lewat iklan di televise. Karena ini kornet sebelum dimakan perlu sedikit diolah terlebih dahulu, wajarlah jika iklan ini diletakkan di pagi hari waktu ibu2 banyak yg menonton televisi.
Yg kedua adalah bagaimana cara mengolah bahan kornet menjadi makanan. Apa mgkn kita tidak mengerti bagaimana cara mengolah bahan makanan ini ? Saya tidak tahu pasti. Yg pasti ibu saya umumnya mengolah kornet dengan cara dimasak dengan telur. Saya menyebutnya ommelete kornet. Mgkn satu acuan yg bisa saya pakai adalah perkataan staff di pabrik kornet merk Pronas di Bali. Bapak tersebut mengatakan bahwa layanan konsumen Pronas sering ditelpon oleh ibu2 yg menanyakan bagaimana cara mengolah kornet selain dengan menggunakan telur. Staff tersebut memberi alasan bahwa kornet sebenarnya adalah bahan makanan dari Belanda sehingga wajarlah jika kita yg hidup di Indo agak bingung bagaimana cara mengolahnya.
Kembali ke iklan tadi. Di sana disebutkan bahwa kornet bisa dicampur dengan nasi goring, bubur, dan mie instant. Jd dengan hal ini So Good sudah melakukan sebuah terobosan utk mempopulerkan kembali bahan kornet ke masyarakat. Saya sendiri melihat bahwa Pronas dan CIP, dua merk kornet local yg sudah lama ada di Indo, tidak terlalu agresif utk mengiklankan produk kornetnya ke masyarakat dan juga tidak mengedukasi masyarakat utk menggunakan kornet dalam campuran makanan2 ringan yg sering dikonsumsi oleh masyarakat.
Sebagai orang yg awam teori pemasaran saya cukup tergerak dengan iklan ini. Sampai saya bertanya ke ibu, bagaimana model & rasa masakan mie instant yg dicampur dengan kornet ?


No comments:
Post a Comment