
Setelah sebelumnya saya menulis review untuk game, kali ini saya akan mencoba me-review sebuah CD musik kompilasi yang berjudul Goth Guitar Tribute to NIN.
Seperti yang terlihat dari judulnya ini adalah sebuah CD yang berisi lagu-lagu yang dibuat untuk menghormati sebuah grup band yang bernama NIN (Nine Inch Nails). NIN sendiri adalah adalah sebuah band metal-industrial yang dibentuk oleh Trent Reznor. Lagu-lagu yang dibuatnya terdiri dari bunyi-bunyian elektronik yang dibuat ber-layer-layer antara yang satu sama lain. Sealin itu, dalam satu lagu juga biasa ditambahkan suara gitar elektrik yang terdistorsi, piano, drum (elektronik ataupun real drum).
Dalam CD ini sendiri semua bunyi-bunyian elektronik tadi digantikan oleh paduan suara gitar akustik yang bertumpuk-tumpuk satu sama lain dan membentuk aransemen yang mirip dengan lagu aslinya. Alat musik lain yang dipakai adalah perkusi dan piano, namun suaranya tidak terlalu dominan karena diletakkan di layer yang paling belakang.
Dalam album ini terdapat lagu sebagai berikut (tidak urut) :
1.Something i can never have (by: versailles)
2.terrible lie (by: jennifer hope)
3.we’re in this together
4.burn
5.closer to god
6.head like a hole
7.heresy
8.hurt
9.mr. self destruct
10.perfect drug
11.ruiner
(3-11 by: goth guitar ansemble)
Lagu no 1 dan 2 tidak terlalu dominan unsur gitar dan lebih menonjolkan suara keyboard atau organ. Terrible Lie yang aslinya dominan unsur drum elektronik, distorsi gitar, dan sound efek diganti dengan suara organ yg lebih sederhana dan suara perkusi yang minimalis menjadikan lagu ini kental suasana magis. Something I .... tetap mempertahankan cirinya aslinya dengan alunan piano, namun suara-suara ambience digantikan dengan petikan gitar dan drum.
Pada lagu no 3 sampai 11 aransemen gitar akustik sangat mendominasi dengan sedikit iringan perkusi dan ambience di background . Semua lagu di sini mencoba menerjemahkan bunyi elektronik dan distorsi gitar yang dibuat oleh NIN ke dalam iringan gitar akustik. Hasilnya 85% sound-sound dominan atau yang menjadi ciri khas yang ada dalam lagu aslinya berhasil diakustikan. Waktu pertama kali mendengar, fans lama NIN mungkin terasa asing, namun setelah melihat judul dan membandingkan aransemennya dengan lagu aslinya pasti mereka akan segera akrab dengan lagu-lagu tersebut. Saya sendiri setelah mendengar versi akustik ini langsung membandingkannya dengan versi aslinya. Saya banyak menemukan sound baru yang sebelumnya tidak terlalu saya perhatikan.Menurut saya, aransemen album ini berhasil membawa suasana lagu NIN ke dalam alunan gitar akustik.
Dari aransemen, saya akan beralih ke bagian vokal. Ada 5 lagu yang dinyanyikan oleh vokalis wanita yaitu Something I..., Terrible Lie, Burn, Closer to God, Heresy, sedangkan sisanya dinyanyikan vokalis pria. Bagian vokal inilah yang membuat nilai album ini menjadi berkurang. Kualitas vokalis pria sangat buruk. Alasannya mereka meniru 100% gaya bernyanyi dan warna vokal Trent Reznor. Akibatnya terkesan bahwa mereka tidak memiliki style dan sangat amatiran. Vokalis wanita sedikit lebih baik karena mereka mencoba sedikit berimprovisasi (misalnya pada kata christianity pada lagu Heresy) dan tidak terlalu memaksa untuk mengikuti gaya bernyanyi Trent. Hal lainnya, pemakaian efek untuk vokal (misalnya pada Heresy, Mr. Self Destruct) yang justru malah merusak ciri suara yang dimiliki vokalis. Memang pada lagu tersebut vokal Trent diberi efek, namun bukan berarti vokalis di album ini juga harus ikut-ikutan meng-efek suaranya. Hal yang paling mengganggu dari segi vokal adalah pengubahan lirik. Pada lagu Closer to God, liriknya diubah habis-habisan misalnya pada bagian (i want to f*** you like an animal) diubah jadi (i want to call you my animal). Memang lagu ini aslinya memiliki lirik yang sedikit vulgar dan hal itu sengaja dilakukan karena temanya memang vulgar. Dengan diubahnya lirik ini, makna lagu ini justru menjadi rusak. Mungkin hal ini dilakukan karena vokalisnya tidak mau menyanyikan explicit language. Jika sudah tahu hal itu mengapa tidak menggunakan vokalis lain untuk menyanyikannya. Ironisnya di lagu-lagu lain, baik vokalis pria maupun wanita dengan santainya melafalkan semua explicit language tanpa ada sensor atau pengubahan sama sekali. Hal ini sangat mengganggu bagi saya dan fans berat NIN mengingat Closer adalah salah satu lagu hits NIN.
Hal yang terakhir ini mungkin hanya masalah selera pendengar saja yaitu soal pemilihan lagu. Bagi saya Hurt dan Something I.... sebenarnya sudah sangat akustik mengapa harus ada lagi yang meng-akustikan-nya lebih jauh. Something I... justru malah sudah dibuat versi full pianonya oleh Trent sendiri (album Still). Terlebih lagi untuk Hurt yang sudah di-cover oleh banyak artis. Hurt di sini kualitasnya terkesan jauh dibawah versi cover misalnya milik Johny Cash. Saya rasa Hurt dimasukkan hanya karena lagu tersebut adalah hits dari NIN. Jadi tanpanya, suatu album yang berbau NIN akan terasa kurang greget.
Kesimpulannya, album tribute ini bisa disukai maupun dibenci habis-habisan oleh fans NIN. Bagi fans yang coba mendengar mereka akan menemukan komposisi yang menarik dimana lagu industrial dimainkan dengan gitar akustik. Saya memberi nilai album ini 7,4.
Pros:
aransemen yang unik
ada lagu-lagu hits NIN
Neg:
kualitas vokalis kurang bagus
ada pengubahan lirik
Seperti yang terlihat dari judulnya ini adalah sebuah CD yang berisi lagu-lagu yang dibuat untuk menghormati sebuah grup band yang bernama NIN (Nine Inch Nails). NIN sendiri adalah adalah sebuah band metal-industrial yang dibentuk oleh Trent Reznor. Lagu-lagu yang dibuatnya terdiri dari bunyi-bunyian elektronik yang dibuat ber-layer-layer antara yang satu sama lain. Sealin itu, dalam satu lagu juga biasa ditambahkan suara gitar elektrik yang terdistorsi, piano, drum (elektronik ataupun real drum).
Dalam CD ini sendiri semua bunyi-bunyian elektronik tadi digantikan oleh paduan suara gitar akustik yang bertumpuk-tumpuk satu sama lain dan membentuk aransemen yang mirip dengan lagu aslinya. Alat musik lain yang dipakai adalah perkusi dan piano, namun suaranya tidak terlalu dominan karena diletakkan di layer yang paling belakang.
Dalam album ini terdapat lagu sebagai berikut (tidak urut) :
1.Something i can never have (by: versailles)
2.terrible lie (by: jennifer hope)
3.we’re in this together
4.burn
5.closer to god
6.head like a hole
7.heresy
8.hurt
9.mr. self destruct
10.perfect drug
11.ruiner
(3-11 by: goth guitar ansemble)
Lagu no 1 dan 2 tidak terlalu dominan unsur gitar dan lebih menonjolkan suara keyboard atau organ. Terrible Lie yang aslinya dominan unsur drum elektronik, distorsi gitar, dan sound efek diganti dengan suara organ yg lebih sederhana dan suara perkusi yang minimalis menjadikan lagu ini kental suasana magis. Something I .... tetap mempertahankan cirinya aslinya dengan alunan piano, namun suara-suara ambience digantikan dengan petikan gitar dan drum.
Pada lagu no 3 sampai 11 aransemen gitar akustik sangat mendominasi dengan sedikit iringan perkusi dan ambience di background . Semua lagu di sini mencoba menerjemahkan bunyi elektronik dan distorsi gitar yang dibuat oleh NIN ke dalam iringan gitar akustik. Hasilnya 85% sound-sound dominan atau yang menjadi ciri khas yang ada dalam lagu aslinya berhasil diakustikan. Waktu pertama kali mendengar, fans lama NIN mungkin terasa asing, namun setelah melihat judul dan membandingkan aransemennya dengan lagu aslinya pasti mereka akan segera akrab dengan lagu-lagu tersebut. Saya sendiri setelah mendengar versi akustik ini langsung membandingkannya dengan versi aslinya. Saya banyak menemukan sound baru yang sebelumnya tidak terlalu saya perhatikan.Menurut saya, aransemen album ini berhasil membawa suasana lagu NIN ke dalam alunan gitar akustik.
Dari aransemen, saya akan beralih ke bagian vokal. Ada 5 lagu yang dinyanyikan oleh vokalis wanita yaitu Something I..., Terrible Lie, Burn, Closer to God, Heresy, sedangkan sisanya dinyanyikan vokalis pria. Bagian vokal inilah yang membuat nilai album ini menjadi berkurang. Kualitas vokalis pria sangat buruk. Alasannya mereka meniru 100% gaya bernyanyi dan warna vokal Trent Reznor. Akibatnya terkesan bahwa mereka tidak memiliki style dan sangat amatiran. Vokalis wanita sedikit lebih baik karena mereka mencoba sedikit berimprovisasi (misalnya pada kata christianity pada lagu Heresy) dan tidak terlalu memaksa untuk mengikuti gaya bernyanyi Trent. Hal lainnya, pemakaian efek untuk vokal (misalnya pada Heresy, Mr. Self Destruct) yang justru malah merusak ciri suara yang dimiliki vokalis. Memang pada lagu tersebut vokal Trent diberi efek, namun bukan berarti vokalis di album ini juga harus ikut-ikutan meng-efek suaranya. Hal yang paling mengganggu dari segi vokal adalah pengubahan lirik. Pada lagu Closer to God, liriknya diubah habis-habisan misalnya pada bagian (i want to f*** you like an animal) diubah jadi (i want to call you my animal). Memang lagu ini aslinya memiliki lirik yang sedikit vulgar dan hal itu sengaja dilakukan karena temanya memang vulgar. Dengan diubahnya lirik ini, makna lagu ini justru menjadi rusak. Mungkin hal ini dilakukan karena vokalisnya tidak mau menyanyikan explicit language. Jika sudah tahu hal itu mengapa tidak menggunakan vokalis lain untuk menyanyikannya. Ironisnya di lagu-lagu lain, baik vokalis pria maupun wanita dengan santainya melafalkan semua explicit language tanpa ada sensor atau pengubahan sama sekali. Hal ini sangat mengganggu bagi saya dan fans berat NIN mengingat Closer adalah salah satu lagu hits NIN.
Hal yang terakhir ini mungkin hanya masalah selera pendengar saja yaitu soal pemilihan lagu. Bagi saya Hurt dan Something I.... sebenarnya sudah sangat akustik mengapa harus ada lagi yang meng-akustikan-nya lebih jauh. Something I... justru malah sudah dibuat versi full pianonya oleh Trent sendiri (album Still). Terlebih lagi untuk Hurt yang sudah di-cover oleh banyak artis. Hurt di sini kualitasnya terkesan jauh dibawah versi cover misalnya milik Johny Cash. Saya rasa Hurt dimasukkan hanya karena lagu tersebut adalah hits dari NIN. Jadi tanpanya, suatu album yang berbau NIN akan terasa kurang greget.
Kesimpulannya, album tribute ini bisa disukai maupun dibenci habis-habisan oleh fans NIN. Bagi fans yang coba mendengar mereka akan menemukan komposisi yang menarik dimana lagu industrial dimainkan dengan gitar akustik. Saya memberi nilai album ini 7,4.
Pros:
aransemen yang unik
ada lagu-lagu hits NIN
Neg:
kualitas vokalis kurang bagus
ada pengubahan lirik


No comments:
Post a Comment