Pengalaman pertama kuliah di NUS. Pergi ke kelas LT2 (lecture theater 2). Saat itu hujan turun cukup deras. Turun dari bus 151 tepat di depan central library lalu saya berjalan lurus ke depan menuju ke gedung engineering terdekat yaitu E5. Dari sana saya masih belum menemukan petunjuk yang mengarahkan ke LT2. Bekal saya adalah peta yang terdapat no2 gedung. Saya memutuskanmengikuti arah ke gedung EA karena itu satu-satunya gedung yang saya tahu. Tiba ke gedung EA, saya sempat bertanya ke murid perempuan yang juga bingung di mana letak LT2. Akhirnya saya naik ke lift menuju ke lantai 6. Di sana saya menemukan beberapa petunjuk yang mengarahkan ke LT2 termasuk juga kertas yang ditempel2 yang mengatakan ada briefing untuk mahasiswa baru. Namun justru di sini masalah muncul, saya berjalan dari satu gedung ke gedung lainnya, namun tidak tetap tidak menemukan. Sekalipun ada petunjuk di mana2, namun jika berjalan terlalu jauh akhirnya pasti akan nyasar dan terpaksa harus kembali ke tanda terakhir untuk mencoba rute baru. Kertas2 tempelan tadi juga tidak berguna karena ada hanya di tempat tertentu, tetapi waktu saya mengikutinya lebih jauh tidak ada lanjutannya. Saya juga sempat bertanya ke seorang laki2, dia hanya memberi tahu arah seadanya dan saya berjalan mengikuti feeling saja.
Sampai suatu saat saya menemukan kertas pengumuman di pintu yang mengatakan bahwa LT2 berpindah ke ruangan tersebut. Saya sangat senang karena akhirnya sampai juga. Di dalam ruangan itu ada tiga murid laki2 . Ketika saya bertanya ternyata salah seorang dari mereka mengatakan bahwa ruangan tersebut bukan LT2, maka saya bertanya ke mana arah menuju ke LT2. Mereka semua bingung. Akhirnya saya kembali mengikuti feeling dan petunjuk di langit2. Setelah berputar-putar ke sana kemari saya menemukan petunjuk LT2 panah menuju ke arah kiri atas. Ketika melihat ke kiri saya hanya menemukan jalan buntu dengan 2 jalan ke kiri dan kanan. Ke kiri ada lift dan kanan ke arah tangga naik. Saya memilih tangga. Sampai di atas saya menoleh ke kanan. Syukur ternyata LT2 tepat di kanan saya. Saya mencoba meilhat ke dalam ruangan, yang ternyata kosong. Saya jadi bingung apakah ini ruangan LT2 yang dimaksud. Saya mencoba menelpon dua teman dimana keduanya tidak ada yang menjawab. Akhirnya saya memutuskan bahwa ini pasti ruangan yang benar, kalaupun salah paling saya hanya tidak mengikuti 1 kuliah. Karena lelah akhirnya saya duduk menunggu di depan ruangan itu. Akhirnya salah seorang dari 3 murid laki2 yang saya temui sebelumnya datang. Ternyata dia membawa kabar buruk karena di ruangan itu akan ada briefing untuk murid civil & geothermal engineering jam 1700. Murid itu juga membawa surat yang membuktikan bahwa di ruangan itu benar2 akan diadakan briefing. Saya jadi bingung lalu mencoba menelpon 2 teman tadi. Lagi2 tidak ada jawaban. Murid laki2 itu menyarankan supaya saya mengambil pengumuman yang serupa dengan miliknya di dept ISE (industrial & system engineering). Saya hanya separuh tahu di mana letak dept itu, jadi saya justru khawatir kalau ke sana bakal tersesat dan muter2 lagi dan buruknya lagi bakal tidak tahu ke mana arah balik ke LT2. Dengan berbekal semangat untuk kuliah, saya berangkat ke ruangan dept ISE. Kali ini tidak separah waktu mencari LT2. Sedikit kesasar akhirnya sampai dan berhasil meminta pengumuman yang dimaksud. Tragisnya ternyata jurusan ISE juga harus briefing di LT2 jam 1730. Jadi saya rasa cukup mubazir harus capek2 ke dept ISE ternyata hanya untuk mendapat pengumuman kemabali ke tempat tadi. Lagi2 saya kembali berjalan ke LT2. Kali sudah jauh lebih baik karena tidak kesasar sama sekali karena hanya tinggal men-trace back my last trip. Menariknya pada saat, saya turun keluar dari lift yang kebetulan dekat dengan WC tercium bau khas. I said, “Damn so much shit in this place.” Akhirnya saya bisa kembali ke LT2. Setalah beberapa saat murid2 lain mulai berdatangan. Akhirnya para dosen datang juga yang memberi pengumuman kalau semua orang harus masuk dari arah sebaliknya. Jadi selama ini saya berada di pintu keluar.
Di depan LT2 ada penyambutan kecil2an dengan beberapa hidangan kue dan minuman seadanya. Setelah selesai dimulailah briefing. Ada perkenalan dengan dosen2 baik yang hadir maupun tidak. Ada pula tata cara pengambilan mata kuliah, dll. Sebenarnya saya tidak terlalu mengikuti apa yang dijelaskan karena tidak terlalu mengerti apa yang diucapkan pembicara dan karena malas juga. Biasa khas mahasiswa. Selesai briefing ada break sejenak. Semua orang keluar. Saat ini hujan telah selesai. Ada 1 orang murid (kemungkinan?) bule yang membawa kamera Nikon DSLR (melihat model lensanya saya percaya kameranya model DSLR). Dia mengambil gambar pelangi yang berada di belakang gedung Singtel yang menjulang tinggi. Di sekitar gedung tersebut juga ada gedung2 lain, namun tidak setinggi milik Singtel. Andai saya punya kamera pasti saya juga akan mengambil momen itu.
Tidak beberapa lama kemudian kuliah dimulai. Namanya Applied Engineering Statistics (keren sekali). Karena baru pertama maka, lecturer memberikan beberapa hal dasar yang sudah pernah saya pelajari 3 tahun lalu. Ironisnya saya sama sekali tidak mengerti semua yang dijelaskan. Selain karena lamanya waktu, kemalasan saya dan metode pengajaran pada saat S1 membuat saya tidak mengerti semua hal itu. Dulu saya hanya diajari rumus2 dan bagaimana cara mengerti penggunaannya, tetapi asal mula rumus2 itu ada tidak dijelaskan. Memang bukan salah dosen, tetapi saya sendiri yang malas mempelajari lebih lanjut. Saya sedikit malu karena untuk mata kuliah tersebut saya mendapat nilai A. Untuk menebus dosa (baca: kemalasan) saya di masa lalu, kali ini tidak ada jalan lain selain membaca buku2 di perpustakaan.


1 comment:
Wow yang jauh2 mncari ilmu ke tanah orang.. blom apa2 sudah di suruh olahraga jogging kliling2 kampus y Ren hehehehe
mknya nanya dong sama satpam: "punten pak, ruang LT2 ndi y?" ^^
tp ojok pake coro jowo, pake English atau Mandarin gitu Ren hehehe :)
Post a Comment