Remember the Time

A piece of paper to write everything I like.

Saturday, October 13, 2007

Dahlan Iskan



Dlm posting kl ini saya ingin memberikan tanggapan tentang tulisan 32 seri yg ditulis oleh Pak Dahlan Iskan (CEO Jawa Pos Group) di harian Jawa Pos. Bagi anda yg mengikuti pasti mengetahui apa yg dituliskan oleh Pak Dahlan. Bagi yg belum tahu, inti dari tulisan tersebut adalah menceritakan bagaimana asal mula Pak Dahlan mengalami sakit hingga akhirnya menjalani transplantasi hati di Cina. Selain itu, tulisan itu juga menyinggung hal2 lain seperti kisah hidup Pak Dahlan, pengalaman2, pandangan tentang perilaku orang pada umumnya, dll.

Kesan saya pada waktu membaca seri pertama tulisan Pak Dahlan, pasti akan membosankan karena sudah ada spoiler yg mengatakan bahwa tulisan ini mgkn sepanjang 50 seri. Saya pikir menjelaskan tentang proses transplantasi sebanyak 50 seri dengan masing2 tulisan 1000 kata betapa membosankannya. Saya masih mengira mungkin dalam tulisan2 tersebut akan disertakan foto2 yg penting dalam proses transplantasi itu, jadi sedikit ada hiburan berupa gambar.

Ketika membaca sampai episode ke 10-an, saya mulai merasa bahwa foto pasti tidak akan dimuat sama sekali, mgkn karena foto2 tentang proses operasi atau organ2 yg terlibat dalam operasi tersebut tidak layak dipublikasikan karena bisa menganggu orang yg tidak terbiasa dengan hal2 seperti itu. Memasuki episode 20-an akhir, akhirnya saya baru tahu bahwa Pak Dahlan akan menerbitkan tulisannya dalam buku beserta foto2 tersebut. Hal itu bisa cukup membantu utk org2 (termasuk saya) yg kesulitan membayangkan bagaiman hati yg telah sirosis itu bentuknya.

Anyway, tulisan itu sendiri ada kekurangan dan kelebihannya. Saya akan menuliskan kelebihannya di bawah ini:
- Memberikan gambaran hepatitis B tentang gejala awal, penyebab, terapi yg bisa dilakukan, dan bagaimana langkah2 sederhana yg bisa digunakan utk memperlambat proses penyebaran virus ini di hati.
- Bahasa yg sangat mudah dipahami, santai utk dibaca, dan banyak joke2 sederhana sehingga pembaca tidak bosan.
- 1 yg menjadi kelebihan utamanya, Pak Dahlan kemungkinan memberikan kritik2 sosial yg membangun utk masyarakat kita. Hampir 70% dari tulisan itu sendiri banyak mengupas hal2 yg sering terjadi dalam masyarakat kita dan Pak Dahlan memberikan tanggapannya sendiri tentang hal2 tersebut jika dilihat dari sudut pandang ilmiah, logika, dan juga aspek2 yg lain.
- Sebagai satu pembuktian bahwa motto ”SUCCESS IS MY RIGHT” (Andrei Wongso) benar adanya.
- Berkaitan dengan hal di atas, bagi2 sebagian org tulisan itu juga bisa menjadi semacam cerita motivasi.

Sedangkan kekurangan dari tulisan itu adalah sebagai berikut:
- Tidak tersusun secara baik. Artinya cerita itu sendiri tidak urut & terkesan melompat-lompat dan bagian2-nya kadang terkesan ditambal-sulam (sepertinya tulisan dibuat ketika Pak Dahlan mendapat inspirasi utk menuliskannya). Padahal di bagian awal Pak Dahlan sendiri yg mengatakan bahwa diasudah punya gambaran yg jelas apa yg akan ditulis pada tiap episodenya. Usul saya utk edisi buku nanti lebih baik dibuat urut misalnya bagian pertama mengulas masa kecil Pak Dahlan, kedua bagaimana waktu sekolah, ketiga waktu mulai bekerja pertama kali, dst. Tidak masalah bagi saya jika dalam bagian2 itu diberikan pandangan, opini, atau masukan dari Pak Dahlan.
- Seri 28 sampai habis sepertinya sudah sangat tidak fokus pada kisah transplantasi lever itu sendiri.
- Pada bagian awal dituliskan bahwa Pak Dahlan akan memberitahukan tempat dimana transplantasi itu dilakukan. Sampai akhir episode saya tidak menemukan dimana nama atau alamat spesifik dari tempat itu. Dan akhirnya baru diberi tahu pada saat tanya jawab pembaca.
- Ada kesan tulisan tersebut sengaja dibuat panjang. Inti cerita itu sendiri pendek, namun karena diselingi dengan hal2 lain jadinya sangat panjang. Hal itu bisa membuat pembaca bosan, walaupun cara penulisan Pak Dahlan sendiri sebenarnya tidak membosankan. Analoginya, ada orang yang sangat gemar makan sate ayam. Seandainya dia disuruh nasi dengan lauk sate ayam saja selama 2 bulan penuh, kemungkinan orang ini juga bosan.

Yang terakhir ini lebih bersifat kesan saya terhadap tulisan itu sendiri. Mirip dengan kisah sinetron/opera sabun di Amerika. Beberapa sinetron Amerika yang pernah saya tonton selalu mempunyai satu alur cerita utama yang ditayangkan selama 1 season. Selama 1 season itu sendiri, ceritanya akan bercabang ke mana-mana, namun semuanya mendukung alur cerita utama dari awal sampai akhir. Alur cerita Pak Dahlan menurut saya seperti itu. Alur seperti ini tetap jauh lebih baik daripada gaya penceritaan sinetron Indonesia.

Anyway, selamat buat Pak Dahlan yang akan menempuh hidup baru dengan liver barunya.

No comments:

Powered By Blogger